Google UTM : Cara Menganalisis Traffic Postingan di Social Media

Cara Menganalisis Traffic Postingan di Social Media
11 Januari 2017
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Menganalisis traffic postingan di social media merupakan kegiatan yang menarik.

Terutama jika Anda suka melakukan share postingan blog atau website Anda di social media.

Tujuan dari menganalisis traffic postingan di social media sebenarnya sudah sangat jelas, Anda pasti ingin tahu berapa banyak traffic yang dihasilkan dan datang dari postingan tersebut.

Tapi terkadang orang-orang masih suka bingung. Bagaimana caranya untuk menganalisis traffic postingan mereka di social media.

Apakah Anda juga salah satunya?

Kalau begitu Anda telah berada di artikel yang tepat, kali ini Anda akan diajak untuk memahami sebuah tool online dari Google yang cukup mudah diakses dan digunakan.

Mari kita mulai saja pembahasannya!

Menganalisis Traffic Postingan di Social Media

Ada sebuah tool online dari Google yang bisa membantu Anda dalam menganalisis traffic postingan di social media, yaitu Google UTM.

Dengan menambahkan Google UTM (Urchin Tracking Module) Anda bisa mentracking parameter untuk link yang di-share, melihat traffic dari page post, group post, dan ads.

Apa Itu UTM?

Anda pernah mendengar tentang Google UTM?

UTM merupakan satu tool analisis online yang akan membantu Anda untuk membedakan sebuah sumber traffic dari yang lain.

Mungkin Anda suka share link yang sama untuk postingan blog Anda di semua platform social media Anda, tapi dengan menciptakan link yang unik dengan parameter Google UTM, Anda akan menemukan lebih banyak hal lagi tentang pembaca Anda.

Ini merupakan link khusus yang dicipatkan dan memungkinkan Anda untuk menidentifikasi URL, sehingga Anda bisa mentracking referral untuk blog post, opt-in, atau landing page yang Anda arahkan langsung ke orang-orang.

Dengan link UTM, Anda bisa mengantarkan orang ke URL landing page yang sama dari berbagai tempat yang berbeda.

Yang perlu Anda lakukan adalah menggabungkan URL dengan parameter UTM.

Link UTM membiarkan Anda untuk mentracking referral dari berbagai source seperti email newsletter Anda, Facebook ads, Twitter, LinkedIn, dan social media lainnya!

Catatan : Pastikan kalau Anda memiiliki akses Google Analytics di website Anda! Jadi, Anda bisa melakukan tracking untuk URL tersebut.

Cara Menggunakan Google UTM untuk Menganalisis Traffic Postingan

  1. Membuat Link Unik dengan Parameter UTM

Untuk mengatur link UTM, masuklah ke Google URL Builder. Tool ini memungkinkan Anda untuk menambahkan kunci sebagai tanda pengenal dalam URL, sehingga Anda bisa men-tracking campaign Anda di Google Analytics.

1

Misalkan, Anda menulis sebuah postingan di blog atau website dan Anda ingin men-sharingnya di Facebook.

Bukan hanya itu, Anda ingin menggunakan link tersebut dan mencantumkannya di email newsletter Anda dan di semua channel social media.

Begini caranya untuk menambahkan parameter khusus untuk URL Anda.

Langkah pertama adalah menambahkan URL dari postingan yang ingin Anda share ke Website URL box

2

Kemudian, isi platform social media (misalnya Facebook) dan sourcenya sesuai rencana Anda untuk share post tersebut pada bagian Campaign Source box.

Misalnya kalau Anda mau share postingan di Facebook group, Facebook page, dan Facebook Ad, Anda bisa menggunakan source untuk membuat URL unik dan dapat digunakan ke semua sumber traffic yang Anda inginkan.

Semua bagian bersifat pilihan, tapi yang perlu Anda ingat adalah bagian Campaign Name merupakan salah satu yang penting untuk diisi.

Ketika Anda meminta Google untuk menganalisis link ini, Anda pastinya ingin menggunakan nama yang unik untuk setiap URL yang Anda ciptakan.

Ini merupakan cara bagaimana Anda mengidentifikasi berapa banyak traffic yang akan Anda terima dari setiap link.

Misalnya Anda ingin menggunakan satu link dalam page post dan kemudian memboost page post untuk menghasilkan lebih banyak traffic ke blog post Anda.

Berikut ini contoh penggunaan FBAdsExpert sebagai nama campaignnya, berdasarkan pada target audiens dengan Facebook ad.

3

Saat Anda selesai mengisi pada bagian Campaign Name, Anda akan mempunyai URL unik yang dapat Anda sebarkan di Facebook page.

Sekarang, Anda juga bisa memboost postingan Anda dan meminta Facebook untuk mengirimkan lebih banyak orang untuk membaca postingan Anda.

4

Anda bisa melihat URL blog yang memiliki parameter di dalamnya. Isi pada box bagian terakhir dengan menulis FBAdsExpert. Ini yang akan Anda cari di Google Analytics.

Kalau Anda ingin mendapatkan database menggunakan link, Anda harus menciptakan URL baru untuk setiap platform social media dan memberikan nama yang baru.

Contohnya, mungkin Anda ingin menciptakan URL baru untuk LinkedIn. Anda bisa menamainya dengan LinkedInPost karena Anda akan menggunakan link ini di dalam postingan yang Anda update di LinkedIn.

5

  1. Mengakses Data Anda di Google Analytics

Sekarang, Anda sudah menciptakan link UTM khusus untuk digunakan, berikan Google beberapa hari untuk mengumpulkan data.

Kemudian, masuk ke Google Analytics Anda dan lihat seberapa baikkah link tersebut berjalan.

Untuk mengakses data di Google Analytics, Pilih Acquisition >> Campaigns >> All Campaigns.

6

Anda akan melihat campaign name untuk semua link UTM khusus yang Anda ciptakan untuk berbagai ads.

Dalam contoh ini, spot bagian atas menunjukkan FBAdsExpert. Saat Anda menciptakan link khusus, Google bisa menganalisis traffic postingan / data. Jadi Anda bisa tahu link mana yang kinerjanya paling baik.

Pastikan Anda untuk tetap mentracking semua link UTM yang Anda buat. Setelah menciptakan sebuah link, copy ke Google Doc atau spreadsheet.

Jadi Anda mempunyai semua link di satu tempat. Dokumen seperti ini akan sangat membantu kalau Anda menggunakan link UTM secara teratur untuk men-share konten Anda.

  1. Menggunakan Link UTM dengan Google Goals

Analisis campaign Anda dengan menggabungkannya dengan Google Goals untuk mentracking sumber traffic untuk semua konten Anda.

Google Goals akan mengambilalih link UTM Anda dan memungkinkan Anda untuk melakukan tracking op-tin setelah seseorang membaca postingan blog Anda.

Banyak marketer yang menyajikan upgrade terhadap konten atau lead magnet ke dalam postingan blog mereka.

Dengan menggabungkan link UTM dan Google Goals, ini akan menjadi sebuah kesempatan dan cara yang bagus untuk Anda dalam memperoleh uang dari setiap subscriber baru.

Anda juga bebas menentukan funnel, atau jalan yang akan subscriber ambil dari sumber traffic.

Gunakan gabungan 2 tools ini untuk membantu Anda dalam mentracking seberapa baik ads Anda telah berjalan.

Menggunakan link UTM adalah cara yang termudah untuk mentracking referral dari sumber yang berbeda, entah apakah itu berbayar atau free.

Fokuskan perhatian Anda pada ads dan engagement pada platform social media dengan strategi penggunaan konten yang tepat.

Bukan hanya itu saja, dengan menciptakan link UTM khusus Anda bisa menganalisis traffic postingan di social media.

Selanjutnya?

Kita sudah berada di penghujung artikel.

Yang bisa disimpulkan dari artikel kali ini adalah dengan menganilisis traffic postingan di social media, Anda akan tahu kira-kira langkah apa yang berikutnya harus Anda ambil untuk mengembangkan bisnis ke depannya.

Lalu pertanyaannya sekarang adalah apa yang akan Anda lakukan untuk selanjutnya?

Wawasan sudah bertambah, dan kini saatnya Anda untuk action. Jangan biarkan apa yang telah Anda ketahui tenggelam dalam memori ingatan!

Selamat mempraktikkan dan sampai jumpa di artikel lainnya!

Baca juga artikel menarik seperti :

banner-FB-tanpa-link-CTA

Bila Anda memiliki cerita menarik atau ingin berbagi pengalaman Anda dalam menganalisis traffic postingan di social media dan yang berhubungan dengan topik ini, sampaikan saja ke Digitalmarkerter.id dan pembaca lainnya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.


Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>