Cara Membuat Strategi Marketing Social Media dari Awal

Cara Membuat Strategi Marketing Social Media dari Awal
23 November 2016

Memikirkan strategi marketing untuk social media pada awalnya sangat membingungkan.

Ibaratnya seperti Anda seseorang yang pemula dan melakukan aktivitas memanjat tebing untuk pertama kalinya.

Anda mungkin tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Anda dan teman Anda masih sangat newbie tentang tali-menali, rappelling, serta teknik untuk memanjat tebing. Anda melihat orang lain dapat melakukannya dengan baik.

Dalam pikiran, Anda akan merasa sangat senang jika berhasil mencapai puncak dari panjat tebing, tetapi Anda tidak mengerti bagaimana cara untuk mencapainya.

Hal ini sama halnya dengan strategi marketing untuk social media.

Jika Anda memulai dari nol, akan terasa mendebarkan serta luar biasa.

Anda tahu apa yang ingin Anda lakukan dan kenapa. Anda dapat melihat orang lain telah memanjat gunung social media dan Anda memiliki beberapa ide bagaimana menuju ke sana sendiri.

Anda perlu yang namanya rencana.

Artikel kali ini akan mengajak Anda untuk mengetahui cara membuat strategi marketing untuk social media yang pastinya akan membantu Anda dalam mengembangkan bisnis, terutama bagi Anda yang ingin mencoba dari offline ke online.

Mari kita mulai pembahasannya.

Rencana Marketing Social Media

Mulai dari dasar sampai pada tahap membangun, berikut ini adalah bentuk keseluruhan dari cara membuat rencana social media marketing.

Bentuk rencananya itu seperti perjalanan, mulailah dengan mengarahkan diri Anda ke jalan yang benar, kemudian pilih cara Anda akan sampai di sana, check-in secara teratur untuk memastikan Anda berada di jalur, dan bersenang-senang sepanjang perjalanan.

Langkah 1 : Pilih jaringan sosial Anda

Langkah 2 : Isi semua profil Anda secara lengkap

Langkah 3 : Temukan voice dan tone Anda

Langkah 4 : Pilih strategi postingan Anda

Langkah 5 : Analisis, tes, dan iterate

Langkah 6 : Mengotomatisasi, engage dan dengarkan

Langkah 1 : Pilih Jaringan Sosial Anda

jaringan-sosial

Bagi Anda yang baru ingin beralih dari bisnis offline ke online, mungkin diantara Anda sudah memiliki data base customer, bisa berupa alamat atau nomor telepon yang bisa dihubungi. Data ini bisa Anda keep dan kembangkan setelah Anda membaca artikel ini.

Untuk masa peralihan dari bisnis offline ke online, Anda bisa melakukan riset lebih lanjut tentang mereka. Caranya? Bisa dimulai dengan menentukan social media.

Sekarang ini social media sudah banyak sekali jenis jaringannya. Masing-masing jaringan memiliki keunikan, dengan praktik terbaik, gaya sendiri, dan audiens sendiri.

Anda harus memilih jaringan sosial yang cocok dengan strategi dan goal ingin Anda capai di social media.

Anda tidak perlu menggunakan semua jaringan sosial, pilih yang menurut Anda paling penting dan dapat membangun engagement dengan audiens.

Ada beberapa yang perlu dipertimbangkan, agar nantinya dapat membantu Anda bukan hanya memilih jaringan sosial mana yang perlu dicoba tetapi juga berapa kali Anda harus mencobanya.

Waktu – Berapa banyak waktu yang dapat Anda berikan untuk jaringan sosial? Untuk di awal, Anda cukup menyediakan waktu 1 jam / hari.

Sumber – Personil dan skill apa yang harus Anda miliki? Jaringan sosial virtual seperti pinterest dan Instagram memerlukan gambar dan foto. Jejaring sosial seperti Google+ menekankan kualitas konten. Apakah Anda memiliki sumber untuk menciptakan apa yang dibutuhkan?

Audiens – Dimana customer potensial Anda suka berkumpul? Jejaring sosial mana yang memiliki demografi yang tepat?

Untuk penutup dari langkah pertama ini, Anda dapat mereferensikan penelitian audiens dan demografi dari survei seperti yang dilakukan oleh Pew Research.

Misalnya, Pew memiliki data lengkap, dari demografi untuk Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, dan LinkedIn.

Langkah 2 : Isi Semua Profil Anda Secara Lengkap

Salah satu situs yang sering melakukan cek bulanan terhadap isi website mereka adalah Buffer.

Ada yang bertugas untuk mengunjungi masing-masing profil social media Buffer dan memastikan bahwa avatar, meliputi foto, bio, serta info profil sudah up-to-date dan lengkap.

Ini adalah bagian kunci untuk pemeriksaan social media mereka.

Profil yang diisi secara lengkap menunjukkan profesionalisme, melekatkan branding, dan sebagai sinyal kepada pengunjung bahwa Anda serius tentang enganging.

Untuk visual, Anda perlu menjadi lebih konsisten dan memfamiliarkan visual Anda dengan visual yang akan gunakan di social media.

Misalnya avatar Anda pada Twitter dicocokkan dengan avatar pada Facebook. Cover foto Anda di Google+ dapat dibuat mirip pada cover LinkedIn.

visuals

Untuk membuat gambar-gambar ini, Anda perlu mengetahui ukuran grafik gambar social media yang akan menunjukkan rincian tepat dari dimensi untuk setiap foto pada setiap jaringan.

Anda dapat menggunakan tool seperti Canva untuk memudahkan pembuatan serta menghemat waktu. Tool ini dilengkapi dengan prebuilt template yang akan mengatur ukuran tepat untuk gambar Anda.

Screen-Shot-2014-07-15-at-4.27.22-PM

Untuk teks, area yang perlu Anda kustomasi adalah bagian bio/info. Membuat bio social media yang professional dapat dipecah menjadi 6 aturan sederhana.

  1. Tampilkan : kalimat “Apa yang telah saya lakukan” bekerja jauh lebih baik dari “Siapa saya”.
  2. Menyesuaikan keyword dengan audiens Anda.
  3. Bahasa tetap segar : hindari istilah-istilah.
  4. Menjawab pertanyaan dari follower potensial Anda : “Apa untungnya bagi saya?”
  5. Jadilah lebih personal dan ramah.
  6. Sering melakukan kunjungan lagi.

Langkah 3 : Temukan Voice dan Tone Anda

voice

Anda mungkin tergoda untuk langsung terjun dan mulai berbagi. Hanya satu langkah lagi sebelum Anda melakukannya.

Terjun ke dalam social media akan lebih fokus dan langsung kepada titik sasaran jika Anda memiliki voice dan tone untuk “memukul” konten Anda.

Untuk melakukannya, Anda bisa menghabiskan waktu dengan mencari tahu persona marketing dan memperdebatkan poin-poin penting dari pernyataan misi Anda serta data customer dengan partner kerja Anda.

Hal itu memang bagus. Namun, rencana marketing social media Anda baru menjalankannya proses ini dari bawah, Anda dapat membuat proses ini sedikit lebih mudah.

Mulai dengan pertanyaan seperti ini :

Jika brand Anda adalah orang, seperti apa kepribadian yang ia miliki?

Jika brand Anda adalah orang, apa hubungan mereka ke konsumen? (sebagai coach, teman, guru, etc)

Jelaskan secara adjektif yang bukan termasuk dari personality perusahaan Anda

Apakah ada perusahaan lain yang memiliki personality yang mirip dengan perusahaan Anda? Pada bagian apa yang mirip?

Bagaimana Anda ingin customer melihat perusahaan Anda?

Pada akhir pelatihan ini, Anda harus bisa menyampaikan secara adjektif yang mendeskripsikan voice dan tone dari marketing Anda.

Pertimbangkan hal ini untuk menjaga agar Anda tetap pada track : Voice adalah pernyataan misi, sedangkan tone adalah pelaksanaan misi tersebut.

MailChimp telah membuat sebuah situs web mandiri hanya untuk voice dan tone. Berikut adalah contoh bagaimana mereka menerapkan kualitas ini dalam komunikasi mereka :

Screen-Shot-2014-04-12-at-1.26.37-PM

Kembangkan voice yang menyenangkan customer Anda, maka customer Anda akan senang untuk menyebarkan cerita tentang Anda.

Langkah 4 : Pilih Strategi Postingan Anda

Berapa banyak jumlah post yang akan dipublikasikan perhari? Seberapa sering seharusnya Anda mengepost? Kapan waktunya Anda harus mengepost?

Jawaban dari berbagai pertanyaan ini : Tergantung.

Kebanyakan, social media experience itu tentang audiens Anda secara individual dan niche.

Apa yang dapat bekerja untuk Anda mungkin tidak bekerja untuk orang lain, dan Anda tidak pernah tahu sampai Anda mencobanya sendiri.

Seperti yang pernah dikatakan, ada beberapa data dan wawasan yang bagus dimana untuk memulainya.

Berikut ini ada beberapa hal bagus yang perlu Anda perhatikan.

Social-Media-Posting-Strategy

Apa yang Harusnya Anda Posting?

Gambar yang ideal

Ini lebih ke arah visual content. Saat Anda menelusuri Facebook dan Twitter, Anda akan cenderung melihat banyak gambar.

Postingan yang berupa gambar cenderung akan dilihat, diklik, reshare, dan mendapat like yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis postingan lainnya.

Di Facebook, foto mendapatkan 53% lebih banyak like, 104% lebih banyak pada komentar dan 84% akan lebih diklik (dibandingkan dengan postingan yang berbasis teks).

Hal ini juga berlaku pada Twitter. Dalam sebuah penelitian, lebih dari 2 juta tweets dari pengguna yang terverifikasi di sejumlah industri yang berbeda, Twitter menemukan bahwa orang akan cenderung untuk melakukan retweet jika sebuah post berisi foto.

  • Foto akan mendapat 35% boost dalam Retweets
  • Video mendapat 28% boost
  • Quotes mendapat 19% boost
  • Nomor mendapat 17% boost
  • Hastag mendapat 16% boost

visual-content

Strategi 4:1

Sekarang Anda tahu apa yang dapat bekerja dengan baik, Anda dapat menempatkan berbagai tipe updatean yang berbeda ini ke dalam strategi yang konsisten.

Begini cara kerja sistemnya :

Mulailah dengan 5 tipe dasar update yang akan Anda posting : Links, gambar, kutipan, reshare, updatean teks.

4-1-system 1

Pilih updatean “utama”, satu tipe yang akan banyak Anda share.

Buat rasio 4: 1 untuk sharing : untuk setiap 4 updatean “utama”, publiskan 1 tipe yang berbeda untuk variasi.

4-1-system

Dengan cara ini, follower Anda tahu apa yang diharapkan dari Anda, dan Anda dapat mempertajam cara sharing Anda untuk jenis updatean tertentu, sehingga akan menjadi lebih mudah untuk menyempurnakannya dan bereksperimen.

Catatan: Anda mungkin tidak ingin memposting update yang sama persis di setiap jaringan sosial Anda.

Pertimbangkan hal ini. Tulislah updatean Anda dengan cara yang unik untuk setiap jaringan sosial.

Seberapa Sering Anda Harus Posting?

Ada banyak data yang menarik di luar sana tentang seberapa sering untuk mengirimkan post ke social media.

Beberapa faktor mungkin akan mempengaruhi frekuensi sharing Anda, termasuk industri Anda, jangkauan Anda, sumber, dan kualitas dari updatean Anda.

Jika orang menyukai updatean Anda, Anda dapat lebih sering melakukan postingan.

how-oftenKapan Anda Harus Posting?

Ada banyak tools yang dapat membantu Anda untuk mengetahui waktu yang terbaik ketika Anda ingin mengepost di jejaring sosial.

Tools ini akan mencari histori follower dan histori postingan Anda untuk melihat kapan audiens Anda online dan kapan waktu yang terbaik untuk mensharing histori postingan Anda.

Jadi apa dapat dilakukan oleh orang yang baru menyentuh jaringan sosial, dengan situasi ia tidak memiliki audiens dan histori?

Ini saatnya Anda untuk praktik. Berikut ada penelitian mengenai petunjuk kapan waktu yang tepat untuk mengepost.

  • Facebook – hari kerja 1-4 pm dan 2-5 pm
  • Twitter – hari kerja 1-3 pm
  • LinkedIn – Selasa, Rabu, dan Kamis 7-8:30 am dan 5-6 pm
  • Instagram – hari kerja 5-6 pm dan 8:00. Pada hari Senin dengan spot terbaik di 6 pm
  • Tumblr – hari kerja 7-10 pm dan pada hari Jumat 4 pm
  • Pinterest – hari kerja 2-4 pm dan akhir pekan 8-11 pm (akhir pekan menjadi waktu yang paling baik)
  • Google+ – hari kerja 9-11 am

optimal-times

Langkah 5 : Analisis, Tes, dan Iterate

Anda masih ingat tentang social media sharing menjadi sangat individu, dan harus melakukan upaya tertentu?

Statistik Anda akan mempertegas hal ini.

Semakin Anda melakukan posting, semakin Anda akan menemukan yang konten, waktu, dan frekuensi yang tepat untuk postingan Anda berikutnya.

Bagaimana Anda akan tahu? Yang harus Anda lakukan adalah mendapatkan reporting tool.

Sebagian besar jaringan sosial utama memiliki analisis dasar yang membangun situs. Sedikit lebih mudah untuk mencari dan menemukan informasi ini dari sebuah dashboard yang mencakup segala.

Anda bisa menggunakan Google url shortener. Salah satu dari tools yang disediakan Google ini bukan hanya dapat mempersingkat link web yang panjang, tetapi juga Anda dapat memantau secara cukup spesifik berapa orang yang klik.

GS

Bukan hanya itu saja, Anda akan dapat melihat secara spefisik dari orang yang mengakses website Anda.

detail gs - Copy

Atau Anda juga dapat menggunakan Google Analytics dan Google Tag Manager yang bukan hanya akan membantu Anda untuk mengetahui secara spesifik jumlah orang yang mampir ke situs Anda tetapi juga dapat mentracking bisnis Anda.

Untuk menganalis, berikut langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan.

Menetapkan Benchmark.

Setelah dua minggu atau satu bulan sharing, Anda dapat mengecek statistik Anda dan menemukan rata-rata jumlah klik, share, like, dan komentar pada setiap post.

Ini akan menjadi patokan Anda ke depan. Anda dapat kembali mengecek statistik dan memperbarui angka-angka ini setiap saat Anda berkembang.

Uji Sesuatu yang Baru.

Jadilah terbuka dan jangan takut mencoba sesuatu yang baru.

Biasanya DigitalMarketer.id akan melakukan pengecekan. Apakah cover di Facebook sudah sesuai? Apakah kapitalisasi penting pada setiap post? DigitalMarketer.id juga siap untuk mendengar masukan-masukan ide dari para pengunjung situs atau member. Ide yang didapat kemudian disaring dan didiskusikan kemudian segera akan dicoba.

Apa Itu Bekerja?

Cek statistik dari test versus untuk statistik yang sudah menjadi patokan Anda.

Jika tes perfomanya baik, maka Anda dapat mengimplementasikan perubahan ke dalam strategi yang reguler. Dan sekali tes selesai, cobalah tes sesuatu yang baru!

Add-text - Copy

Langkah 6 : Mengotomatisasi, Engage dan Dengarkan

Bagian akhir dari rencana marketing social media adalah memiliki sistem yang dapat Anda ikuti untuk membantu Anda tetap update dan terlibat dengan komunitas Anda.

Mulai dari mengotomatisasikan updatean Anda. Anda dapat mencoba Infusionsoft untuk memudahkan Anda dalam mengotomatisasi semua kegiatan manual yang biasa Anda lakukan.

Rencana Anda tidak berakhir hanya di bagian otomatisasi. Social media juga membutuhkan keterlibatan/engagement.

Ketika orang berbicara dengan Anda, tanggapilah mereka.

Sisihkan waktu siang hari Anda untuk ikut dalam sebuah percakapan yang terjadi di social media.

Lakukan percakapan dengan customer potensial, referensi, teman, dan kolega. Mereka terlalu penting untuk diabaikan.

Salah satu cara untuk tetap up pada semua percakapan yang terjadi di sekitar Anda dan perusahaan Anda adalah untuk menciptakan sebuah sistem untuk mendengarkan.

Tool seperti Zendesk dan Zopim akan membantu Anda untuk berinteraksi dengan para customer potensial, referensi, teman, dan kolega.

Jadi Apa yang akan Anda Share?

Mempersiapkan diri dengan membuat rencana marketing adalah sebuah langkah besar sebelum Anda mulai terjun bebas ke dalam dunia social media.

Setelah melihat blue-print di depan Anda, maka Anda juga sudah mendapatkan gambaran ke depan tentang apa yang dapat dilakukan selanjutnya.

Bagi cerita dan pengalaman Anda tentang menjelajahi social media dengan DMID dan para pembaca lainnya. Anda dapat menuliskannya di kolom bawah ini!

Related Posts