Info : Biaya untuk Advertising di Social Media Telah Melampaui Televisi

biaya ads untuk bisnis
2 Desember 2016
Bagikan artikel ini
  • 35
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    35
    Shares

Biaya ads untuk bisnis merupakan hal penting yang perlu dipertimbangkan untuk seorang pebisnis kecil sampai perusahaan yang besar.

Karena ini merupakan hal yang sensitive dan fatal jika sampai Anda salah melangkah.

Pernahkah Anda atau perusahaan memikirkan kemana harus menempatkan dana untuk iklan?

Atau mungkin saat ini Anda sudah bersiap untuk terjun ke dalam periklanan di social media tapi masih ragu-ragu apakah worth it atau tidak?

Riset baru menunjukkan untuk pertama kali, digital dan biaya belanja iklan social media sudah melampaui televisi.

Para marketer harus mengatur ulang strategi dan ini menyebabkan perubahan besar dalam proses menghitung biaya ads untuk bisnisuntuk bisnis

Lalu apa yang akan dibahas pada artikel kali ini?

Secara garis besar, Anda akan diajak untuk melihat perkembangan pada bagian mana biaya untuk iklan digital dikeluarkan (dengan menggunakan mata uang dollar), mengapa marketer berkumpul pada sebuah media tertentu, dan bagaimana Anda dapat bersaing dengan marketer tersebut.

Biaya Ads untuk Bisnis bisa Anda Tentukan Setelah Tahu Info Ini…

  1. Biaya Belanja Iklan di TV Menurun, Digital Terus Meningkat

Riset dari sebuah studi oleh eMarketer menunjukkan bahwa biaya belanja iklan digital pada tahun 2016 melampaui TV. Hasil riset ini telah mereka rilis pada Maret tahun 2016.

Prediksi mereka sebelumnya adalah bahwa TV akan tetap pada urutan teratas sampai 2017, tapi ternyata digital menggesernya keluar.

Angka dalam laporan baru-baru ini menunjukkan biaya pembelanjaan iklan TV 2016 berjumlah $71.29 miliar dan digital berjumlah $72.09 miliar.

Secara presentase, akun digital 36.8% dan sedangkan TV berada pada presentase yang sedikit lebih rendah, pada 36.4%.

1Tidak mengejutkan biaya belanja iklan digital tumbuh dan menguat, berkembang semakin besar di social media, mobile dan video.

Secara keseluruhan, biaya pembelanjaan iklan social media mencapai $15.36 miliar atau 21.3% dari total pembelanjaan iklan digital. Naik 18.2% dari tahun lalu.

Tapi tahun ini adalah tahunnya mobile, ads spending pada mobile meningkat 45% mendekati angka $46 miliar.

Faktanya, pada laporan quarterly, raksasa social media Facebook memberitahu bahwa 84% (sekitar $5.24 miliar) dari pendapatan iklan mereka untuk Quarter 2 2016 berasal dari iklan mobile.

Salah satu alasan munculnya data ini adalah karena dari 267 juta pengguna internet di US, hampir 79% dari mereka mengakses internet dan jaringan social secara rutin melalui mobile device.

Angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi 86% pada tahun 2020.

2Bungkus!

Kalau Anda hanya diberikan satu pilihan arahan untuk fokus pada biaya iklan bisnis Anda untuk tahun depan, mobile adalah pilihan yang paling efektif!

Mary Meeker, penganalisis internet menyampaikan suatu hal saat presentasinya State of the Internet pada awal September.

Ia memprediksi bahwa periklanan mobile memiliki peluang $22 miliar untuk para marketer.

Prediksinya ini berdasarkan perbandingan antara waktu yang dihabiskan pada media dan jumlah yang dibelanjakan pada iklan di setiap kategori.

3

  1. Social Ads dan Video Mendominasi Digital

Riset dari eMarketer menunjukkan iklan bergambar. Kategori iklan bergambar dipecah menjadi format yang bentuknya mencakup banner / lainnya (termasuk iklan news feed facebook dan promosi tweet di Twitter), video, multimedia, dan sponsorship.

Memasang iklan pada platform social media adalah kegiatan utama para pengiklan dalam menghabisan uang mereka untuk melancarkan iklan produk / bisnis mereka ketika waktunya tiba.

4Bungkus!

Semua upaya Anda dalam beriklan akan membutuhkan waktu dan proses, dan ingat di internet, tidak semua iklan langsung mendapat rating tinggi.

Laporan dari social media examiner menunjukkan bahwa sebuah perusahaan dapat melihat hasil dari upaya mereka di social media dalam waktu 6 jam / minggu.

Sekali lagi, Anda perlu ingat kalau hasil yang signifikan akan berhubungan langsung dengan berapa banyak waktu yang Anda dedikasikan untuk fokus pada kegiatan tersebut.

Kegiatan search atau pencarian untuk pembelanjaan iklan atau ads spend perlu mendapat perhatian karena menunjukkan performa yang kuat.

Dan Google terus melakukan upaya terbaiknya (di luar fungsi utama mereka dalam search) : memberikan marketer kemampuan untuk menargetkan audiens di seluruh dunia.

Tapi sebagai info, search memiliki presentase sekitar 1,25% di balik pembelanjaan iklan digital, sehingga tidak akan berhasil dalam waktu dekat. Memang benar bahwa jumlah orang yang menggunakan jejaring sosial terus tumbuh, tapi kegiatan pencarian Internet tidak akan pernah berhenti. Jadi masih ada harapan, bukan?

  1. Facebook adalah Platform Pilihan untuk Marketer

Sebuah laporan di bulan May 2016 menunjukkan bahwa 55% saat ini menggunakan Facebook sebagai platform utama mereka dan 67% dari responden berencana untuk meningkatkan aktivitas marketing mereka pada Facebook.

86% social marketer biasa menggunakan Facebook ads, sementara hanya 18% menggunakan Twitter ads.

Angka ini tepat dengan apa yang ada di dalam laporan menghitung biaya ads.

Social media Facebook sendiri berkontribusi $11.93 miliar atau sekitar 16.6% dari keseluruhan digital ads spend dibandingkan dengan Google $4.79 miliar atau dalam presentasenya 13.8%.

Data dari  Content Marketing Institute menyatakan Facebook memiliki rating keefektifan sebesar 66% untuk platform social media B2C.

Twitter berada pada urutan ke 3 (setelah YouTube) dengan rating keefektifannya sebesar 30%.

Ini terlihat dalam total belanja iklan untuk Twitter. Untuk tahun 2016, Twitter hanya berhasil mencapai presentase 8.7%, menurun dari 11.8% dibandingkan dengan tahun lalu.

eMarketer memprediksi angka untuk Twitter ini akan terus menurun, walaupun tidak terlalu tajam seperti tahun lalu.

Dengan diperkenalkannya First View video ads (yang menempatkan promoted video di dekat user feed) pada February 2016, akan menjadi hal yang menarik untuk melihat bagaimana angka-angka itu berubah.

5Bungkus!

Facebook merupakan pilihan yang jelas ketika Anda ingin menggunakan uang untuk kegiatan marketing ads di social media, alasannya sangat sedeharna dan jelas, banyak orang yang memanfaatkan itu.

Semakin banyak marketer yang menghabiskan uang untuk beriklan dan memanfaatkan platform seperti Facebook maka hasil akhirnya bisa semakin terlihat dengan cepat.

Tapi Anda juga sebaiknya tidak meremehkan marketing di Twitter.

Perusahaan Periscope yang dimiliki oleh Twitter menyatakan bahwa pada akhir Maret 2016 (data terakhir) ada lebih dari 200 juta broadcast pada platform mereka.

Fakta ini membuktikan bahwa video memang worth it untuk dicoba.

Sementara mereka masih mencari tahu untuk menguangan platform, hal ini juga berpotensi untuk menghadirkan banyak peluang bagi marketer.

Kalau Anda mencari dan ingin mencoba hal yang baru, sebaiknya Anda terus mengikuti perkembangan dari platform yang satu ini.

  1. Tren Menampilkan Tanda Pertumbuhan dari Video Ads

Menurut eMarketer, hampir 66% dari marketer berencana untuk menggunakan Facebook untuk kegiatan marketing social video mereka, sementara 42% yang lain berencana untuk menggunakan YouTube.

Sebuah laporan social media marketing 2016 menunjukkan bahwa 73% dari marketer berencana untuk meningkatkan penggunaan video seperti pada umumnya.

Sedangkan 50% lainnya berencana untuk memanfaatkan layanan live video seperti Facebook Live dan Periscope di tahun depan.

Sebagian lainnya lagi ingin mempelajari lebih jauh tentang live video.

6Grafis dari eMarketer di atas menunjukkan bahwa video berada di tempat kedua dengan $10.3 miliar dalam belanja iklan, yang merupakan 14% dari jumlah total yang dikeluarkan marketer.

Hal yang menarik untuk diingat adalah YouTube merupakan platform yang terdiri dari video saja, sehingga kebanyakan marketer akan memilih Facebook dibandingkan menggunakan YouTube untuk kegiatan marketing social video mereka.

Salah satu alasan yang masuk akal adalah karena YouTube memiliki peraturan ketat untuk sebuah video, banyak kompetisi untuk menarik perhatian viewer, sementara Facebook saat ini menyediakan content-content lain juga kepada penggunanya.

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook dan CEO, dalam laporan keuangan Quarter 2 2016 menyampaikan,

“Our community and business had another good quarter. We’re particularly pleased with our progress in video as we move towards a world where video is at the heart of all our services.”

Bungkus!

Jika Anda ingin mulai untuk social video ads, saran pertama yang bisa diberikan kepada Anda adalah manfaatkan Facebook lebih dulu karena platform itu memiliki pengguna terbesar.

Bukan hanya itu saja, Facebook memiliki berbagai pilihan untuk iklan video, serta memiliki satu set fitur audience targeting yang kuat.

Seperti yang dinyatakan Zuckerberg, video di Facebook akan menjadi lebih terdepan dan menjadi center dalam waktu dekat.

Marketer yang menggunakan video ads pada social media mendapatkan benefit seperti shareability.

Saat ditampilkan ke audiens yang sangat tertarget, video ads akan mudah berbaur dengan audiens dan membuat pengguna lebih cenderung menekan tombol share.

Kalau Anda memilih format iklan yang diputar secara otomatis, pastikan kalau visual contentnya menarik dan membangkitkan rasa penasaran.

Iklan Anda bersaing untuk menarik perhatian viewer dan Anda harus menerima kalau Anda akan kehilangan faktor yang menarik perhatian lainnya, yaitu suara.

Di sisi lain, konsumen cenderung terganggu oleh iklan otomatis yang menyertakan suara, jadi pertimbangkan dengan baik hal ini.

Platform social live streaming seperti Periscope dan Facebook Live saat ini sedang menguji cara untuk menguangkan content, sehingga 2 platform ini dapat menjadi pilihan yang bagus.

Dan Akhirnya…

Yes, kita sudah berada di penghujung artikel!

Setelah tahu tentang informasi terbaru tentang fakta biaya ads untuk bisnis di social media telah melampaui televisi, Anda sebagai pebisnis ataupun marketer sudah bisa menghitung biaya ads untuk bisnis Anda.

Bukan hanya menghitung biaya ads untuk bisnis saja, Anda juga sudah bisa menentukan kira-kira kemana Anda harus mengalirkan dana ke mana, apakah masih ingin ke televisi atau digital.

Semua keputusan kembali lagi ke diri Anda, dan selalu ingat, semua upaya perlu proses dan waktu.

Tidak perlu terburu-buru, Anda hanya perlu bersabar dan sambil menunggu hasil akhir, Anda bisa menambah wawasan lain dalam tentang :

Bila Anda memiliki cerita menarik atau pengalaman dalam menghitung biaya ads untuk bisnis atau yang berhubungan dengan topik ini, sampaikan saja ke Digitalmarkerter.id dan pembaca lainnya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.


Bagikan artikel ini
  • 35
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    35
    Shares

Related Posts