Membangun Bisnis Kuliner : Cerita dan Strategi Bisnis dari Hendy Setiono

Strategi membangun bisnis kuliner
24 November 2017
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagikan artikel ini :

Pernahkah Anda keluar sebentar dari padatnya rutinitas Anda untuk sekedar menghirup udara segar? Jalan – jalan contohnya. Biasanya, ada saja sebuah inspirasi bagus untuk Anda jadikan sesuatu, termasuk ide membangun bisnis.

Hal tersebut yang dialami oleh Hendy Babarafi, seorang pengusaha Kebab Turki sukses yang mendapat inspirasi usaha dari jalan – jalan.

Ide usaha tersebut ia dapatkan ketika ia pergi ke Qatar untuk mengunjungi ayahnya yang bekerja di sana sebagai karyawan di sebuah perusahaan oil dan gas.

Sepulang dari jalan-jalan, ia terus memikirkan ide yang ia dapat dan akhirnya memutuskan untuk mencoba membuat kebab yang sudah ia pelajari di Qatar.

Waktu itu ia terbilang nekat karena umurnya masih 19 tahun, namun usia muda bukan menjadi penghalang.

Walaupun waktu itu ia membuka usaha kebab dengan segala sesuatu yang terbatas, baik dari segi pengalaman, manajemen, marketing dan kemampuan leadership-nya belum begitu bagus, ia tetap memberanikan diri untuk mengambil peluang usaha ini.

Menurutnya, learning by doing kenapa tidak? Yang penting ia bisa memulai dulu.

Ia membuka gerai pertamanya di Surabaya pada tahun 2003. Respon masyarakat terhadap gerainya cukup baik. Karena pada saat itu kebab belum begitu popular di masyarakat.

Pada mulanya, ia melakukan promosi dengan menyebarkan sejenis flyer dan brosur di sekitar counter kebab tempatnya berjualan.

Karena pada saat itu ia belum mengenal apa itu digital marketing. Belum ada cara promosi seperti Facebook Ads, social media dan semacamnya.

Produk kebabnya begitu digemari masyarakat. Sehingga tidak heran jika pada saat itu produknya banyak dibicarakan dari mulut ke mulut.

Berkat respon masyarakat yang cukup baik terhadap produknya, ia semakin yakin bahwa usahanya tersebut akan dapat berkembang. Dan terbukti, setelah 1 tahun ia berhasil membuka 6 cabang gerai kebab.

Pada tahun kedua usahanya berjalan, ia mulai mengajak teman – teman terdekatnya untuk bekerja sama. Sampai akhirnya ia dan teman – temannya berhasil membuka 25 gerai di tahun kedua.

Di tahun ketiga usahanya, ia dan teman – temannya memutuskan untuk membuat officially go franchise.

Disinilah tantangan leadership-nya dimulai karena ia harus mengelola karyawan dengan jumlah yang tidak sedikit.

Jika hanya memiliki 6 gerai dengan 6 atau 7 karyawan mungkin masih bisa ia handle.

Namun, kalau sudah ratusan gerai apalagi mulai go franchise, tentu harus membentuk sebuah sistem manajemen yang lebih profesional.

Ia berpendapat bahwa kunci dalam membangun bisnis adalah percaya bahwa talent management adalah aset.

Jika ingin merekrut karyawan, rekrutlah orang – orang terbaik. Berikan mereka pelatihan dan pembekalan sehingga mereka bisa bekerja dengan baik untuk ke depannya. Bimbing mereka supaya menjadi seseorang yang memiliki talent luar biasa.

Ketika kita sudah memiliki talent yang luar biasa, maka kita dituntut untuk tidak hanya ‘mentransfer’ knowledge pada mereka. Tetapi kita transfer mimpi kita pada team yang akan kita handle.

Bekali mereka dengan training atau pelatihan, serta bentuk karakter mereka dengan mindset.

Metode yang digunakan oleh Hendy Babarafi untuk menyamakan mindset adalah dengan intrapreneurship.

Sehingga karyawan juga bisa memiliki mindset seperti seorang entrepreneur. Misalnya berpikir kreatif, out of the box, berani mengambil risiko, dan lainnya.

Sampai saat ini usaha yang sudah berjalan 14 tahun lamanya itu masih mendapat respon baik dari masyarakat.

Di tahun ke-14 ini, ia sudah mengoperasikan sekitar 1300 gerai dengan jumlah karyawan hampir 2000 orang. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa bukan?

Hebatnya, ia membuka gerai tidak hanya di Indonesia. Gerainya tersebar di beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Brunei dan Filipina.

Juga tersebar di beberapa negara di Asia bagian lain seperti Bangladesh dan Sri Lanka. Bahkan sampai ke daratan Eropa seperti di negara Kincir Angin, Belanda.

Kuncinya adalah konsisten. Karena sebuah bisnis ibaratkan lari marathon, bukan sprint. Jadi kita ambil napas panjang, strategi yang tepat sehingga gak kehabisan napas.

Lalu, apa sih rahasia Hendy Babarafi dalam membangun relasi dengan para konsumennya?

Menjalin hubungan yang baik dengan konsumen memang menjadi hal utama dalam membangun sebuah usaha, terlebih itu sebuah brand. Karena itu adalah ibarat sebuah ‘nyawa’ dari perusahaan.

Kuncinya adalah consumer engagement. Jadi, ia membuat para konsumennya loyal pada brand-nya, bukan pada produknya. Tujuannya adalah sebagai ‘reminder’ untuk para konsumennya.

Seperti halnya brand Babarafi, banyak orang yang sudah mengenal bahwa brand tersebut adalah brand sebuah kebab.

Lalu, bagaimana cara melakukan customer engagement tersebut?

Yang pertama adalah availability. Maksudnya kita hadir di beberapa cabang yang tersebar. Tentunya cabang-cabang gerai yang mudah dijangkau oleh konsumen.

Yang kedua adalah affordability. Artinya harga yang ditawarkan terjangkau dan mudah dijangkau oleh target market.

Dan yang ketiga adalah customer experience. Dimana menurut pengalaman para konsumen yang pernah makan kebab Babarafi, mencetuskan bahwa “Kebab is a lifestyle”, “Makan kebab itu gaul dan kekinian.”, dan sebagainya.

Jadi segi emosional konsumen yang seperti demikian, membuat konsumen tersebut ingin terus mencoba kebab Babarafi. Maka konsumen akan loyal pada brand Babarafi.

Sebuah bisnis pasti memiliki tantangannya masing-masing. Tak terkecuali bagi Hendy Babarafi dalam membangun usaha kebab ini.

Sempat diakuinya bahwa dalam hidup dan menjadi seorang entrepreneur itu penuh dengan tantangan setiap harinya.

Kemudian Hendy menceritakan fase-fase awal ketika ia mulai berjualan kebab.

Tantangan pertama yang ia hadapi ketika baru membuka gerai adalah ia mengalami kesulitan ketika karyawannya sakit. Padahal, ia hanya memiliki satu karyawan pada saat itu. Mau tidak mau, gerainya harus tutup selama karyawannya sakit.

Ia mulai berpikir bahwa kalau begini terus, ia akan kehilangan banyak customer. Akhirnya ia memutuskan untuk berjualan sendiri.

Sampai-sampai, ia rela bolos kuliah untuk berjualan kebab. Ia tidak peduli meskipun cuaca pada saat itu sedang hujan deras.

Menurutnya, proses seperti itulah yang bisa ia lakukan sebagai bentuk dedikasinya sebagai pengusaha awal.

Karena kalau setengah-setengah, tidak memberikan yang terbaik dan hanya ingin enaknya saja, semesta akan melihat kita dan mentertawakannya.

Sebaliknya, jika kita bersungguh-sungguh dan memprioritaskan bahwa bisnis ini harus berhasil. Maka pasti ada jalan yang tersedia untuk kita tempuh menuju kesuksesan.

Jangan menganggap bahwa setiap tantangan yang dihadapi adalah sebuah batu sandungan. Anggaplah tantangan yang datang setiap harinya itu sebagai pembelajaran baru untuk hidup kita.

Ketika bisnisnya semakin besar, semakin banyak permintaan yang muncul melalui email. Isi emailnya adalah permohonan untuk membuka gerai Babarafi di berbagai negara.

Itu bukti kalau brand Indonesia tidak kalah bersaing dengan brand negara lain. Ia bersyukur karena sudah bisa membawa brand Babarafi sebagai brand asli Indonesia.

Ia berharap kalau brand tersebut akan terus berkembang, tidak hanya di Indonesia dan 9 negara yang sudah menjadi lokasi pemasaran Kebab Babarafi.

Lalu bagaimana cara Hendy dalam menghadapi perubahan trend yang terjadi dalam dunia industri bisnis maupun teknologi?

Dia mengungkapkan bahwa untuk menemukan sebuah formula yang tepat adalah dengan terus belajar dan menghadapi setiap perubahan. Bisa jadi, formula itu cocok untuk saat ini. Tapi belum tentu untuk beberapa tahun ke depan.

Sama halnya dengan research and development yang harus dimiliki oleh setiap pebisnis yang ingin mengembangkan bisnis franchise. Baik itu produk kuliner ataupun bukan. Karena produk-produk tersebut dikeluarkan dari laboratorium R&D (Research and Development)  

Intinya mau belajar menghadapi segala keadaan itu adalah cara terbaik untuk menyelamatkan bisnis Anda.

Perkembangan tenkologi juga harus dimanfaatkan dengan baik.

Seperti halnya mempromosikan bisnis kita. Apalagi sekarang penggunaan sosial media untuk mempromosikan brand kita sudah maksimal.

Strategi yang digunakan Hendy Babarafi untuk mempromosikan kebabnya adalah menggunakan akun Buzzer dan menggunakan promo yang menarik customer untuk datang.

Hendy Babarafi menyampaikan pendapatnya tentang digital marketing yang sedang berkembang pesat saat ini.

Menurutnya, jika digital marketing digunakan untuk awareness, generating traffic atau meningkatkan customer yang langsung datang, kita perlu konsisten dalam melakukan promosi. Tujuannya agar customer selalu ingat pada brand kita.

Contohnya, ketika ada customer yang belum tahu dan baru akan mencoba, ketika mereka melihat promo yang menarik, banyak juga yang datang.

Artinya jika kita menggunakan teknik marketing yang tepat, menggunakan teknik campaign sosial media yang tepat, maka hasilnya akan luar biasa.

Kesimpulan

Sistem manajemen yang dijalankan dengan tepat, akan menghasilkan sebuah pencapaian yang lebih.

Untuk menjalankan sistem itu dengan baik, diperlukan kerja sama dalam team dan profesionalisme.

Yang diperlukan dalam membangun sebuah bisnis adalah ketekunan dan kesabaran. Karena hakikatnya semua butuh proses.

Ketika Anda tekun dan sabar, sebenarnya itu adalah moment dimana Anda sedang menanam benih kesuksesan yang nantinya Anda akan tuai pada waktunya.

Jadi, sudah siapkah Anda berbisnis?

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>