Law of Attraction Dalam Kehidupan Sehari-hari & Bisnis by Denny Santoso

Law of Attraction
15 November 2017
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagikan artikel ini :

Artikel ini merupakan hasil review dari webinar yang disampaikan oleh Denny Santoso ketika ia berbicara tentang Law of Attraction.

Law of Attraction (LOA) bisa dikatakan Universal karena ini menyangkut mindset Anda. Apakah Anda percaya pada Law of Attraction atau tidak. Itu terserah kepada Anda.

Banyak yang bertanya tentang Law of Attraction vs Agama itu seperti apa?

Kita tidak akan membandingkan keduanya dalam artikel ini karena pasti tidak akan ada habisnya jika kita terus berdiskusi tentang itu.

Kita akan mulai dari hal yang paling basic mengenai pengertian Law of Attraction.

Law of Attraction adalah sebuah hukum yang berlaku universal. Sebagai contoh, jika Anda menginginkan sesuatu, maka alam semesta ini akan memberikannya pada Anda.

Seperti halnya gravitasi. Anda mau lompat dari gedung, percaya atau tidak pada gravitasi sudah pasti Anda jatuh.

Kalau dari sudut pandang Law of Attraction, agama bukan ke arah law. Namun ke arah agreement. Oleh sebab itu, ada banyak agama di dunia ini. Macam-macam. Di Indonesia saja kita mengenal ada 5 agama.

Sebuah agreement antara Anda dengan masing-masing pemimpin agamanya masing-masing.

Law of Attraction itu mengatakan bahwa “Ketika kita lahir di bumi ini, kita butuh guidance (bimbingan). Maka dari itu muncul agama untuk membimbing.

Hubungannya dengan Law of Attraction adalah masing-masing agama berusaha menjelaskan Law of Attraction dengan perspektif yang berbeda-beda. Perspektif yang muncul dari ajaran agamanya masing-masing. Bukan saling bertentangan.

Apabila Anda membaca buku The Secret, atau buku yang lain, itu tidak pernah disebutkan kata Tuhan.

Mengapa? Karena sang penulis ingin membuat bukunya itu universal. Kalau Anda pernah ikut kelas Denny Santoso di DM Elite, maka ini yang namanya Chunk Up.

Kalau disebutkan kata Tuhan, maka agama yang tidak ada Tuhan-nya, itu tidak bisa menerima Law of Attraction itu.

Maka dari itu, di buku-buku itu selalu disebutkan yang namanya universe. Seperti yang ada dalam buku The Basic Teaching of Abraham. Disitu tertulis God Force. Jadi kekuatan di luar sana, Tuhan kita masing-masing.

Bagaimana Law of Attraction itu bekerja?

howitworks

Low of Attraction always work, hanya saja bagaimana cara kita supaya Low of Attraction bekerja untuk kita.

Pertama adalah, Anda harus fokus ke apa yang Anda mau. Jadi fokus Anda seperti ketika memilih katalog. Bagaimana Anda mendapatkannya? Jawabannya tergantung pada cara berpikir Anda.

Your Feeling is the magnet. Jadi, semakin kuat feeling Anda, semakin cepat Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Feeling Anda harus ada dan kuat. Kalau tidak ada feelingnya dan hanya dibayangkan, Tidak akan bisa. Jadi itu yang menjadi pertimbangan banyak orang bahwa kok gak dapat – dapat?

Ada sebuah pertanyaan : “Kan harusnya kita berdoa pada Tuhan, bagaimana membedakan ini dari Tuhan atau bukan?”

Law of Attraction meminta kita mengatakan bahwa “You have to have a good feeling.” Maka dari itu selalu diajarkan bahwa Anda harus selalu bersyukur. Karena dengan bersyukur, Anda bisa mendapatkan dan selalu berada dalam good feeling.

Terkadang, ada pertanyaan : “Kenapa saya begini ya? Sudah mikirin tapi gak keluar?”

Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah Anda berbalik arah dan mulai mencoba untuk membuka pikiran Anda. Keluarkan semua pikiran Anda dan tetap relax.

Sebagai contoh ketika Anda ingin mendapatkan feeling yang bagus, kita bisa mendengarkan lagu-lagu yang memang menurut Anda enak untuk didengarkan.

Lagu-lagu yang bisa membuat Anda feel happy. Bisa juga Anda bermain bersama anak-anak Anda untuk sejenak. Pergi nge-gym dan sebagainya.

Ketika pikiran Anda sedang baik, maka Anda akan lebih fokus pada satu tujuan yang Anda ingin capai.

Beberapa kids study menyebutkan :

Mungkin, ketika Anda kecil, Anda sering ditanya “Kalau sudah besar, mau jadi apa?

Ketika Denny Santoso masih kecil, ia sering ditanya oleh orang-orang disekitarnya dengan pertanyaan demikian.

Ia selalu minta izin pada orang tuanya untuk dapat mengendarai mobil sport. Namun, orang tuanya belum mengizinkan.

Dan akhirnya ia bertekad untuk membeli mobil sport, bagaimanapun caranya ia akan berusaha.

Menginjak usia ke-31, ia bisa memiliki dan mengendari mobil sport. Akhirnya, salah satu goal-nya pada waktu itu tercapai.

Kejadian menarik lainnya juga dialami Denny Santoso.

Dulu sewaktu ia baru merintis usaha supplement, ia pernah berkata pada ayahnya bahwa andaikan rak kecil ini (tempatnya menjual supplement) itu bisa menjadi rak besar yang memenuhi garasi dan terisi oleh supplement-supplement yang akan dijualnya.

Dengan kerja keras dan tekad yang kuat, akhirnya ia dapat mewujudkan satu goal-nya lagi pada saat itu.

Satu lagi pengalaman menarik yang dimiliki oleh Denny Santoso. Waktu itu, ia sangat tertarik pada Palm Beach.

Sehingga mencari informasinya di sosial media, ia me-retweet-nya di Twitter dan men-share di Facebook. Ia selalu berangan betapa indahnya Palm Beach dengan kapal yang berjajar di sana.

Tak disangka sebelumnya, dalam 1 x 24 jam dari bayangannya, ia langsung mendapat undangan untuk meeting di Palm Beach.

Undangan tersebut datang dari Ultimate Nutrision dari USA yang selalu ia temui di Las Vegas atau Farmington.

Denny Santoso pernah berpikir bahwa kenapa kita selalu impor barang? Kapan kita ekspor barang? Lalu, kalau mau ekspor, barang apa yang mau diekspor? Karena dulu ia belum mengerti.

Dalam waktu 5 hari, ia langsung dihubungi oleh seseorang yang memintanya mengekspor barang yang dimiliki oleh orang yang menghubunginya. Kebetulan saat itu ia menolaknya dengan alasan ia tidak mengerti tentang ekspor.

Apakah semua kejadian tersebut adalah sebuah kebetulan?

Jadi, Law of Attraction bukan sebuah Vibration. Apabila Anda memikirkan sesuatu dengan getarannya, maka alam semesta akan merespon getaran tersebut.

Law of Attraction

Contoh lainnya adalah seperti ini :

Misalkan Anda mau menjual sebuah barang. Namun, barang yang Anda jual tersebut tidak juga kunjung laku. Sekalinya barang itu laku, Anda akan langsung merasakan senang.

Nah, kesenangan itulah yang disebut dengan feel good. Dengan begitu, Anda jangan heran jika banyak orang yang akan menghubungi Anda untuk menanyakan barang yang Anda jual.

Itulah contoh singkat tentang kekuatan magnet dari good feeling Anda.

Lalu, bagaimana cara kita meyakinkan bahwa feeling kita itu benar?

Caranya, carilah feel good! Karena kalau Anda tidak bisa merasakan feel good Anda, berarti ada sesuatu yang salah pada diri Anda yang dapat menghalangi Anda untuk berpikir positif.

Feeling yang kuat, hasilnya akan lebih cepat didapat.

Anda pasti pernah merasakan kegembiraan atau kesenangan yang begitu kuat, begitu besar. Sampai kadang-kadang Anda bergetar dalam merasakannya. Nah, itulah yang disebut dengan feeling.

Semakin kuat feeling yang dirasakan, maka getarannya akan semakin kuat dirasa oleh kita.

 feeling-good-yaztahtaya

Banyak cara untuk mendapatkan feeling yang bagus. Contohnya datang ke tempat ibadah sesuai dengan keyakinan Anda. Lalu lakukan aktivitas keagamaan yang biasanya Anda lakukan di tempat ibadah.

Aksi simple apa yang bisa dilakukan setiap hari dengan Getaran Law of Attraction?

Anda bisa latihan melamun. Cobalah untuk meluangkan setidaknya 10-15 menit sehari untuk membayangkan kehidupan seperti apa yang Anda inginkan. Sebetulnya, metode ini mirip dengan metode Meditasi.

Meditasi bukanlah sebuah proses mengkosongkan pikiran kita. Akan tetapi, meditasi adalah sebuah proses dimana kita termenung sambil memegang satu pikiran kita secara fokus.

Law of Attraction bukanlah soal melamun dan bukan soal berimajinasi. Namun Law of Attraction adalah tentang bagaimana Anda melakukannya.

Ibarat kalau Anda sudah berpikir kuat akan adanya sebuah bantuan untuk masalah Anda.

Dan ketika ada seseorang yang ingin membantu dan mengulurkan tangannya untuk Anda, tapi Anda tidak mau mengulurkan kembali tangan Anda untuk menerima uluran tangannya, dalam hal ini kita sebut dengan “Action Anda”, maka bantuan itu akan hilang dengan sia-sia.

Jadi, selain Anda berpikir kuat, Anda juga harus action.

 Think-and-Action-logo1

Bayangkan sebuah komputer. Dalam seerangkat komputer, pastilah ada CPU dan beberapa hardware lainnya seperti keyboard, mouse, kamera, monitor, sound, printer dan lain sebagainya. Itulah contoh bahaimana cara komputer bekerja.

Sama halnya dengan manusia. Manusia memiliki 5 panca indera yang akan memunculkan macam-macam proses seperti action dan feeling.

Dimana panca indera kita memproses sebuah program yang akhirnya membuat kita merasakan sebuah good feeling atau bad feeling. Dan pada akhirnya kita akan melakukan sebuah action setelah kita merasakan feeling tersebut.

Tidak semua orang tahu bagaimana cara memakai program di otaknya. Sebagian besar, orang masih menggunakan fungsi otaknya secara instan.

Sehingga akan muncul 2 pemikiran yaitu pikiran positif dan negatif. 2 pikiran tersebut sangat tergantung pada tipe orang yang sedang memikirkannya.

Sebenarnya, panca indera yang kita miliki, belum akan sepenuhnya bekerja sebelum mendapat informasi dari otak kita.

Dan biasanya, orang yang belum pernah belajar tentang bagaimana cara memakai program otaknya, akan cenderung memilih pikiran yang negatif.

Pikiran yang negatif, sangat tidak cocok dipakai untuk Law of Attraction.

 dont_feel_bad_myth

Itu berarti, yang disebut orang dewasa adalah bagaimana caranya seseorang tersebut melatih otaknya, sehingga ada kejadian apapun dia terbiasa untuk berfikir positif.

Jika Anda ingin mempraktikan bagaimana itu Law of Attraction, Anda harus berusaha membawa pikiran Anda ke arah yang positif. 

Caranya adalah selalu bawa diri Anda ke arah yang positif dari berbagai peristiwa yang terjadi.

Dan ketika Anda mengalami sebuah kejadian, coba tanyalah pada diri Anda : “Apakah dia memiliki niat yang baik dalam melakukan ini?

Dan ketika Anda melakukan sesuatu yang dianggap jelek, coba tetap tanya diri Anda : “Apa sih benefit dari saya melakukan ini?

Kalau tidak ada benefitnya untuk diri kita sendiri, untuk apa?

Hal tersebut akan men-training otak kita untuk menjadi positif atau negatif. Memang, semuanya terserah pada Anda yang melakukannya.

Jangan heran apabila selalu ada complaining tentang perbuatan positif atau negatif yang kita lakukan.

Denny Santoso sempat membuat status di sosial medianya,

Ketika Anda terbiasa melatih otak Anda untuk complain terhadap banyak hal, maka Tuhan akan mengabulkan permintaan Anda dengan memberikan banyak hal kepada Anda untuk Anda complain lagi.

Law of Attraction adalah urusan personal. Maka dari itu, usahakan untuk melatih otak Anda terus ke arah yang positif.

Apabila ada perilaku negatif yang selalu Anda lakukan, sebaiknya Anda pikirkan lagi, apa benefit dari Anda melakukan hal tersebut?

Karena yang terpenting disini adalah Law of Attraction hanya membutuhkan pikiran dan perasaan yang positif. Karena dengan pikiran dan perasaan yang positif, akan mendorong kita melakukan sebuah action.

Jangan hanya mencoba. Maksudnya ketika gagal, Anda akan berhenti melakukannya. Anda harus berusaha sampai berhasil.

Ketika satu keberhasilan bisa Anda raih, Anda akan merasa feel good. Dengan begitu, kepercayaan Anda tentang kemampuan Anda untuk meraih keberhasilan yang lainnya.

Lalu, bagaimana caranya agar kita konsisten dan fokus dalam situasi yang sulit?

 Focus Concept

Usahakan selalu relax, lupakan hal yang lain terlebih dahulu. Bayangkan dan renungkan setidaknya 10-15 menit. Cobalah untuk mendengarkan lagu-lagu yang enak untuk didengar menurut Anda.

Itulah salah satu cara yang bisa Denny Santoso contohkan. Kurang lebihnya, mungkin sebagian dari Anda memiliki cara masing-masing untuk membuat diri Anda relax.

Dengan relax, perlahan Anda akan merasakan good feeling itu dalam otak dan diri Anda.

Ingatlah, bahwa ketika Anda selalu berpikir negatif dan memiliki bad feeling, Tuhan akan memberikan sesuatu yang tidak baik juga.

Set goal Anda setinggi mungkin dengan pikiran positif. Percayalah, Anda bisa mencapai goal Anda.

Salah satu aplikasi yang berhubungan dengan Law of Attraction adalah “The Secret to Money Apps”.

Aplikasi ini bisa Anda download di Playstore. Aplikasi tersebut bisa melatih Anda untuk spending dalam otak.

Sebenarnya, begitu banyak keuntungan kita untuk berfikir positif. Termasuk mendapatkan ide-ide baru untuk menambah usaha Anda.

Sebagai contoh, Anda berkomunikasi dengan teman-teman, saling bertukar dan menyatukan pikiran.

Tidak jarang hal itu akan memunculkan sebuah ide baru yang bisa Anda lakukan.

Denny Santoso sempat mengutip salah satu bagian dari buku The Basic Teaching of Abraham.

Ketika Anda melihat seorang anak sedang dibully, Anda hanya memiliki 2 pilihan. Anda berjalan terus dengan pura-pura tidak melihat kejadian itu, atau Anda berhenti dan membantu anak itu. Itu pilihan Anda.”

Ketika Anda memilih untuk membantu anak tersebut, maka vibration Anda adalah menolong anak tersebut.

Karena itu adalah hal yang positif, maka dunia akan mendengar getaran Anda. Dan dunia akan memberikan orang lain untuk Anda tolong.

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya bahwa Law of Attraction adalah urusan masing-masing orang dengan Tuhan-nya, maka tidak ada sebuah paksaan untuk seseorang percaya atau tidak tentang adanya Law of Attraction.

Ada sebuah pertanyaan dilontarkan untuk Denny Santoso,

“Kalau sudah dibayangkan feelingnya sampai membuat merinding, apa step selanjutnya? Atau tiba-tiba kita gak sadar dan akan tergiring ke arah sana?”

Denny Santoso menjawab, “Yes! kalau sudah sampai merinding seperti itu, sebaiknya Anda lock. Pertahankan feeling tersebut. Kalau bisa tambah kekuatannya. Setiap harinya di excitement. Kalau sudah mengalami yang seperti itu, berari feeling Anda sudah semakin kuat.”

Ketika Anda mencoba Law of Attraction terhadap sesuatu, jangan heran apabila hidup Anda pada akhirnya keluar dari zona nyaman.

 Step Out of Your Comfort Zone

Hal itu terjadi karena ketika Anda menginginkan goal yang lebih besar, maka Anda tidak bisa memakai kondisi Anda yang saat ini. Anda harus menambah skill Anda.

Tuhan memberikan Anda sesuatu karena Ia sedang membantu Anda mencapai goal Anda. Bukan tentang keluar dari zona nyaman Anda, yang terpenting adalah Anda harus membuat sebuah progres tentang suatu hal yang sedang Anda kejar.

Tidak ada salahnya juga ketika Anda bertemu dengan orang yang sakit, Anda membayangkan bahwa orang itu sehat-sehat saja. Itulah cara terbaik untuk mendoakan seseorang agar sembuh dari sakitnya.

Lalu, berapa waktu yang dibutuhkan untuk latihan Law of Attraction sampai kita terbiasa melakukannya?

 How-Long-Does-Hydrocodone-Stay-In-Your-System-actually

Jawabannya adalah terserah pada Anda yang ingin mencoba melakukannya. Pengalaman Denny Santoso, ia mulai terbiasa dengan Law of Attraction dalam 3 hari sampai 1 minggu saja.

Hal menarik yang pernah dialami Denny Santoso ketika baru pertama latihan Law of Attraction adalah ia berusaha mengendalikan pikirannya pada satu tujuan. Sehingga ia mudah mengalami mimpi.

Maka dari itu, usahakan Anda selalu berfikir positif. Meskipun terkadang Law of Attraction juga ada “delay”nya.

Sebagai contoh, Anda sedang menonton film horror. Ketika film itu selesai, pastilah muncul di otak Anda sebuah pikiran.

Nah, jika pikiran yang muncul itu negatif, Anda akan merasa ketakutan. Anda khawatir dan membayangkan kalau kejadian horror yang ada di film tersebut benar-benar terjadi.

Jika pikiran Anda positif, Anda akan menganggap bahwa semua yang ada di film itu tidak akan terjadi di dunia nyata. Sehingga Anda akan lebih rilex dan tidak merasa ketakutan.

Kesimpulan

Kalau Anda memang ingin menggunakan Law of Attraction dalam bisnis, pertama-tama harus memilih produk atau barangnya lalu fokuskan pikiran Anda pada hal tersebut. Karena your feeling is a magnet.

Kalau Anda belum mendapatkan feling sama sekali, sebaiknya Anda buka pikiran Anda dan menemukan pikiran Anda terlebih dahulu. Barulah Anda memilih produk atau barang yang ingin Anda dapatkan.

Ketika Anda berpikir positif atau negatif, pastinya hal yang Anda pikirkan itu akan terjadi dengan berbagai cara. Jadi, kejadian yang Anda alami itu tergantung dari pikiran Anda sebelumnya.

Singkatnya, apapun feeling dan tindakan yang Anda lakukan, adalah cerminan dari isi otak Anda.

Jadi, ketika Anda bertemu dengan seseorang dan Anda menyimpulkan positif atau negatifnya orang tersebut, itu berarti ada sesuatu yang “missing” dari program di otak seseorang itu.

Program di otak sebenarnya bisa diubah. Caranya dengan meyakini bahwa setiap program di otak itu bisa diubah. Selanjutnya tinggal Anda berusaha mengenali diri Anda.

Diakhir pembahasan ini, Denny Santoso megingatkan kita bahwa,

“Selalu ingat, ini (Law of Attraction) bukan hanya sekedar melamun. Anda butuh sebuah action untuk mewujudkan semuanya.”

Pertanyaannya sekarang adalah apakah Anda tertarik untuk mulai mencoba membuktikan adanya Law of Attraction?

Apabila Anda sudah pernah mencobanya, Anda bisa ceritakan pengalaman Anda di DigitalMarketer.id.

Tetap semangat dan selalu berfikir positif!

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>