Mengembangkan Persona Pembeli untuk Facebook Ads

88
1 Februari 2016
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Anda pebisnis di dunia digital?

Kalau begitu mungkin Anda setuju dengan pernyataan ini, “Online advertising cukup lumayan menguras biaya.”

Jika Anda tidak hobi mengutak-atik, ada terlalu banyak variabel yang ikut berperan sehingga sulit mencapai hasil yang maksimal.

Tetapi semua akan menjadi mudah jika Anda tahu kepada siapa Anda akan mempromosikan produk atau jasa.

Tahukah Anda, bahwa 1 dari 10 orang yang menjadi target audience Anda membutuhkan solusi.

Jadi, 9 lainnya tidak peduli dengan Anda. Itu faktanya.

Dengan menargetkan iklan secara luas ke audience, sebenarnya Anda telah menghabiskan sumber daya Anda.

Sumber yang dimaksud bukan hanya uang, tetapi juga waktu dan segala sesuatu yang telah Anda investasikan dalam iklan.

Tapi, setiap masalah pasti selalu ada solusinya.

Anda beruntung, dalam artikel kali ini, Anda akan diajak untuk menggunakan persona pembeli untuk meningkatkan efektivitas penargetan iklan.

Bukan hanya itu saja, dalam artikel ini akan menunjukkan bagaimana cara untuk mengembangkan persona pembeli yang tepat untuk meningkatkan penargetan iklan Facebook Anda.

Mari kita mulai.

Apa itu Persona Pembeli?

Persona pembeli adalah sebuah representasi gambaran dari pelanggan ideal Anda berdasarkan riset pasar dan data real tentang pelanggan yang ada.

Dengan memiliki persona pembeli, bearti Anda dapat fokus ke iklan Anda dalam hal :

Meningkatkan ROI

Karena Anda menargetkan orang-orang yang mungkin membutuhkan solusi Anda, Anda bisa mengharapkan hasil yang jauh lebih besar dengan biaya yang lebih rendah.

Menarik pengunjung yang valuable

Mengetahui siapa target Anda akan membantu Anda membuat iklan yang langsung berhubungan dengan kebutuhan, keinginan orang-orang, dan akhirnya menarik orang untuk membeli.

Meciptakan iklan yang lebih menarik

Karena Anda menargetkan orang tertentu, Anda dapat membuat iklan yang berbicara kepada kebutuhan, keinginan, pain point mereka dan menyesuaikannya dengan perilaku mereka dalam membeli suatu barang.

Tapi Mengapa Anda Perlu Menggunakan Persona Pembeli?

Facebook adalah pilihan yang baik ketika Anda mulai untuk menargetkan audience.

Ada banyak cara untuk mengidentifikasi target audience berdasarkan beberapa hal, yakni :

  • Lokasi
  • Jenis kelamin
  • Usia
  • Minat
  • Kategori
  • Koneksi
  • Bahasa
  • Pendidikan, dan banyak lagi.

Tapi, satu-satunya cara untuk membuat iklan Anda lebih efektif adalah dengan memilih targeting options yang tepat.

Tanpa persona pembeli, Anda perlu menebak-nebak. Hal ini seperti gambling, dan sebaiknya tidak dilakukan karena risiko terlalu besar.

Anda tidak mau menghabiskan sumber daya Anda lagi bukan?

Di sisi lain, persona pembeli memungkinkan Anda untuk menentukan pengaturan penargetan yang tepat untuk iklan Anda.

Tujuannya sudah pasti untuk mencapai persis orang-orang yang tertarik dengan penawaran Anda.

Anda Belum Yakin?

Ada yang perlu Anda pertimbangkan, ternyata audience Anda juga menginginkan Anda untuk meningkatkan target iklan.

Menurut Zongby Analytics, 40,5% responden menegaskan mereka lebih memilih untuk melihat iklan yang diarahkan ke kepentingan mereka.

iklan random

Iklan yang tertarget berarti memiliki value lebih dan mengurangi kekacauan serta gangguan.

Lalu, bagaimana perasaan Anda melihat iklan yang berbeda dan sama sekali tidak relevan di newsfeed Anda?

Coba Anda perhatikan gambar dari Massimo berikut

i2

Bagian bawah iklan yang Cloudyn tampaknya sangat tertarget (menawarkan AWS dan kontennya mungkin menarik bagi CEO).

Tapi bagaimana iklan yang lain dari Siemens? Massimo bahkan tidak tahu apa produk tersebut.

Contoh ini menegaskan satu hal: target audience yang buruk tidak menyampaikan apapun kecuali CTR yang rendah, kurangnya relevansi, dan membingungkan pengguna internet.

Jadi bagaimana mengembangkan persona pembeli untuk meningkatkan penargetan iklan Facebook?

Berikut ini adalah langkah-langkahnya.

Mengembangkan Persona Pembeli

Persona pembeli yang solid sebenarnya hanya mengoleksi hal-hal paling umum yang dapat Anda temui di klien Anda saat ini :

  • Kebutuhan mereka yang paling umum dan pain point yang berkaitan dengan solusi Anda,
  • Karakteristik demografi,
  • Psikografis dan,
  • Ciri-ciri perilaku pembeli.

Untuk mengembangkan persona yang kuat, Anda harus terlebih dahulu melakukan penelitian menyeluruh pada customer Anda saat ini.

Berikut ini ada 6 latihan yang akan membantu Anda mengembangkan persona.

Dua hal yang perlu diketahui sebelum kita mulai untuk latihan:

1. Semakin banyak orang yang anda libatkan dalam latihan, semakin lebih baik

Ini mungkin tampak tidak produktif. Tetapi untuk mendapatkan hasil maksimal dari proses ini, Anda harus melibatkan lebih banyak orang di dalamnya.

Inti dari proses ini adalah serangkaian latihan brainstorming yang bertujuan untuk mengumpulkan ciri-ciri umum dari customer Anda.

Dengan demikian, semakin banyak orang berbagi ide mereka, maka semakin baik.

2. Tidak ada jawaban yang salah dalam latihan ini

Berdasarkan sifatnya, brainstorming menempatkan ide apapun di atas kertas.

Sebagai bagian dari proses, Anda juga akan memvalidasi temuan Anda untuk memisahkan karakteristik customer nyata dari tebakan.

Jadi, hal ini akan mendorong siapa pun yang akan bekerja pada latihan ini. Mereka bebas untuk melempar ide yang mereka miliki.

 

Latihan 1. Brainstorming Kebutuhan Customer

Needy People Customers Talking Speech Bubble Words

Tujuan dari latihan pertama adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan target pasar Anda sebanyak mungkin.

Pikirkan banyak masalah, tantangan dan keinginan yang dimiliki oleh customer Anda.

Kebutuhan tersebut bahkan tidak harus berhubungan dengan produk Anda, tetapi segala sesuatu yang mendorong customer Anda.

Seperti :

  • Traffic yang tinggi.
  • Biaya iklan yang lebih murah.
  • Konversi yang lebih tinggi.
  • Kampanye lebih cepat penciptaan.
  • Lebih otomatisasi.

Bagaimana melakukan latihan:

Ambil 15-20 menit dan list sebanyak mungkin kebutuhan yang dapat Anda pikirkan. Jangan menilai setiap item pada list, atau berpikir apakah mereka masuk akal atau tidak.

Di akhir sesi mengumpulkan semua tanggapan untuk analisis nanti.

 

Latihan 2. Brainstroming Demografis Customer

DEMOGRAFI

Dalam latihan ini Anda akan mencoba untuk mengidentifikasi karakteristik demografi yang paling umum dari customer Anda.

Jadi, list segala sesuatu yang Anda ketahui tentang customer Anda.

Seperti :

  • Jenis kelamin
  • Usia
  • Ras / etnis
  • Tingkat pendidikan
  • Tingkat pendapatan mereka
  • Lokasi
  • Bahasa yang digunakan
  • Status hubungan
  • Status profesional

Ikuti proses yang sama seperti dengan latihan sebelumnya – ambil beberapa menit dan list sebanyak mungkin karakteristik yang dapat Anda pikirkan.

 

Latihan 3. Brainstorming Psikografis Customer

Group_people_icon

Atribut psikografis yang dihubungkan dengan seseorang :

  • Kepribadian
  • Nilai-nilai
  • Pendapat
  • Minat
  • Gaya hidup

Dalam latihan ini Anda harus menemukan apa yang mendorong, memotivasi dan mengilhami customer Anda.

List informasi tersebut tentang customer Anda seperti:

  • Brand apa yang mereka sukai?
  • Situs apa yang mereka kunjungi?
  • Aspirasi apa yang mereka miliki?
  • Apa hobi mereka?
  • Siapa atau apa yang mempengaruhi pilihan produk mereka?

 

Latihan 4: Analisis dan Validasi Temuan

Human resources and CRM

Pada tahap ini Anda telah mengumpulkan banyak ide-ide tentang customer Anda.

Sudah waktunya untuk menganalisis dan kemudian, memvalidasi mereka. Pertama, melalui tanggapan untuk setiap latihan dan daftar jawaban yang paling umum.

Kemudian memberikan data yang relevan untuk memvalidasi karakteristik.

Ini bisa apa saja:

  • Menelepon customer Anda

Mungkin akan memakan banyak waktu, tetapi juga menjadi cara yang paling dapat diandalkan untuk memvalidasi temuan Anda dan menemukan informasi baru tentang mereka.

  • Ada data customer

Merupakan cara termudah untuk memvalidasi demografi adalah dengan melihat data yang Anda miliki di customer Anda saat ini.

  • Support call

Banyak customer menyebutkan kebutuhan mereka tetapi juga kepentingan dan kelengkapan pribadi lainnya selama interaksi.

  • Survei (baik internal dan eksternal)

Jika Anda tidak memiliki data, mempertimbangkan survei singkat untuk memvalidasi apa pun dari kebutuhan untuk kepentingan customer.

Anda dapat menggunakan software seperti Hotjar untuk menjalankan survei di checkout Anda atau SurveyMonkey untuk mengundang customer untuk berbagi wawasan mereka.

Demikian pula, Anda bisa melihat hasil survei perusahaan lain untuk menemukan data pendukung hasil Anda.

  • Studi (eksternal dan internal)

Anda juga dapat menemukan banyak informasi dalam studi dan laporan.

  • Percakapan media sosial

Memonitor diskusi online tentang brand atau produk Anda.

  • Artikel, makalah dll

Web penuh penelitian, analisis dan konten yang bermanfaat lainnya. Mungkin di sana ada data yang membuktikan sifat customer Anda.

Jangan mengabaikan pentingnya memvalidasi ide-ide Anda. Tanpa data persona ini, semua menjadi tidak ada apa-apanya, hanya sekumpulan koleksi dari tebakan Anda saja.

 

Latihan 5. Brainstorming Ciri Perilaku Customer

shopper

Latihan terakhir melibatkan brainstorming lebih dari satu sesi. Namun kali ini, Anda me-list ide tentang bagaimana prospek Anda membeli sesuatu.

Ambil 15 menit untuk me-list:

Metode komunikasi seperti apa yang mereka sukai berhubungan dengan brand?

List mereka dalam urutan kepentingan. Kemungkinan prospek Anda akan memiliki preferensi yang sama.

Seperti apa perilaku mereka terhadap produk / jasa / brand Anda?

Apakah prospek Anda kenal atau tidak terbiasa dengan brand Anda.

Apa kebiasaan membeli mereka?

Mengapa mereka membeli apa yang Anda jual? (yaitu untuk membuat mereka terlihat baik, meningkatkan status sosial mereka, perasaan pentingnya diri dll)

Hal ini berkaitan erat dengan kebutuhan yang telah Anda identifikasikan dalam latihan pertama.

Keberatan yang paling umum?

Apa yang akan mencegah mereka dari membeli dari Anda?

 

Lalu Selanjutnya? Gabungkan Semua Menjadi Satu

Jika Anda telah menyelesaikan kelima latihan di atas, sekarang Anda harus memiliki sebagian besar informasi tentang customer Anda dan prospek yang dapat Anda gunakan untuk membuat persona pembeli.

Dari sekarang, Anda akan memiliki gambaran mengenai pembeli ideal berdasarkan informasi yang Anda miliki dan gunakan itu untuk membangun persona Anda.

Selamat mencoba!

Baca juga >>> Menarik Customer Dengan Strategi Psikologi Penetapan Harga <<<

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik dan ingin disampaikan, Digitalmarkerter.id akan sangat antusias jika Anda berbagi pengalaman Anda pada kolom di bawah ini.


Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>