DMID Business Insight : Sharing serta Live Q & A Bersama Dewa Eka Prayoga (Penulis Buku Best Seller Easy Copywriting)

DMID business insight
4 Desember 2017
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagikan artikel ini :

Kalau kita membahas soal bisnis, memang tidak adanya habisnya. Apalagi banyak sekali jenis bisnis insudtri yang bisa kita pilih dan dijalankan.

Dari kemarin, sudah beberapa topik dan jenis bisnis besar yang dibawakan dalam acara DMID Business Insight.

Mulai dari bisnis clothing, culinary, supplier & reseller.

Nah, kali ini, di acara DMID Business Insight, ada tamu special yang akan sharing soal pengalamannya sebagai expert dalam hal copywriting dan hal ini yang membantu dirinya dalam mengembangkan bisnis di dunia digital.

Yes, dia adalah Dewa Eka Prayoga. Anda belum tahu siapa Dewa? Ia merupakan seorang expert dan penulis buku bestseller Easy Copywriting.

Selain menulis, ia juga merupakan seorang Business Coach serta Founder & CEO Billionaire Coach.

Wah, keren ya! Oleh karena itulah DMID Business Insight mengajak Kang Dewa (panggilan akrabnya sehari-hari) untuk hadir dan sharing pengalamannya seputar bisnis di dunia digital dan copywriting.

Sebagai intro, Kang Dewa sedikit bercerita pengalamannya dalam berbisnis.

Ternyata ia pernah mengalami masa-masa suram pada tahun 2012. Bagaimana tidak suram? Karena sikap terlalu percayanya kepada orang lain, malah membawa dia ke dalam sebuah problem.

Seorang teman mengajaknya untuk join dalam sebuah bisnis investasi, dan dirinya juga mengajak 680 orang lain untuk ikut berinvestasi.

Dalam jangka waktu 6 bulan dan uang terkumpul 7.7 miliyar, teman yang mengajaknya berbisnis malah kabur.

tertipu

Semua orang marah dan menyalahkan Kang Dewa. Tapi ia tidak lari dari masalah.

Walaupun ia bukan pelakunya, tapi dengan niat baiknya ia mau menanggung serta mengembalikan dana yang dibawa kabur oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Ia harus memutar otak untuk mendapatkan uang agar dapat bisa dikembalikan. Mulai dari berjualan berbagai macam makanan, ia kumpulkan uang dan membayarkan kepada orang secara menyicil.

tapi kalau keadaannya seperti itu terus, maka untuk bisa mengembalikan semua kerugian akan memakan waktu yang lama.

Akhirnya dari proses inilah ia mendapatkan ide untuk memulai bisnis pertamanya Billionare Courses baru setelah itu ia menulis buku.

Awalnya memang banyak yang menyindir dirinya seperti, masa sudah jatuh seperti itu masih mau sharing kepada orang lain?

Tapi Kang Dewa membuktikan kalau dirinya mampu dan bisa. Dari menjalankan bisnis courses itu, ia menemukan banyak peluang bisnis yang banyak!

bangkit

Sampai saat ini ada 6 bisnis online yang ia bangun dan jalankan. Targetnya adalah setiap tahun ia membangun 1 bisnis baru.

Usai pada sharing pertama, ada audience yang mengatakan, ga fokus dong bisnisnya?

Kang Dewa menyatakan kalau awalnya memang fokus ke building list email, karena dari sanalah ide bisnisnya berasal.

“Seperti kata Ko Denny, kita buka sesuatu bukan asal buka, harus berdasarkan research. Cara Researchnya? Dengan mendengarkan apa yang diinginkan customer.” Lanjutnya.

Ia juga mengakui kalau dirinya merupakan tipikal orang yang membangun bisnis, bukan yang menjalankan semua bisnis sendirian.

Acara Live ini mendapat antusias yang tinggi dari para audience, semakin banyak yang menonton, maka mulailah beralih ke sesi Q & A.

Pertanyaan pertama berhubungan dengan copywriting untuk Facebook Ads, yaitu apa saja yang harus wajib ditonjolkan copywriting.

copywriting-for-conversions

Menurut Kang Dewa, kalau untuk Facebook Ads, itu tergantung objektifnya. Sekarang ini dirinya sedang menggunakan web conversion karena tampilannya sangat simple dan sederhana jika dibandingkan dengan PPE.

Sedangkan untuk SOP copywritingnya, ia dan tim lebih mengedepankan ketika mau ngiklan, target market harus dibidik dengan baik, research juga harus ok, dan gaya bahasa disesuaikan dengan target marketnya.

Poin pentingnya adalah kalau target marketnya warm atau hot, kita bisa menggunakan gaya bahasa yang langsung to the point. Sedangkan kalau cold maka gaya bahasa yang cocok lebih ke edukasi terlebih dulu.

Ia juga biasa akan mengecek 3 hal berikut dalam copywriting yang dibuat untuk iklan :

  • Headlinenya harus berisi tentang pain atau pleasure.
  • Menggunakan strategi scarcity atau meyakinkan audience dengan social proof.
  • Selalu ingat untuk memasukkan call to action sebagai pemungkas.

“Sebagai seorang copywriter, kita harus menganalisa. Seandainya kita membuat copywriting untuk landing page dan tidak ada yang membeli produk atau jasa yang ditawarkan, kita harus mengecek di bagian mana yang menjadi masalahnya.”

“Bagian yang dimaksud bisa di landing page, copy iklannya, atau customer service.” Lanjut Kang Dewa.

Audience berikutnya bertanya, saat menggunakan digital marketing, teknik apa yang paling meningkatkan bisnisnya.

marketing-at-the-top-of-the-funnel

Ia pribadi memberikan saran agar memperhatikan teknik funnel. Funnel, menurutnya sangatlah powerful untuk digital marketing dan itu harus dipraktikkan.

Dengan funnel, kita akan tahu mau kemana traffic ini akan dibawa. Artinya pemilihan channel disesuaikan dengan audience.

Misalnya begini, ketika Anda ingin berjualan.. katakanlah pakaian. Tidak mungkin Anda lewat email untuk mempromosikannya, bukan? Target market Anda bukan mereka yang akan membuka email!

Sebagian besar dari berada di social media seperti Instagram karena di sanalah tempat mereka berkumpul.

Ada juga pertanyaan lain yang menarik seperti, apakah ada perbedaan antara customer lokal dengan yang di luar negeri dan apakah ada customer tertentu yang membutuhkan copywriting khusus.

customer

“Market Indo dan luar sama saja, yang beda mungkin penggunaan bahasanya ya. Kebanyakan orang pada mikir hal-hal teknis padahal copywriting itu seni mengenal orang.” Jawabnya.

Tugas utamanya adalah menganalisa orang sedetail mungkin, apa kemauan customer. Ketika kita sudah tahu apa maunya customer, mau memakai teknik copywriting apa pun orang akan tertarik.

Soal copywriting khusus, kembali lagi seperti yang telah dikatakan dirinya sebelumnya, disesuaikan dengan kategori orangnya. Cold, warm, atau hot.

Jika trafficnya cold, kita perlu menggiring mereka dulu. Tujuannya supaya mereka aware->tahu->suka->yakin->beli.

Berkaitan dengan ini, ia berbagi pengalaman yang menarik yang dialaminya.

Ia beriklan di fanpage tapi copywritingnya copy dari teman, topiknya waktu itu Membedah tentang Dewa Eka Prayoga. Kesalahannya adalah dirinya mengiklan ke target interest, yang otomatis belum mengenal dia.

Begitu dicek pada kolom komentar, isinya malah yang seperti, “Dewa Eka itu siapa ya?”

Dari cerita singkat itu kita bisa mengambil poin penting, kalau menggunakan gaya bahasa yang salah bisa berakibat seperti yang dialami oleh Kang Dewa.

Ketika ditanya mana yang lebih dulu, copywriting atau target audience ia memilih target market dulu baru disusul dengan copywriting.

Bagaimana siapa yang membuat funnel? Apakah dia atau tim? Berapa lama pembuatan funnel sampai dijalankan?

Lalu insight apa saja yang didapat setelah berpuasa Facebook?

Nah, semua pertanyaan itu bisa Anda dapatkan jawabannya dengan menonton selengkapnya di group DMIDMastermind.

Atau kalau Anda kesulitan mengakses video, Anda bisa mengklik gambar di bawah ini.

gambar mix

Nantikan DMID Business Insight berikutnya dengan pembicara lainnya yang sudah pasti akan semakin menarik untuk diikuti dan sampai jumpa!

Bagikan juga pengalaman Anda ke DMID dan pembaca lainnya yang berhubungan dengan topik ini dengan mengisi kolom komentar di bawah ini ya!

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>