DMID Business Insight : Sharing serta Live Q & A Bersama Hendy Setiono (Founder Kebab Turki Baba Rafi)

DMID Business Insight
8 November 2017
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagikan artikel ini :

Kuliner merupakan salah satu bidang yang sangat happening di masyarakat dan diprediksi peminatnya akan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Sekarang ini sudah banyak entrepreneur yang melihat bidang kuliner ini sebagai lahan subur untuk membuka memulai sebuah usaha.

Di tengah persaingan yang sengit, ada sebuah brand makanan kebab yang sudah tidak asing lagi di telinga kita dan terbukti mampu terus berkembang, bukan hanya di lokal saja, tapi sudah sampai ke internasional.

Yes! Brand dimaksud adalah Kebab Turki Baba Rafi.

kebab turki 1

Kalau ditayangan Live perdana DMID Business Insight sebelumnya berhasil membawa Yasa Singgih yang sukses dengan bisnis clothingnya untuk sharing tentang bisnisnya, kali ini kita beralih ke bidang kuliner.

Hendy Setiono sebagai Founder Kebab Turki Baba Rafi berhasil digandeng oleh DMID untuk berbagi cerita serta menjawab pertanyaan dari audience yang masuk.

Sebagai pembuka Live, Hendy sedikit bercerita tentang latar belakang mengenai dirinya serta awal mula ide bisnisnya ini muncul.

Hendy Setiono lahir dari sebuah keluarga yang sama sekali tidak memiliki darah sebagai entrepreneur,

Ibunya merupakan seorang guru dan ayahnya merupakan seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan minyak dan gas di Qatar.

Anda mungkin bertanya-tanya, latar belakang keluarga tidak ada yang entrepreneur, kok bisa Hendy sukses ya? Ide bisnisnya dari mana nih?

Nah, awal mulanya ketika ia berlibur dan mengunjungi perusahaan tempat ayahnya bekerja di daerah Timur Tengah itu, ia melihat banyak sekali orang yang berjualan kebab.

Hampir setiap hari ia pergi ke tempat yang sama untuk membeli kebab.

Ia bukan hanya sekedar membeli saja. Ia juga mengobrol dengan orang-orang yang di situ untuk mencari tahu apa saja bahan-bahan yang digunakan sampai prosesnya pembuatannya.

Sepulangnya ia ke Surabaya, Hendy berpikir untuk mencoba menjalankan bisnis berjualan kebab.

Ia memberanikan diri untuk mengambil keputusan tersebut karena pada waktu itu di Indonesia belum begitu banyak yang tahu tentang makanan seperti ini. Jadi peluangnya masih sangat besar.

Di usianya yang masih muda, 19 tahun dan bermodal uang pinjaman empat juta rupiah dari adiknya, Hendy membuka outlet pertamanya.

Menariknya adalah ia tidak meneruskan pendidikan di bangku kuliah sampai akhir karena ia fokus dalam menjalankan bisnis ini.

Tapi kini Hendy bisa tersenyum bahagia. Usahanya kini membuahkan hasil. Ia telah mencapai kesuksesan dengan sudah adanya 1300 outlet di seluruh Indonesia, dan bukan hanya itu!

Bisnisnya ini sudah menembus pasar luar negeri sampai dengan 9 negara.

QA

Antusias audience pada saat live semakin terasa ketika beralih ke sesi tanya jawab. Terbukti dari banyaknya pertanyaan yang terkumpul dan siap dijawab oleh Hendy.

Mula-mula ada yang menanyakan bagaimana cara mendapatkan investor untuk membuka sebuah restoran atau bisnis kuliner seperti yang dijalankan oleh dirinya.

Hendy menyampaikan bahwa sebenarnya yang dijual olehnya itu adalah track record, integritas, ide dan keunikan dari sebuah bisnis.

“Ketika sudah dipercaya orang, maka investor dan bank akan datang dengan sendirinya.”

Lalu bagaimana cara promosinya?

Ketika Anda sudah memiliki ide bisnis yang menarik dan unik dalam bidang kuliner, Anda harus memanfaatkan kekuatan social media seperti Instagram untuk membantu Anda.

Ia menyarankan untuk menggunakan Instagram Stories untuk kegiatan promosi bisnis Anda.

Ada juga audience yang bertanya mengenai persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk memfranchisekan bisnis.

Untuk hal ini, terdapat 3 point yang perlu Anda perhatikan ketika ingin memfranchisekan bisnis Anda. Point-point tersebut adalah

  • Brand

Brand bisnis Anda harus kuat dan sudah dikenal oleh masyarakat.

  • System

Anda harus membuat sebuah standard untuk system control, karyawan, sampai bahan baku untuk makanan.

  • Support

Support ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu support sebelum grand opening bisnis, yang meliputi kegiatan merekrut dan mentraining karyawan, survei lokasi bahkan sampai design tempat berjualan Anda.

Dan yang kedua adalah support setelah grand opening.

Dan jika seorang pebisnis sudah siap untuk memfranchisekan bisnis, langkah berikutnya adalah ikut pameran franchise expo.

franchising-Expo

Dengan mengikuti acara seperti itu, Anda bisa menarik orang-orang untuk mampir dan membeli franchise  bisnis yang Anda tawarkan ke mereka.

Cara konvensial atau strategi offline ini masih ia lakukan untuk mempromosikan bisnisnya.

Kalau secara online, saya menggunakan social media. Harus sering eksis, ini kalau Anda menggunakan digital marketing untuk promosi.” Ujarnya.

Ditanya soal bagaimana caranya dalam memanage outlet, pemilik bisnis Cakekinian (bisnis baru yang sedang dijalaninya saat ini) mengungkapkan sewaktu bisnisnya masih belum memiliki banyak cabang, ia datangi outletnya dan melakukan pengecekan.

Tapi semakin banyak outlet yang dimillikinya saat ini, ia memutuskan untuk membangun tim manajemen untuk membantunya.

Dengan adanya tim manajemen ini, dirinya sudah tidak berfokus lagi pada operasionalnnya, melainkan ke pembuatan strategi ke depan untuk meningkatkan bisnisnya.

Lalu ada pertanyaan berikutnya yang menanyakan soal bagaimana cara membuat stok dan mendistribusikan stok tersebut ke semua cabang outlet Kebab Turki Baba Rafi.

Kuncinya adalah persimple bahan bakunya agar mudah untuk diduplikasi.

“Kita tidak bisa bergantung pada koki atau chef. Seandainya mereka tiba-tiba keluar, maka karyawan yang lain tidak bisa membuat kebab tersebut kan? Oleh karena itu, persimple bahan bakunya.”

Menurutnya, semakin mudah diduplikasi, semakin mudah sebuah bisnis untuk difranchisekan.

Di sela sesi tanya jawab, Hendy juga berbagi cerita tentang bagaimana bisnis kebab miliknya menembus pasar luar negeri.

Belanda_Europe-1

Ternyata untuk masuk ke pasar luar negeri itu tidak mudah, misalnya seperti ketika ia membuka cabang di negeri kincir angin, Belanda.

Di 6 bulan pertamanya, bisnisnya ini mengalami kerugian! Tapi ia dan tim tidak menyerah begitu saja.

Dengan terus menjalankan bisnis, mereka melakukan research, mencari strategi dan cara untuk terus bertahan 6 bulan ke depan.

Tahun pertama memang tahun yang sulit, tapi ternyata bisa dilalui.

Begitu masuk pada tahun kedua, barulah ia bisa mendapatkan profit dan membuka satu cabang lagi.

Dari kejadian ini Hendy memberikan pesan kepada semua audience,

“Sebenarnya pasar yang bagus itu adalah Asia. Kalau Anda ingin mengembangkan bisnis kuliner, mulailah dari negeri sendiri dulu, karena marketnya di sini paling bagus.”

Masih ada banyak pertanyaan yang dijawab oleh Hendy Setiono sampai akhir Live di acara DMID Business Insight.

Bukan hanya itu, ia juga memberikan pesan, tips, dan informasi seputar menjalankan bisnis kuliner yang bagus itu seperti apa.

Jika Anda penasaran untuk menonton video lengkap DMID Business Insight dari Hendy Setiono, Anda bisa mengklik di sini.

Live Hendy Setiono

Nantikan DMID Business Insight berikutnya dengan pembicara lain yang sudah pasti akan semakin menarik untuk diikuti dan sampai jumpa!

Anda punya cerita seru tentang berhubungan dengan topik DMID Business Insight kali ini?

Atau ingin berbagi pengalaman kepada Digitalmarkerter.id dan pembaca lainnya?  Anda bisa langsung mengisi kolom komentar di bawah ya!

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>