Cara Mengubah Cold Traffic Menjadi Pembeli Aktif

22
21 September 2015
Bagikan artikel ini
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

Banyak pemikiran di luar sana yang kurang tepat, jika mengatakan content marketing adalah sebuah blog.

Sebenarnya, blog hanyalah salah satu (meskipun bagian utama) dari strategi content marketing yang dibuat dengan tujuan mengubah:

  • Pengunjung Anda menjadi leads
  • Lead menjadi customer
  • Customer menjadi pembeli Aktif

Jadi kabar baiknya adalah jika Anda memiliki blog, berarti Anda memiliki poin utama dalam content marketing.

Blog memiliki peran yang sangat SPESIFIK.

Kebanyakan para digital marketer memaksakan blog untuk melakukan hal yang bukan menjadi perannya yaitu content marketing.

Sehingga, digital marketer tersebut gagal mendapatkan hasil yang diinginkan.

Untuk mengubah cold prospek menjadi pembeli aktif menggunakan content marketing, Anda bisa menyimaknya lebih lanjut di sini.

Simple Marketing Funnel

Ini merupakan salah satu metode dari Marketing 101, namun di sini akan membahas lebih dalam mengenai konsep dari content marketing.

Untuk mengubah cold traffic menjadi customer, maka Anda harus melewati tiga tahap di bawah ini.

cm1

  • Awareness
  • Evaluation
  • Conversion

Prospek Anda tidak akan memikirkan solusi dari yang Anda berikan jika mereka tidak aware dengan masalah dan solusi yang Anda berikan.

Konversi akan mustahil didapatkan sebelum prospek customer Anda memikirkan pilihan solusi yang ada didepannya.

Inilah yang DigitalMarketer.id maksud dengan content marketing.

TOFU, MOFU, BOFU Content Marketing

Untuk memindahkan prospek melalui funnel marketing, mereka butuh konten yang memenuhi kebutuhan mereka setiap tahapnya.

Dengan kata lain,

  • Mereka membutuhkan konten pada top of the funnel (TOFU) yang memfasilitasi awareness.
  • Mereka membutuhkan konten pada middle of the funnel (MOFU) yang memfasilitasi evaluasi.
  • Mereka membutuhkan konten pada bottom of the funnel (BOFU) yang memfasilitasi konversi.

Mudah bukan?

Blog sangat fantastis untuk memfasilitasi awareness namun blog tidak baik digunakan untuk memfasilitasi evaluasi dan konversi.

Evaluasi dan konversi adalah bagian yang sangat penting dalam bisnis Anda. Sehingga jangan heran jika Anda memiliki Blog tapi tidak berpengaruh banyak pada omzet bisnis Anda, alasannya sederhana karena mereka tidak melalui tahap MOFU dan BOFU sehingga mereka hanya aware terhadap masalah mereka.

Untuk memindahkan prospek melewati MOFU dan BOFU, Anda membutuhkan berbagai jenis konten yang sesuai seperti gambar di bawah ini.

cm2

Itulah yang disebut content lifecycle.

Anda lihat setiap tahapan funnel dan konten yang dibutuhkan setiap tahapannya.

Top Of The Funnel (TOFU) Content Marketing

Prospek akan memasuki top of the funnel (TOFU) Anda, pada awalnya biasanya mereka tidak sadar akan solusi yang Anda tawarkan dan bahkan tidak sadar akan masalah mereka.

Oleh karena itu, Anda membutuhkan konten yang mudah diterima oleh audiens Anda.

Alasannya adalah mereka memiliki sedikit motivasi untuk memasuki funnel Anda. Disebut sedikit karena dengan membuka blog Anda, maka mereka memiliki motivasi meski hanya sedikit. Tugas Anda adalah membuat motivasi mereka yang sedikit menjadi semakin besar.

Anda membutuhkan topik konten yang dapat dibagikan dengan gratis yang biasa berisi:

  • Entertaiment
  • Edukasi
  • Inspirasi

Selanjutnya Anda siap untuk membuat jenis konten seperti:

  • Blog Post
  • Social Media Update
  • Infografik
  • Fotografi
  • Majalah Digital /Buku
  • Audio/Video Podcast
  • Microsite
  • Majalah/koran yang dicetak (butuh budget cukup besar untuk bagian ini)
  • Riset

Apakah Anda membutuhkan semua jenis konten ini di dalam funnel Anda? Tentu tidak!

Kebanyakan Anda melakukan post konten di blog dan di sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau LinkedIn.

Setelah Anda mempelajari topik dan jenis konten ini, langkah selanjutnya jika Anda telah melakukan posting konten, Anda dapat menambahkan jenis konten lain seperti podcast atau newsletter di media yang biasa Anda gunakan.

Ingat, tujuan utama dari Top of The Funnel (TOFU) adalah untuk membuat prospek aware akan “masalah” dan “solusi” yang mereka butuhkan.

Mari lihat contoh WholeFoods yang menggunakan blognya Whole Story untuk menaikkan awareness dari manfaat kerang laut, dengan memberikan konten yang bermanfaat.

cm3

Selanjutnya, lihat bagaimana KitchenDesign.com menggunakan foto dapur yang sudah disusun ulang untuk memberikan “problem aware” dan “solution aware” kepada prospek mereka.

cm4

Sayangnya, Top of The Funnel (TOFU) banyak sekali digunakan oleh banyak organisasi, namun tidak dilanjutkan ke MOFU dan BOFU sehingga content marketing mereka tidak berjalan maksimal.

Digital marketer yang pintar seperti Anda dapat mengetahui celah tersebut.

Dengan menambahkan sedikit effort, Anda dapat memindahkan prospek dari posisi awareness menuju evaluation di dalam Middle of The Funnel (MOFU).

Middle of the Funnel (MOFU) Konten Marketing

Tujuan utama Middle of the Funnel (MOFU) adalah mengubah “problem aware” dan “solution aware”mulai dengan mengubah prospek Anda menjadi leads.

Anda bisa menggunakan konten gratis agar Anda mendapatkan informasi kontak mereka lewat opt-in untuk menerima tawaran dari Anda.

Hal itu disebut dengan lead magnet. Lead magnet dapat berupa:

  • Resource yang Mengedukasi
  • Resource yang Berguna untuk mereka
  • Download software
  • Diskon atau kupon
  • Kuis atau survei
  • Webinar atau event

DuniaFitness.com mempunyai cara untuk mendapatkan leads tentang orang yang ingin kurus. Selanjutnya, DuniaFitness.com menawarkan produk dari Sportindo.com dengan lead magnet yang memasukkan pengunjung ke PanduanDiet.com.

cm5

Sebelum Anda klik tulisan tombol “Download Now”, Anda akan diminta memasukkan alamat email dan nama Anda untuk menerima e-book tersebut.

Namun angka di bank Anda tidak bertambah hanya dengan leads.

Jenis konten ketiga dibutuhkan oleh Bottom of the Funnel (BOFU) untuk mengkonversi leads menjadi customer Anda.

Bottom of the Funnel (BOFU) Konten Marketing

Baiklah, sekarang saatnya Anda berjualan, tipe konten apakah yang dapat membuat leads membuat keputusan untuk membeli?

Berikut adalah beberapa jenisnya

  • Demo atau Free Trial
  • Testimonial Customer
  • Pembandingan antar Produk
  • Webinar atau Event
  • Kelas Kecil

Leads Anda mungkin telah membaca blog dan mendownload lead magnet Anda, namun Anda butuh konten yang membantu mereka memutuskan untuk membeli produk Anda atau produk kompetitor Anda.

Lihat bagaimana Salesforce.com memperlihatkan banyak testimoni dari customer mereka pada BOFO mereka untuk membuktikan produk mereka sesuai untuk leads mereka.

cm6

Salesforce.com memiliki banyak testimonial dari customer mereka yang ahli di berbagai bidang pada industrinya.

Anda bisa lihat gambar di bawah dari XERO accounting.

cm7

Apakah membuat Top of Funnel (TOFU) konten pada blog itu penting?

TENTU SAJA, Namun jika tidak membuat konten funnel yang lengkap, hanya akan membuat Anda mendapatkan hasil konten marketing yang mengecewakan.

Bagaimana? Apakah Anda sudah memahami cara mengubah cold traffic menjadi pembeli aktif? DigitalMarketer.id sangat antusias untuk mendengar pengalaman Anda pada kolom di bawah ini.

(Note: Anda bisa belajar lebih lanjut mengenai content marketing dan berbagai macam strategi digital marketing lainnya untuk mengembangkan omzet bisnis Anda >>>> Pelajari lebih lanjut tentang content marketing di sini)


Bagikan artikel ini
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>