Memantau Pergerakkan Social Media & Media Marketing di 2017 (Edisi Instagram & Snapchat)

social media dan media marketing
13 Januari 2017
Bagikan artikel ini
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

Social media dan media marketing dari tahun ke tahun semakin tumbuh berkembang. Beberapa waktu yang lalu, kita sudah membahas tentang pergerakkan social media Facebook.

Dan sekarang kita akan lanjut membahas pergerakkan social media dan media marketing lainnya yaitu, Instagram dan Snapchat.

Bagi Anda yang belum membaca bagian sebelumnya, Anda bisa langsung mengakses dan mencari tahu di sini.

Disarankan untuk membaca bagian sebelumnya agar Anda lebih memahami isi dari artikel ini, tapi semua kembali pada Anda, mau membaca yang mana terlebih dulu.

Mari segera kita bahas bagian lanjutannya!

Social Media dan Media Marketing di Tahun 2017

Sekilas tentang pembahasan artikel sebelumnya, Facebook diperkirakan akan memfokuskan pada Video First, Facebook Live, Virtual Reality, Facebook Search, dan Messenger Business di tahun ini.

Bagaimana dengan social media dan media marketing lainnya seperti Instagram? Snapchat? Apa yang akan mereka lakukan di tahun ini? Ayo kita cari tahu!

Instagram

instagram

Stabilization

Seperti yang kita tahu, banyak perubahan yang terjadi pada Instagram di tahun 2016, termasuk ekspansi ads pada platformnya, memperkenalkan algoritma feed dan munculnya Instagram Stories.

Dengan adanya perubahan ini dan efek kumulatif, mereka sudah memiliki user experience.

Blogger dan social media consultant, Andrew Hutchinson mengatakan bahwa akan adanya periode untuk Instagram untuk melakukan stabilization atau stabilisasi.

Hal ini harus dilakukan oleh Instagram karena mereka telah memunculkan fitur baru dan membiarkannya tumbuh di antara audiens.

Tahun 2017 bukanlah waktunya untuk Instagram untuk bersantai. Fitur-fitur yang sudah ada akan terus berkembang ini harus terus ditingkatkan agar platform mereka bisa bersaing dengan social media dan media marketing lainnya.

eCommerce

Dalam pilihan ads mereka, Instagram telah memberikan sinyal untuk melanjutkan kegiatan ads produk pada platform ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Bentuknya shopping tags.

Ini merupakan pergerseran yang signifikan karena seperti yang kita tahu, Instagram merupakan platform yang berfokus pada gambar dan seni, kemudian bergeser menjadi jaringan social media dan media marketing tempat dimana orang bertemu untuk jual beli produk.

Tapi ini menjadi hal yang positif karena jumlah usernya kembali meningkat.

Research menunjukkan bahwa 60% dari Instagrammer (istilah untuk para pengguna Instagram) mempelajari tentang produk dan service pada app, 75% mengambil tindakan seperti mengunjungi website, melakukan searching, atau memberitahu temannya setelah terpengaruh postingan pada platform Instagram.

Memang dengan munculnya fitur shopping tags ini mengubah persepsi tentang platform, dan diperkirakan Instagram akan menarik fitur ini secara perlahan-lahan untuk mengembalikan fokus mereka yang sebenarnya.

Instagram Stories

my-story

Facebook menantang Snapchat dengan memunculkan fitur Stories pada Instagram. Stories sudah digunakan oleh 100 juta Instagramer harian.

Yang perlu Anda ketahui adalah Instagram mengumumkan jumlah penggunanya pada bulan Agustus 2016 dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg menegaskan bahwa statistic penggunanya masih sama persis pada bulan November 2016.

Artinya pengguna dari Instagram Stories tidak tumbuh dan berkembang, bukan?

Walaupun jumlah penggunanya stuck di tempat, dan ini bisa menjadi tanda yang menyiratkan bahwa Instagram belum menemukan cara untuk memanfaatkan Stories secara penuh.

Kecuali Instagram meningkatkan fitur tambahan seperti MSQRD video mask dan sedikit filter reaktif seperti Facebook untuk meningkatkan Stories dan membuatnya menjadi pilihan yang ok.

Instagram juga perlu memberikan perhatian lebih pada masalah kecepatan dan lag yang sering dikeluhkan oleh para penggunanya.

Insta Live

Ini fitur baru dari Instagram yang menarik, tapi sayangnya belum dapat diakses secara merata di oleh pengguna Instagram di Indonesia.

Menurut Andrew, ia tidak melihat adanya hal yang signifikan untuk Instagram experience.

Live-streaming akan berfungsi sementara, semua platform akan melihat bagaimana mereka berkemungkinan untuk menggunakan live untuk memfasilitasi koneksi yang lebih baik.

Namun, apakah fitur baru ini akan bertahan mengingat sudah adanya live streaming di social media dan media marketing seperti Facebook atau Twitter?

Instagram Live mungkin akan meningkatkan Stories tapi hasil yang signifikan belum tentu akan tercapai.

Visual Search

Untuk mendapatkan momentum yang signifikan, Instagram perlu mempertimbangkan area lain yaitu pada visual search.

Facebook udah bergerak pada visual search, jika Instagram bisa menambahkan fungsi seperti itu untuk platform mereka, hal ini akan memberikan dorongan dalam pengumpulan data dan kapasitas penargetan iklan.

Diharapkan fitur ini bisa menyapa para pengguna di awal tahun 2017.

Snapchat

Snapchat-1200x759

Tahun lalu Andrew memprediksi bahwa Snapchat akan berjuang keras di 2016 dan ada penantang baru akan muncul untuk mencuri audiens mereka, bukan hanya Instagram atau Facebook, tapi aplikasi-aplikasi baru.

Tahun 2017 menjadi tahun yang menantang untuk Snap Inc. Platform social media dan media marketing ini berencana untuk IPO (initial public offering) di awal tahun.

Facebook telah mengerahkan upaya untuk memperlambat Snapchat dengan memunculkan fitur yang seperti Snapchat dalam aplikasi mereka dan bertujuan untuk mengalahkan Snapchat bahkan sebelum Snapchat memiliki kesempatan untuk bersaing.

Upaya yang dilakukan Facebook sepertinya akan lebih signifikan dari yang diharapkan, kalau Facebook bisa menghentikan Snapchat dalam memperluas jejaknya, ini artinya akan memperlambat kemajuan Snapchat dan akan berdampak besar pada perusahaan Snap Inc.

Facebook juga mencari cara untuk dapat memperkenalkan tools yang lebih inovatif dan features.

Dikombinasikan dengan skala dan sumber daya mereka, Facebook tidak akan kalah jika mereka ingin melakukan persaingan dengan Snapchat dalam jangka panjang.

Sejauh ini, Snapchat sukses dengan berinovatif lebih cepat, menjadi lebih keren dari network lama yang sudah ada lebih dulu.

Meskipun Snapchat memiliki data audiens yang kuat dan akan terus berlanjut, dalam hal pertumbuhan akan menjadi lebih susah. Hal ini akan menjadi masalah ke depannya.

Option Baru

Snapchat sedang memfokuskan diri mereka pada jenis dan format jenis iklan baru. Mereka sedang mencari cara baru untuk meningkatkan kegiatan analisis guna memboost kredibilitas platform dan menarik untuk bisnis besar.

Kalau Snapchat bisa lanjut untuk memperkenalkan tools ad yang inovatif dan menawarkan penargetan yang lebih baik, platform social media dan media marketing ini akan tetap menjadi salah satu yang diinginkan oleh brand-brand untuk menjangkau audiens muda.

Sebenarnya Snapchat tidak perlu berkompetisi dengan skala Facebook, selama mereka mampu untuk menggunakan kelebihan mereka untuk menahan pasar Milennial.

Bisa menjadi lebih susah untuk mereka jika Facebook memberikan pilihan yang lebih baik, tapi Snapchat sejauh ini masih memiliki catatan yang bagus.

Spectacles

Spectacles tidak diragukan lagi akan menjadi populer terutama karena fitur angle lensa 115 derajatnya.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana mereka akan menjadi populer.

Snapchat memiliki cache keren yang sepertinya akan menjadi aplikasi populer di kalangan anak muda, dan Spectacles akan menjadi salah satu yang special setelah dilaunching.

Tech investor, Jason Calacanis memperkirakan awal tahun ini Snapchat akan menggunakan Spectacles untuk memunculkan Snapcodes di atas kepala orang.

Ini semacam integrasi tingkat berikutnya yang sedang dikerjakan Snapchat dan berfokus pada teknologi VR.

Jika mereka bisa melakukan hal ini dan menawarkan lebih dari apa yang tersedia di Spectacles, hal itu akan membantu platform social media dan media marketing mempertahankan momentum mereka dan menjadi daya tarik mereka di antara penggguna muda.

Bagaimana Selanjutnya?

Jadi, kita sudah berada di penghujung artikel. Yang bisa dilakukan sekarang?

Tentunya kita akan terus mengikuti perkembangan social media dan media marketing yang telah diperkirakan oleh Andrew.

Apakah yang diperkirakan akan tepat atau malah meleset? Semua bisa terjawab seiring waktu berjalan.

Yang terpenting adalah tetap mencari tahu apa yang sedang berkembang di social media dan media marketing guna persiapan untuk langkah bisnis online Anda ke depan juga.

Terus menggali informasi dan buatlah plan serta persiapkan diri Anda untuk berbisnis di tahun 2017 ini!

Sampai jumpa di artikel lainnya!

Baca juga artikel menarik lain seperti :

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik atau pengalaman di social media dan media marketing, sampaikan saja ke Digitalmarkerter.id dan pembaca lainnya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.


Bagikan artikel ini
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

Related Posts