9 Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Social Media Marketing dan Perlu Diperhatikan Oleh Para Marketer

kesalahan yang sering terjadi di social media marketing
31 Agustus 2017
Bagikan artikel ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Bagikan artikel ini :

Banyak brand bisnis yang menggunakan social media untuk kegiatan marketing mereka.

Dan seperti yang kita tahu, social media merupakan sebuah tool yang powerful untuk para marketer untuk berhubungan langsung dengan audience.

Social media juga memberikan data bisnis yang sangat banyak dan juga membantu kita untuk menargetkan customer ideal untuk bisnis.

Misalnya seperti LinkedIn yang menawarkan banyak sekali data pekerja, Facebook dan Instagram memberikan informasi demografis yang detail untuk para marketer.

Ada banyak brand yang berhasil dan sukses menggunakan social media marketing.

Bukan hanya itu saja, para marketer dari brand yang sukses ini menggunakan social media untuk tetap terhubung dengan target audience mereka.

Tapi tidak sedikit juga marketer yang berjuang dengan sekuat tenaga untuk melakukan social media marketing tapi gagal.

Sekarang pertanyaannya adalah apa sih yang membuat mereka gagal?

Mungkin saja secara tidak sadar mereka melakukan salah satu kesalahan social media marketing!

Apa saja kesalahan yang sering terjadi di social media marketing?

Terus simak artikel ini sampai akhir agar Anda menemukan jawabannya!

Mari kita mulai pembahasannya!

Kesalahan yang Sering Terjadi di Social Media Marketing

  1. Terlalu Banyak Menggunakan Platform

1

Mungkin Anda pernah dengar kalimat kalau mau menjadi seseorang yang expert, Anda harus sering praktik dan fokus.

Itu memang benar untuk kebanyakan kegiatan marketing, termasuk untuk social media marketing.

Tapi untuk bisnis dengan tim marketing kecil harus menghindari penggunaan platform social media yang terlalu banyak.

Kenapa? Nanti tim marketing Anda akan kewalahan untuk mengurus pemasaran bisnis Anda.

Jadi untuk mencapai goals bisnis, sebaiknya cukup menggunakan satu atau dua platform dulu dan pelajari lebih dalam platfrom tersebut.

Di Facebook sendiri, ada 300 juta foto yang terupload setiap harinya. Setiap 60 detik, ada 510.000 komen yang terposting dan lebih dari 100.000 status diupdate.

Untuk menjalankan social media marketing, kita butuh seseorang yang bisa meng-handle semua kebisingan yang ada di platform.

Tapi kita harus tahu kalau skill yang seperti ini memang dipelajari namun butuh waktu dan fokus.

Dengan memilih platform social media yang tepat, walaupun Anda hanya memiliki tim marketing yang kecil, nantinya skill tim Anda akan berkembang dan mereka akan mampu meng-handle beberapa platform sekaligus.

  1. Mengabaikan Follower yang Loyal

2

kesalahan yang sering terjadi di social media marketing berikutnya adalah mengabaikan follower yang loyal.

Masih banyak orang yang suka menyepelekan hal ini.

Mereka mungkin berpikir, “halah cuma follower ini.”

Hei! Tahukah Anda kalau follower yang setia ini, yang loyal ini bisa membawa orang lain, dan ini sangat valuable!

Sebuah bisnis brand harus ingat untuk merangkul follower mereka di social media.

Misalkan saja Anda bisa memberikan reward kepada mereka yang secara konsisten terlibat dengan content Anda, terutama mereka yang suka share content Anda.

Tidak perlu reward yang wah! Cukup dengan memberikan ucapan terima kasih khusus untuk mereka di social media.

Mereka bukan hanya merasa senang, tapi juga berpotensi untuk memberikan support mereka terhadap brand bisnis Anda.

  1. Meng-copy Voice dari Brand Lain

3

Voice yang dimaksud bukan soal jingle, efek suara, logo audio atau segala sesuatu aspek suara dari sebuah brand.

Tapi lebih ke arah gaya komunikasi dan gaya Anda dalam menulis.

Walaupun kelihatannya simple, social media marketer tidak seharusnya meng-copy brand voice dari perusahaan lain.

Marketer perlu menampilkan sebuah content yang tidak bisa diprediksi agar membuat audiencenya penasaran dan terus terlibat dengan brand mereka.

Menurut prinsip psikologi terkait dengan social media, pengguna mengharapkan adanya variasi dalam content dan voice.

Brand yang menciptakan voice yang unik akan mendapat lebih banyak follower dan engagementnya lebih baik dibandingkan brand lain yang meng-copy voice dari brand lain.

Slack adalah contoh yang bagus sebagai sebuah perusahaan yang bekerja dengan tekun untuk menciptakan voice social media yang unik.

Sebagai hasil akhirnya, perusahaan ini telah mengumpulkan 311.000 follower dan tingkat engagementnya tinggi. Itu baru melalui Twitter saja.

  1. Mengabaikan Data

4

Marketing yang modern akan berjalan berdasarkan data yang ada.

Hal ini berguna untuk mengoptimalkan web dan social media marketing.

Penting bagi manager social media untuk mengumpulkan dan menganalisis data supaya memahami bagaimana reaksi follower terhadap content yang ditampilkan.

Kalau tidak dilakukan, maka nanti akan sulit untuk mengubah strategi social media untuk meningkatkan hasil akhir menjadi lebih baik lagi.

Ini penting untuk semua platform social media, tapi menjadi sangat penting untuk Instagram.

Kalau Anda mengunakan social media Instagram untuk kegiatan pemasaran, pilihlah tool analisis Instagram yang akan membantu Anda dalam menentukan tipe content dan waktu yang optimal untuk memposting content.

  1. Tidak Paham Soal Target Audience

Set of circle persons, avatars, people heads  different nationality

Di tahun 2006, ketika Hubspot didirikan, orang-orang tidak memperhatikan perusahaan ini.

Tapi sekarang, Hubspot merupakan perusahaan yang sangat dikenal secara luas.

Bagaimana perusahaan ini bisa mencapai kesuksesan seperti saat ini? Semua karena mereka berhasil memahami siapa target audience mereka.

Jauh sebelum itu, awalnya pun mereka tidak paham soal target audience.

Setelah melakukan sebuah praktik, pelan-pelan mereka bisa mengembangkan content yang tepat untuk social media agar bisa menarik customer ideal mereka.

Marketer social media, seperti business leader pada umumnya, harus memahami siapa target audience mereka.

Dengan memahaminya, hal ini akan membantu para marketer untuk memilih platform social media mana yang cocok lalu fokus pada platform tersebut.

Bukan cuma itu, mereka juga akan terbantu dalam menciptakan brand voice yang tepat.

  1. Meremehkan Kekuatan dari Video

6

“Ah, emangnya efektif ya kalau menggunakan video?”

Pertanyaan seperti itu terkesan meremehkan kekuataan dari video dan merupakan salah satu kesalahan yang sering terjadi di social media marketing tanpa kita sadari.

Anda masih belum menggunakan video sebagai content Anda? Coba perhatikan hal ini.

Report dari Social Media Examiner menunjukkan, 60% dari marketer social media bilang kalau content video itu adalah bentuk paling penting dari content visual.

Alasan mengapa content video ini popular di kalangan marketer adalah karena terbukti efektif meningkatkan engagement dengan follower.

Sedangkan report dari Hubspot menunjukkan kalau 55% orang menganggap content video adalah bentuk penyajian content yang paling menarik dibandingkan dengan bentuk content lainnya.

Jadi sebaiknya tidak meremehkan kekuatan dari video dan pertimbangkan untuk menggunakannya sebagai strategi marketing Anda di social media ya!

  1. Memperlakukan Setiap Social Media Sama

7

Setiap jaringan social media itu berbeda, jadi akan menjadi sebuah kesalahan kalau Anda memperlakukan setiap social media itu sama.

Sebuah content perlu disesuaikan dengan platformnya.

Tidak akan cocok kalau Anda menaruh content untuk lowongan kerja di Instagram, karena content seperti itu kelihatannya lebih ok kalau diposting pada LinkedIn.

Anda harus memilih social media yang mudah digunakan dan coba untuk menguasai setiap platform yang digunakan agar dapat memahami jenis content apa yang perfomanya paling ok untuk setiap channel.

  1. Hanya Mengumpulkan Follower dan Engagement Secara Organik

8

Kalau Anda ingin mengumpulkan follower dan meningkatkan engagement secara organik di social media demi menghemat dana, tidak masalah itu pilihan Anda.

Tapi ingat, hasilnya akan lama tercapai.

Misalkan Anda punya target yang harus dicapai dalam waktu dekat, Anda bisa menggunakan fitur berbayar yang ditawarkan pada social media.

Misalnya seperti, Anda ingin content Anda lebih banyak dibaca dan dijangkau oleh orang-orang yang ada pada social media Facebook.

Anda bisa menggunakan fitur promote yang ditawarkan oleh pihak Facebook.

  1. Tidak Melatih Karyawan Menjadi Penjual yang Baik di Social Media

9

Setiap karyawan dalam perusahaan Anda punya kemampuan untuk membangun engagement dengan calon prospek dan customer melalui social media.

Jadi karyawan Anda bukan hanya sekedar bekerja dan bekerja, tapi juga mengupgrade skill mereka. Ini akan menjadi investasi untuk perusahaan Anda dan juga diri mereka.

Karena dari awal mereka sudah menggunakan social media untuk alasan personal, Anda bisa memberikan pelatihan untuk menghubungkan mereka dengan customer potensial melalui social media juga.

Bentuk pelatihannya bisa secara langsung (datang ke workshop atau kelas) atau secara online.

Lakukan Pengecekkan dan Perbaiki!

Jadi, sekarang Anda sudah mengetahui jenis-jenis kesalahan yang sering terjadi di social media marketing yang perlu diperhatikan.

Yang perlu dilakukan sekarang ini adalah lakukan pengecekkan apakah Anda dan tim marketing kesalahan mana yang sering dilakukan tanpa disadari.

Kalau sudah dicek, diketahui, temukan solusinya, dan lakukan perbaikan untuk aktivitas marketing di social media.

Lakukan pendekatan juga terhadap social media agar Anda tahu apa tujuan penggunaan platform yang Anda pilih dan bagaimana caranya agar goal tercapai.

Karena untuk mencapai kesuksesan, Anda dan tim marketing Anda harus berusaha agar untuk meminimalisir kesalahan yang sering terjadi di social media marketing.

Sampai jumpa di artikel lainnya!

Masih penasaran tentang social media marketing? Anda bisa membaca artikel menarik lainnya di bawah ini :

Atau Anda ingin belajar lebih banyak tentang cara meminimalisir kesalahan yang sering terjadi di social media marketing dan ingin meningkatkan bisnis? Kalau begitu Anda bisa langsung cari tahu dengan klik pada gambar ini.

banner-FB-tanpa-link-CTA

Punya cerita menarik atau pengalaman tentang kesalahan yang sering terjadi di social media marketing? Ingin berbagi solusinya Digitalmarkerter.id dan pembaca lainnya?  Anda bisa langsung mengisi kolom komentar di bawah ini.

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>