Belajar AcvtiveCampaign Bagian 2: Buat Sistem Otomatis dan Memilih Segmentasi

Headline AC
3 Juni 2015
Bagikan artikel ini

Beberapa waktu yang lalu, Anda telah berhasil membuat beberapa langkah menggunakan sistem email AutoResponder menggunakan ActiveCampaign. Ya, beberapa hal yang Anda pelari sebelumnya adalah hal-hal yang sangat basic, yakni melakukan sign-up, membuat list dan menambahkan kontak, membuat form untuk mendapatkan data, hingga membuat campaigns untuk list Anda di ActiveCampaign (baca dulu: Belajar Active Campaign Bagian 1: Pilihan Cerdas Membangun Sistem Autoresponder).

Setelah semua itu Anda lakukan, kini saatnya bagi Anda untuk melakukan hal-hal lain pada ActiveCampaign Anda. Karena, masih banyak hal yang harus Anda eksplore untuk meraih sejuta manfaat menggunakan ActiveCampaign.

Anda sudah siap? Pembahasan kita kali ini kita akan bersama-sama belajar bagaimana melakukan pengecekkan laporan email, membuat sistem automations untuk list Anda, dan yang terpenting yakni membuat segmentasi pada list yang Anda miliki.

Tanpa panjang lebar, simak baik-baik setiap tahapan dan segera praktekkan pada ActiveCampaign Anda:

5. Melakukan Pengecekkan Laporan Email Anda

Setelah mengirimkan ke email list, bagaimana mengetahui jika itu benar-benar sangat efektif? Tenang saja, Anda juga dapat melakukan pelacakan terkait dengan hal ini. Untuk mengetahuinya, di bagian atas klik Reports dan pilih campaign yang ingin Anda lihat laporannya.

ActiveCampaign 1

Anda dapat melihat laporan email yang dibuka oleh List Anda berdasarkan hari atau jam. Jika Anda melihat laporan berdasarkan waktu tertentu, maka Anda akan tahu jam berapa orang banyak membuka email Anda. Misalnya seperti contoh di atas, campaign banyak dibuka pada jam 07.00 , 08.00 , 13.00 , 18.00 , 19.00 dan 23.00. Sehingga, untuk selanjutnya jika Anda ingin kembali melakukan campaign, Anda dapat mengukur jam berapa Anda harus mengirimkan email agar email Anda tidak tertimpa email lain di email list subscriber Anda.

Jika Anda menaruh button yang berisikan link dan memungkinkannya untuk bisa di klik, Anda dapat mendapat laporan berapa banyak orang yang melakukan klik pada button Anda. Sehingga, jika open rate tinggi, namun jarang yang melakukan klik. Maka, Anda perlu memerhatikan kembali desain email yang Anda kirimkan.

6. Membuat Sistem Automations untuk List Anda

Setelah sebelumnya Anda mengerti bagaimana cara mengirimkan single campaign ke List Anda, sekarang DigitalMarketer.id akan menjelaskan tools yang menjadi kelebihan ActiveCampaign ketimbang email marketing tools lainnya. Automations berguna untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kondisi yang sudah kita atur sebelumnya. Sebagai contoh, jika penerima email membuka email, maka akan ada email selanjutnya yang akan dikirim.ActiveCampaign 2

Automation adalah sebuah sistem yang kita bangun sehingga kita dapat memilih kapan email list masuk ke automation yang sudah kita buat.

ActiveCampaign 3

Di sini, terdapat 16 cara bagaimana email yang ada pada list kita masuk ke automation yang kita buat.

Setelah Anda memilih bagaimana memasukan email list. Sekarang, saatnya bagi Anda memilih List di mana automation ini akan dijalankan. ‘Runs’ berguna untuk memberitahu Anda berapa kali automation ini dijalankan pada email yang sama Bagian ini juga terdapat Segment, yang juga akan DigitalMarketer.id    bahas pada bagian setelah ini.

ActiveCampaign 4

Setelah Anda memulai automation, sekarang waktunya Anda membangun sistem email marketing yang Anda miliki. Caranya cukup mudah, yaitu tinggal drag dan pindahkan komponen bagian kanan ke dalam automations. Jika sudah selesai, Anda hanya perlu mengaktifkan automation dengan membuat bagian ‘Active’ di kanan atas.

ActiveCampaign 4

7. Membuat Segmentasi pada List yang Anda Miliki

Beberapa kali di bagian Campaign dan Automation, maka Anda akan menemui Segment. Segment ini dapat membuat sebuah kondisi di mana kondisi tersebut dipengaruhi dengan kondisi lainnya. Sebagai contoh, kondisi di mana penerima email tidak membuka emailnya, tidak melakukan click pada link, dan lainnya. Sehingga dalam satu List yang sama, tidak semua email pada list tersebut akan menerima email. Hanya orang yang memenuhi kondisi segment kita akan menerima email tersebut.

ActiveCampaign 6

ActiveCampaign 7

Bagaimana, cukup menarik bukan? Cermati setiap tahapan-tahapan di atas, dan segera praktekkan pada ActiveCampaign Anda. Jangan kira, pembahasan tentang ActiveCampaign akan berakhir sampai di sini. Tidak, hal-hal di atas tidak cukup untuk membuat Anda merasakan segala manfaat AutoResponder menggunakan ActiveCampaign. Pada pembahasan selanjutnya, kita akan belajar bersama tentang sistem penawaran untuk produk Anda dan juga menaruh tracking pada email yang Anda kirimkan.

Sebelum melangkah pada kedua hal tersebut, Anda harus benar-benar menyimak dan mempraktekkan setiap tahapan secara runtut. Jika Anda dapat mengikuti setiap tahapan dengan benar, maka sudah pasti profit bisnis Anda akan meroket hanya dengan bantuan ActiveCampaign. Jangan lupa, isi kolom komentar di bawah apabila Anda ingin berbagi pendapat tentang ActiveCampaign. DigitalMarketer.id akan sangat antusias mendengar cerita Anda.

Lebih Mudah Membuat Sistem AutoResponder dengan ActiveCampaign

“ActiveCampaign menawarkan banyak kemudahan dalam membangun AutoResponder dengan berbagai pilihan template menarik, mengirimkannya ke list email dengan berbagai kondisi, bahkan hingga melakukan segmentasi pada email List Anda. Semuanya dapat Anda temukan ketika Anda menggunakan ActiveCampaign.

KLIK DI SINI untuk mulai membuat Sistem AutoResponder Anda di Active Campaign


Bagikan artikel ini

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>