Tips Menggunakan Content Video untuk Memasarkan Bisnis ke Social Media Anda

Tips Menggunakan Content Video untuk Memasarkan Bisnis ke Social Media Anda
8 Maret 2017

Menggunakan video untuk memasarkan bisnis Anda di social media merupakan tren di tahun 2017.

Selain image, broadcast melalui aplikasi chating, menggunakan video sebagai cara memasarkan bisnis akan menjadi menyenangkan jika Anda tahu cara yang tepat.

Dan memahami tipe video apa yang paling bekerja di setiap jaringan social akan membantu Anda untuk menciptakan strategi video yang dapat terorganisir dengan baik.

Artikel kali ini akan membahas dan menyajikan tips serta langkah-langkah yang tepat kepada Anda tentang bagaimana cara menggunakan video untuk memasarkan bisnis di social media.

Penasaran? Mari segera kita mulai!

Menggunakan video untuk memasarkan bisnis Anda? Berikut ini Ada Tipsnya!

1. Memproduksi Video yang Tepat untuk Setiap Platform Social

Setiap jaringan sosial memiliki peluang masing-masing untuk content video. Sebelum memutuskan untuk menggunakan video dan mempostingnya di setiap platform, berkomitmenlah untuk menguasai video pada 1-2 jaringan terlebih dulu.

Anda bisa dengan mudah menggabungkan video ke dalam content social media Anda, caranya dengan menampilkan content bisnis terbaik Anda untuk setiap platform.

Facebook

Sebagai raksasa social media, Facebook menjadi salah satu platform yang meyajikan video.

Sebuah laporan menemukan bahwa pengguna Facebook menonton sekitar 100 juta jam video setiap hari dan total view videonya mencapai 8 miliar setiap harinya.

Ketika Anda berencana untuk membuat content video untuk Facebook, pahamilah apa yang paling diminati oleh viewer Facebook.

Caption merupakan bagian yang penting pada video karena sebagian besar pengguna Facebook biasanya menonton video tanpa suara.

Caption sangat ideal jika seseorang menonton di tengah keramaian seperti di dalam kereta dan bus atau di suasana yang sepi seperti di perpustakaan.

Selain itu, banyak viewer akan mencerna content yang lebih akurat dengan membaca daripada mendengarkan.

Di 2016, Facebook menambahkan caption otomatis untuk video ads dan video yang diposting pada page.

Fitur Facebook ini didasarkan pada software pengenalan suara. Anda mungkin ingin mereview dan menggunakan teks untuk memastikan keakuratannya.

Di dalam screenchot video dari Chargeasap di bawah ini, ukuran teks dan kontras dengan background membuat caption mudah dibaca.

ay-video-captions-with-sound-off

Pengguna Facebook juga suka dan menikmati live video. Facebook Live video lebih ditonton 3 kali lebih banyak dari content video yang biasa.

Viewer tahu kalau live video itu lebih alami dan tidak banyak diedit, sehingga Anda dapat membuat video tanpa perlu mengeluarkan anggaran yang besar untuk tim produksi.

Gunakan live broadcast untuk menjaga viewer saat itu juga dengan sharing kegiatan behind the scenes pada event Anda, mendemonstrasikan produk baru, dll.

ay-facebook-live-cooking-demonstration-video

Content video di Facebook memiliki umur yang pendek kalau video tersebut tidak menjadi viral dan dishare oleh pengguna Facebook.

Sedangkan content video yang durasinya lebih panjang akan lebih cocok untuk jaringan seperti YouTube.

Instagram

Di Instagram, Anda bisa menggunakan video untuk memasarkan bisnis melalui story atau memposting video ke feed Anda.

Dengan Instagram Stories, Anda bisa stream live video atau memposting klip 10 detik. Video Anda akan ada di story selama 24 jam. Video yang diposting ke feed durasinya bisa sampai 1 menit.

Karena panjang video di Instagram sangat terbatas, rencanakan untuk membuat video yang singkat. Di Instagram, buatlah video yang cepat serta mudah dimengerti dan to the point.

Pastikan kalau call to action Anda jelas serta ringkas dan caption Anda mensupport story dalam content video Anda, bukan malah menyainginya.

Video Training Nike ini adalah contoh yang bagus karena menarik perhatian dengan pesan yang to the point dan captionnya membantu.

Pengguna Instagram melakukan share sekitar 95 juta postingan perhari dan menghabiskan rata-rata 21 menit perhari.

Artinya, orang-orang melakukan scrolling dengan cepat pada feed mereka. Untuk mengatur video Instagram agar sukses, pilih thumbnail yang menarik perhatian. Seperti contoh di bawah ini.

ay-playdoh-instagram-video

YouTube

YouTube adalah tempat terbaik untuk content (news atau instant video). Faktanya, YouTube harus menjadi tempat dimana content video premium Anda bersinar.

Meskipun platform memang memiliki live video streaming, pada akhirnya, kualitas video lebih penting untuk YouTube, terutama karena video di channel Anda bisa merekomendasikan pengguna lain untuk menonton content yang serupa.

Video marketing YouTube seringkali memiliki bounce rates yang tinggi karena terlalu membosankan atau garing.

Untuk meningkatkan YouTube marketing Anda, buat orang penasaran melalui storytelling.

Sebagai contoh, Zendesk menggunakan grafik yang simple dan narasi yang kuat saat memperkenalkan produk.

Di YouTube, content diperlukan untuk menjaga engagement dengan pengguna sampai ke tahap call to action atau penjualan.

Anda tidak perlu terburu-buru dengan batas waktu Anda karena Anda juga harusĀ  pertimbangkan engagement sosial.

Fokuskan diri Anda untuk mengedukasi audiens sebelum Anda mulai shooting video. Keterburu-buruan dan editan video yang buruk hanya akan membuat pengguna mengklik tombol back.

Video berkualitas tinggi dapat menahan perhatian pengguna dan mengarahkan traffic ke page Anda yang paling penting.

2. Menentukan Goal untuk Content Video Anda

Ketika Anda mulai menciptakan strategi content video Anda, pertama, Anda harus tahu tujuan dari pembuatan video untuk brand Anda.

Apakah untuk meningkatkan brand awareness? Ada komponen edukasinya? Apakah Anda mau lebih ke arah promosi atau membuat content yang bernilai berita?

Sebelum memulai, pikirkan tentang apa yang Anda ingin raih dari kegiatan menginvestasikan waktu dan resource dalam menciptakan content video.

Beberapa dari metric penting yang perlu dipertimbangkan termasuk :

  • Traffic situs
  • View count
  • Shares
  • Video completion
  • Brand awareness
  • Lead generation
  • Retensi customer

Setelah Anda menetapkan goal Anda, rencanakan jenis content apa yang akan Anda buat untuk mencapai goal tersebut.

Menggunakan video untuk memasarkan bisnis Anda tidaklah cukup jika hanya sekali pembuatan video dan menyebarkannya.

Anda perlu berpikir untuk tema campaign selanjutnya dan pastinya harus menguji apa yang telah Anda buat.

Intinya adalah Anda harus konsisten.

3. Mengembangkan Tema atau Format yang Konsisten

Hal yang bagus adalah memiliki tema atau pesan untuk content Anda. ketika Anda tahu tujuan dari content yang Anda kejar, pikirkan tema yang dapat digunakan untuk content video Anda.

Sebagai contoh, BuzzFeed Tasty telah merumuskan kembali content resep. Video yang mudah ditangkap dan cepat menjadi content yang mengedukasi, mendorong brand awareness, dan fokus pada share.

ay-facebook-video-tasty

Sedangkan perusahaan industri dan peralatan kantor 3M menggunakan Instagram untuk memposting video Boomerang dengan tujuan membangun hype untuk proyek yang akan datang.

Sebagian besar content 3M itu behind the scenes dan menunjukkan kepada viewer bagaimana produk dibuat melalui klip pendek.

Menciptakan sebuah tema membantu Anda untuk tahu apa yang diharapkan oleh pengguna dan kemudian mewujudkannya ke dalam bentuk content video.

Jangan hanya memilih video dengan tema yang tidak jelas. Lakukan analisis tentang jenis video yang disukai oleh audiens.

Anda bisa menemukan informasi itu melalui analisis content video yang pernah Anda publikasi, menganalisis pesaing, atau survei customer.

4. Menginvestasikan Peralatan yang Tepat untuk Budget Anda

Yang menyebabkan brand mengalami kondisi stuck untuk memproduksi video untuk social media adalah cost.

Kamera, mikrofon, lighting, dan peralatan editing bisa menjadi tambahan untuk cost. Kalau Anda tidak hati-hati, video bisa merugikan Anda, terutama pada bagian dana.

Anda bisa menghemat dana tanpa harus mengorbankan kualitas. Untuk pemula, Anda bisa in-house filming, karena perusahaan produksi bisa menguras biaya Anda.

Periksa pilihan untuk menyewa atau gunakan peralatan Anda sendiri, itu jauh lebih baik.

Sebagai contoh, ada sebuah video yang menjelaskan bagaimana menciptakan pengaturan lighting Anda sendiri dengan biaya sekitar $100.

Berikut ini ada hal-hal yang penting untuk menshooting video berkualitas untuk bisnis Anda.

  1. Kamera terjangkau : kamera pada smartphone merk tertentu sudah bagus untuk merekam video. Jangan buang uang Anda dengan membeli kamera baru ketika Anda memiliki smartphone yang sangat berguna dalam saku Anda.
  2. Lighting kit yang simpel : pencahayaan yang bagus merupakan hal penting ketika Anda melakukan syuting video. Investasikan uang Anda ke lighting kit yang standar atau buat sendiri.
  3. Mikrofon yang berkualitas : jika Anda penah melihat sebuah iklan low-budget yang membuat Anda ngeri, bisa jadi karena pencahayaan yang buruk dan mikrofon murah. Belilah mic yang berkualitas, jangan menggunakan mic pada smartphone Anda.
  4. Tripod : video Anda harus stabil dan jelas. Untungnya, ada beberapa tripod yang dibuat untuk smartphone juga.
  5. Software untuk mengedit : ada software video editing yang tersedia secara gratis dan terjangkau. Aplikasi smartphone seperti Videoshop dan Splice memberikan Anda kemudahan dalam mengedit.

ay-splice-app

Video yang bagus pastinya harus mengetahui apa yang audiens inginkan dan gunakan waktu sebaik mungkin dan terus melakukan upaya untuk memproduksi video.

Siap untuk Mulai Membuat Video?

Menggunakan video untuk memasarkan bisnis adalah bagian dari strategi marketing di social media.

Dan manfaatkan tren video di tahun ini untuk mengembangkan bisnis Anda menjadi lebih besar lagi!

Yang terpenting adalah praktik. Jangan biarkan wawasan yang telah Anda peroleh tenggelam begitu saja dalam benak tanpa diwujudkan ke dalam bentuk action!

Semoga bermanfaat dan sampai bertemu lagi!

Baca juga artikel menarik lainnya seperti :

banner-FB-tanpa-link-CTA

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik atau pengalaman dalam menggunakan video untuk memasarkan bisnis, sampaikan saja ke Digitalmarkerter.id dan pembaca lainnya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.

Related Posts