Apa itu Digital Marketing dan Kegunaannya untuk Bisnis Anda?

24 Agustus 2018
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagikan artikel ini :

Sebelum mengetahui cara – cara Penggunaan digital marketing, Anda terlebih dahulu harus mengetahui apa itu digital marketing.

Digital Marketing atau Pemasaran secara digital bisa didefinisikan sebagai semua upaya pemasaran menggunakan perangkat elektronik/internet dengan beragam taktik marketing dan media digital dimana Anda dapat berkomunikasi dengan calon konsumen yang menghabiskan waktu di online. Ada beragam akses untuk para calon konsumen agar dapat melihat penawaran Anda, seperti Website, Blog, Media sosial (Instagram, Whatsapp, Line, dsb). Dari beberapa akses itulah mereka akan berkomunikasi kepada Anda.

Di dunia digital marketing Anda bisa membuat agar calon customer tertarik pada penawaran Anda. Anda bisa membuat iklan, email marketing, brosur online, dan banyak lagi.

Taktik Digital Marketing dan Contohnya

Digital marketers (pemasar digital) terbaik adalah yang memiliki gambaran jelas tentang bagaimana setiap kampanye digital marketing yang dia miliki mendukung tujuan penawarannya. Bergantung pada tujuan strategi pemasaran mereka, digital marketer dapat membuat kampanye yang lebih besar melalui media gratis ataupun berbayar yang dia miliki.

Misalnya, seorang content marketer (pembuat konten) biasanya dapat membuat serangkaian postingan blog yang berfungsi untuk mengajak. Social media marketer (pengelola sosial media) berfungsi membantu mempromosikan postingan blog melalui pos berbayar dan organik (tidak berbayar) di akun media sosial. Tugas email marketer adalah membuat email campaign untuk dikirimkan kepada calon customer agar tertarik dengan penawaran yang ditawarkan.

Berikut ini ulasan singkat tentang beberapa taktik pemasaran digital yang cukup umum dan media yang terlibat dalam masing-masing pemasaran.

Search Engine Optimization (SEO)

Ini adalah proses mengoptimalkan situs web Anda untuk mendapat “peringkat” lebih tinggi di halaman hasil mesin pencari, sehingga meningkatkan jumlah traffic organik (atau tidak berbayar) yang diterima situs web Anda. Media FF yang bermanfaat dari SEO meliputi:

  •         Website
  •         Blogs
  •         Infografis

Konten Marketing

Istilah ini menunjukkan pembuatan dan promosi aset konten untuk tujuan menghasilkan brand awareness, pertumbuhan traffic, perolehan prospek, dan pelanggan. Media yang dapat digunakan untuk strategi konten pemasaran kamu termasuk:

  •         Postingan Blog
  •         Ebook dan Artikel
  •         Infografis
  •         Brosur Online

Sosial Media Marketing

Dalam prakteknya adalah mempromosikan merek dan konten Anda di media media sosial untuk meningkatkan brand awareness, mengendalikan traffic, dan menghasilkan prospek untuk bisnis Anda. Media yang dapat Anda gunakan dalam pemasaran media sosial meliputi:

  •         Facebook
  •         Twitter
  •         LinkedIn
  •         Instagram
  •         Snapchat
  •         Pinterest
  •         Google+

Pay-Per-Klik (PPC)

PPC adalah metode untuk mengarahkan traffic ke web Anda dengan membayar setiap klik. PPC yang umum digunakan adalah Google AdWords, yang memungkinkan Anda membayar, dan mendapatkan slot teratas pada pencarian Google dengan harga “per klik”. Media lainnya yang bisa Anda gunakan untuk menjalankan PPC yaitu :

  •         Facebook Ads
  •         Tweet promosi Twitter
  •         Pesan Sponsor LinkedIn

Affiliate Marketing

Sebuah jenis iklan dimana Anda dapat mempromosikan penawaran atau layanan orang lain di situs web Anda. Ada beberapa aplikasi Affiliate Marketing yaitu:

  •         Hosting video ads dengan Youtube.
  •         Mengupload Link affiliate.

Native Ads

Native Ads mengacu pada iklan utama berisikan konten yang ditampilkan pada platform media bersama konten non-berbayar lainnya. Salah satu Postingan yang disponsori BuzzFeed contoh yang bisa Anda ikuti, tetapi banyak juga orang yang menganggap iklan di media sosial diragukan “keasliannya”- iklan Facebook dan iklan Instagram, misalnya.

Otomatisasi Pemasaran

Otomatisasi pemasaran mengacu pada perangkat lunak yang berfungsi untuk mengotomatisasi operasi pemasaran dasar Anda. Banyak departemen pemasaran dapat mengotomatiskan tugas-tugas berulang yang seharusnya mereka lakukan secara manual, seperti:

  •         Susunan postingan sosial media
  •         Mengupdate daftar kontak
  •         Memimpin alur kerja
  •         Laporan campaign

Email Marketing

Beberapa perusahaan menggunakan email marketing sebagai jembatan untuk berkomunikasi dengan customer. Email sering digunakan untuk mempromosikan konten, potongan harga dan sebuah acara. Serta mengarahkan calon customer untuk mengunjungi website Anda. Ada beberapa tipe email yang bisa Anda gunakan untuk melakukan campaign email marketing, yaitu:

  •         Pengikut bulletin blog
  •         Menindaklanjuti email pengunjung website yang mengunduh sesuatu
  •         Email sapaan untuk customer
  •         Promosi liburan untuk program pendapatan member
  •         Tips atau email yang serupa untuk pengasuhan konsumen

Apa yang Dilakukan Seorang Digital Marketer ?

Digital marketer bertanggung jawab untuk mengangkat brand (brand awareness) dan mengumpulkan data customer (lead generation) melalui semua media gratis dan berbayar yang digunakan. Media ini termasuk media sosial, situs web Anda, Google, email, iklan.

Digital marketer biasanya berfokus untuk membuat cara kerja atau sistem kerja pemasaran dengan sistem digital/online. Digital marketer yang bertanggung jawab atas SEO, misalnya, mengukur “traffic organik (pengunjung yang datang ke web anda tanpa berbayar)” situs web Anda dari jumlah pengunjung situs web yang berkunjung ke halaman situs web Anda melalui pencarian.

Digital marketing terbagi oleh beberapa peran marketing, pada perusahaan kecil atau besar memerlukan peran masing – masing digital marketing. Jadi ada Beberapa peranan yang ada di Digital marketing yaitu:

  • Manager SEO

Standar KPI (Indikator Peforma): Traffic Organic = orang yang datang ke website Anda tanpa berbayar

Singkatnya, manajer SEO memiliki Goal untuk meningkatkan peringkat website Anda di Google. Menggunakan berbagai pendekatan untuk mengoptimalkan peringkat di mesin pencarian, orang ini mungkin bekerja secara langsung dengan pembuat konten untuk memastikan konten yang mereka hasilkan berkinerja dengan baik di Google – bahkan jika perusahaan juga mengupload konten ini di media sosial.

  • Spesialis Konten Marketing

Standar KPI : Mengatur jadwal waktu, traffic blog secara keseluruhan, pelanggan akun media Youtube.

Spesialis konten marketing adalah pencipta dari konten digital. Dimana membuat konten yang menarik agar penawaran Anda bisa diminati oleh calon customer. Konten tersebut bisa berupa tulisan, gambar, hingga video.

Spesialis konten marketing juga membuat daftar konten apa yang cocok dengan penawaran Anda, dan memastikan konten tersebut bisa diluncurkan untuk campaign.

  • Manager Sosial Media

Standar KPI: Jumlah Shares, Followers, Likes, Views

Tugas sebagai Manager Sosial Media yaitu mengembangkan strategi untuk mengupload konten pada media sosial hingga berkomunikasi secara langsung kepada calon customer. Mulai dari menyebarkan artikel, video hingga apapun yang memang dibutuhkan calon customer.

Manager media sosial biasanya bekerja sama dengan spesialis konten marketing. Cara kerjanya dimana yang membuat konten adalah tim spesialis konten marketing sedangkan untuk menyebarkan konten yang bertugas adalah manager media sosial.

  • Koordinator Otomasi Pemasaran

Koordinator otomasi pemasaran membantu untuk memilih dan mengelola perangkat lunak yang memungkinkan seluruh tim pemasaran memahami perilaku calon customer Anda dan mengukur pertumbuhan bisnis Anda. Karena banyak operasi pemasaran yang dapat dijalankan secara terpisah dari satu dengan yang lain, penting bagi Anda untuk menjadi seseorang yang dapat mengelompokkan aktivitas digital ini ke dalam campaign individu dan melacak setiap kinerja campaign.

Apakah Digital Marketing Bekerja untuk Semua Bisnis ?

Digital marketing dapat digunakan untuk bisnis apa pun di industri apa pun. Terlepas dari apa yang dijual perusahaan Anda, digital marketing masih memerlukan persona customer (gambaran akan target penawaran customer Anda) untuk mengidentifikasi kebutuhan calon customer Anda, dan menciptakan konten online yang menarik dan membantu mereka. Namun, setiap bisnis memiliki cara penerapan strategi pemasaran digital dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya seperti penerapan digital marketing pada ragam bisnis dibawah ini :

B2B Digital Marketing

 

Jika perusahaan Anda melakukan sistem bisnis ke bisnis (B2B), sistem digital marketing akan berpusat pada mengumpulan data customer(lead generation). Oleh karena itu Anda memerlukan strategi pemasaran yang menarik agar menghasilkan customer yang berkualitas untuk sales people (tenaga penjualan) Anda.

Di luar situs web Anda, Anda dapat memfokuskan upaya Anda pada media yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn, di mana mayoritas demografis customer Anda menghabiskan waktu mereka secara online.

B2C Digital Marketing

Jika perusahaan Anda adalah bisnis-ke-konsumen (B2C), tergantung pada titik harga produk Anda, kemungkinan tujuan dari upaya pemasaran digital Anda adalah untuk menarik orang ke situs web Anda dan membuat mereka menjadi pelanggan tanpa perlu melalui perantara sales people (tenaga penjualan).

Oleh karena itu, Anda mungkin tidak akan sepenuhnya berfokus pada pengumpulan data customer (leads), namun lebih fokus ke dalam membangun perjalanan pembeli (customer journey)  dari saat seseorang masuk di situs web Anda, hingga saat mereka melakukan pembelian. Ini berarti fitur produk Anda lebih signifikan daripada bisnis B2B, dan Anda mungkin perlu menggunakan ajakan bertindak (Call to Action) yang lebih kuat.

Untuk perusahaan B2C, platform seperti Instagram dan Pinterest seringkali lebih efektif daripada platform yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn.

Keuntungan Apa Saja yang Anda Dapat Pada Digital Marketing?

Tidak seperti kebanyakan marketing offline (Toko), digital marketing memungkinkan  marketer (pemasar) dapat melihat hasil yang akurat sesuai waktu Anda memasukan data. Jika Anda pernah memasang iklan di surat kabar, Anda akan tahu betapa sulitnya memperkirakan berapa banyak orang yang benar-benar membeli penawaran dan memperhatikan iklan Anda. Dan yang pasti tidak ada cara yang pasti untuk mengetahui apakah iklan tersebut berhasil membuka peluang semua penjualan.

Dengan digital marketing, kamu bisa mengukur ROI (Return on Investment) dari hampir semua aspek upaya pemasaran Anda. Yang dimaksud dengan ROI sendiri adalah ukuran/besaran yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi sebuah investasi dibandingkan dengan biaya dan modal awal yang dikeluarkan.

Berikut adalah beberapa contohnya:

Mengukur Traffic Website

Dengan digital marketing, Anda bisa melihat jumlah orang yang telah melihat halaman website Anda dalam sekian waktu dengan menggunakan software digital. Anda juga bisa melihat berapa banyak halaman yang mereka kunjungi, alat apa yang mereka gunakan, dan dimana mereka berasal, dan sebagainya.

Pengetahuan ini membantu Anda untuk mengutamakan jenis media marketing mana yang menghabiskan banyak waktu dan yang lebih efisien, berdasarkan jumlah orang yang menggunakan media tersebut untuk ke halaman situs Anda. Contohnya, jika hanya 10% dari audiens yang datang ke website Anda (traffic) yang datang dari pencarian organic (tanpa berbayar), Anda tau masalah itu membutuhkan waktu luang di SEO untuk meningkatkan persentase.

Dengan marketing (pemasaran) secara offline (toko), sulit untuk mengetahui berapa banyak orang yang tertarik dengan merek/brand Anda sebelum mereka berinteraksi dengan seorang penjual atau melakukan pembelian.

Dengan digital marketing, Anda bisa mengidentifikasi tren dan pola perilaku customer Anda sebelum mencapai tahap akhir dalam perjalanan pembelian mereka yaitu Checkout. Ini berarti Anda dapat membuat funnel yang tepat tentang bagaimana menarik mereka untuk ke halaman situs Anda dan membeli penawaran Anda.

Dapatkan GRATIS Rangkuman Panduan Meningkatkan Traffic Lengkap >>GRATIS<<

Mengukur Performa Konten dan Mengumpulkan Leads

Pernahkah terpikirkan saat Anda membagikan selebaran brosur, bahwa setelah dibagikan Anda tidak tahu berapa banyak orang membuka brosur Anda atau berapa banyak orang yang tidak tertarik.

Sekarang bayangkan Anda mempunyai brosur itu di halaman situs Anda sebagai gantinya. Anda bisa mengukur secara pasti berapa banyak orang yang melihat halaman dimana kamu mengupload brosur tersebut, dan Anda bisa mengumpulkan detail kontak siapa saja yang mengunduh. Alhasil, Anda tidak hanya dapat mengukur berapa banyak orang yang terlibat di konten Anda, tapi Anda juga bisa mengumpulkan data prospek customer yang berkualitas.

Jenis konten digital apa yang harus Anda buat?

Jenis konten yang Anda buat tergantung pada kebutuhan audiens di tahapan yang berbeda dalam perjalanan pembeli. Anda harus memulai dari membuat customer persona, atau dalam arti lain profil target audiens Anda. (menggunakan template gratis ini, atau mencoba ( makemypersona.com) untuk menemukan apa saja yang menjadi Goal/Keinginan dan Tantangan yang dihadapi target audiens Anda. Tujuan konten online Anda harus membantu memenuhi goal/keinginan mereka ini, dan mengatasi tantangan mereka.

Kemudian, Anda juga perlu memikirkan kapan target audiens Anda siap untuk menerima konten yang Anda buat terkait dengan tahapan mereka di dalam perjalanan pembeli (customer journey) mereka. Ini yang biasanya disebut sebagai  pemetaan konten.

Dengan pemetaan konten, tujuannya adalah menargetkan konten sesuai dengan:

  • Karakteristik seseorang yang akan mengonsumsinya (disitulah customer persona datang)
  • Seberapa dekat orang itu untuk melakukan pembelian (posisi mereka di customer journey).

Berikut 3 tipe Market dan Asset apa saja yang dapat digunakan di setiap tahapan perjalanan pembeli mereka :

Awareness Stage (Cold Market)

Singkatnya, Cold market adalah orang yang belum mengenal penawaran yang Anda tawarkan. Anda bisa mengumpulkan cold market melalui aset:

  1. Posting blog.
    Bagus untuk peningkatan organic traffic saat dipasangkan dengan SEO yang kuat dan kunci strategi.
  2. Infografis.

Karena sangat mudah dibagikan, maka infografis berfungsi meningkatkan peluang Anda melalui sosial media ketika orang lain berbagi konten Anda. (Insert contoh gambar infografis).

  1. Video pendek.
    Sekali lagi, ini sangat mudah dibagikan dan dapat membantu merek/brand Anda dapat ditemukan oleh audiens baru dengan menguploadnya di platform seperti YouTube.

Warmer Market

Audiens yang belum mengenal Anda, namun mengenal orang-orang yang berhubungan dengan Anda.

Anda bisa menarik warmer market ini melalui endorsement mengenai Anda dari orang-orang yang mereka kenal tersebut.

Tahapan Pertimbangan (Warm Market)

Warm Market adalah audiens yang sudah mengenal Anda (sudah masuk ke email list, subscriber Anda) namun belum membeli penawaran/offer Anda.

Anda bisa mengumpulkan warm market melalui aset:

  1. EbooksSangat bagus untuk menghasilkan prospek karena umumnya lebih komprehensif daripada posting blog atau infografis, yang berarti seseorang lebih mungkin bertukar informasi kontak mereka untuk menerimanya.
  2. Laporan penelitian.Ini adalah bagian konten bersifat data dan bernilai tinggi yang bagus untuk menghasilkan prospek. Laporan penelitian dan data baru untuk industri Anda juga dapat bekerja untuk Awareness stage, karena sering diambil oleh media atau pers industri.
  3. Webinar.Karena mereka adalah bentuk konten video yang lebih rinci dan interaktif, webinar adalah format konten tahap pertimbangan yang efektif karena mereka menawarkan konten yang lebih komprehensif daripada pos blog atau video pendek.

Tahap Keputusan (Hot Market)

Hot Market adalah audiens yang sudah mengenal Anda dan sudah membeli penawaran/offer Anda.

Anda bisa mengumpulkan hot market melalui aset:

  1. Studi kasus.
    Memiliki studi kasus mendetail di situs web Anda dapat menjadi bentuk konten yang efektif bagi audiens di tahap warm yang siap untuk membuat keputusan pembelian, karena ini membantu mempengaruhi keputusan mereka secara positif.
  2. Testimonial.
    Jika studi kasus tidak cocok untuk bisnis Anda, memiliki testimonial singkat di sekitar situs web Anda adalah alternatif yang baik. Untuk merek B2C, pikirkan testimonial sedikit lebih longgar. Contohnya jika Anda menjual fashion pakaian, testimonial dapat berupa foto bagaimana orang lain menata baju atau gaun yang mereka beli dari Anda dengan hashtag (tagar) bermerek brand Anda.

Apakah Anda Perlu Anggaran Besar untuk Pemasaran Digital?

Jawabannya bergantung pada elemen apa dari digital marketing yang Anda inginkan untuk ditambahkan ke strategi Anda.

Jika Anda berfokus pada teknik seperti SEO, media sosial, dan pembuatan konten untuk situs web yang sudah ada sebelumnya, kabar baiknya adalah Anda tidak perlu banyak anggaran. Fokus utamanya adalah menciptakan konten berkualitas tinggi yang ingin dikonsumsi oleh audiens Anda, kecuali jikalau Anda berencana untuk menghemat waktu, satu-satunya investasi yang Anda butuhkan adalah waktu Anda.

Sebaliknya, seperti iklan online dan daftar email list, pasti ada beberapa biaya. Berapa biayanya tergantung pada jenis visibilitas yang ingin Anda terima sebagai hasil dari iklan.

Penting untuk diingat bahwa di dunia digital sangatlah luas jadi untuk mendapatkan banyak customer, Anda harus memulai dengan banyak ide pada konten marketing. Pastikan konten marketing berjalan dengan baik dengan, perhatikan juga kompetitor Anda apa saja yang mereka tampilkan pada ide konten. Dan jangan lupa untuk tepat berhubungan dengan calon costumer Anda melalui sosial media marketing karena keduanya saling berhubungan. Dapat dipastikan Anda akan berhasil membuat bisnis yang sukses dengan digital marketing.

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *