Membuat Rencana Akuisisi Customer untuk Mengembangkan Bisnis Anda

74
9 Februari 2017
Bagikan artikel ini

Mengembangkan bisnis menjadi lebih besar dan baik adalah harapan semua orang yang terjun dalam dunia digital sebagai pebisnis.

Salah satu hal yang penting dalam meningkatkan dan mengembangkan bisnis adalah customer. Kehadiran mereka membawa angin segar dalam bisnis Anda.

Semakin banyak customer yang Anda miliki, semakin banyak produk akan yang terjual.

Apakah customer Anda saat ini sudah membantu Anda untuk memenuhi target penjualan?

Bagaimana rencana Anda ke depan?

Jika Anda bingung untuk menjawab pertanyaan di atas, tidak perlu khawatir.

Artikel kali ini akan membantu Anda untuk membuat rencana mengakuisisi customer agar dapat mengembangkan bisnis.

Bagaimana Cara untuk Mengakuisisi Customer?

Jika Anda pernah atau bahkan sering datang ke seminar tentang dunia digital khususnya marketing, mungkin Anda pernah mendengar pertanyaan seperti,

“Adakah cara untuk mendapatkan customer untuk tahu serta membeli produk kita?”

Wajar saja jika orang-orang menjadi penasaran. Karena mereka ingin tahu bagaimana seseorang yang sukses dapat tumbuh dan mengembangkan bisnisnya.

Jika mendapat pertanyaan seperti itu kira-kira apa jawaban Anda?

Lewat email? SEO? Atau content marketing?

Bisa saja sejumlah jawaban di atas memuaskan rasa penasaran untuk orang yang bertanya kepada Anda.

Tapi, sebenarnya Anda masih berada dalam ketidakjelasan serta ragu untuk mencari jawaban yang tepat untuk diri sendiri.

Pebisnis sukses, Steve Blank mengatakan

Satu-satunya jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah mengkonfirmasi bahwa Anda telah berkomitmen untuk proses pertumbuhan. Selain itu, “no plan survives first contact with customers”.

Rencana untuk mengakusisi customer harus berkembang dan beriringan dengan Anda saat ini.

Hal yang berjalan saat ini bisa menjadi tidak berjalan di kemudian hari, dan apa yang tidak bisa berjalan saat ini dapat dijadikan bahan tinjauan untuk di masa depan.

Artinya Anda harus membuat rencana yang dinamis. Untuk melakukannya, Anda perlu mengembangkan rencana menjadi proses dan kemudian menjadikannya langkah ke depan.

Growth vs Growth Hacks

Waktu pertama kali Anda menjelajahi akusisi customer, mungkin Anda memulainya dengan menggunakan taktik yang acak.

Mulai dari beriklan di Facebook, menulis postingan di blog, dsb.

Sampai pada suatu titik Anda mulai menyadari bahwa semua hal itu tidak memberikan dampak yang besar.

Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena Anda menggunakan taktik secara acak tanpa ada strategi yang tepat di dalamnya.

Anda perlu menetapkan tujuan. Kemudian membuat proses / sistem untuk bagian dalam, maka Anda dapat mengisinya dengan strategi untuk menyelaraskan dengan tujuan Anda.

Ketika Anda telah siap, langkah selanjutnya adalah memilih taktik khusus untuk menjalankannya.

Growth-vs-growth-hacks

Growth merupakan sebuah proses, sedangkan Growth Hacks adalah strategi serta taktik.

Cara untuk Menciptakan Rencana Akuisisi Customer

Rencana akusisi customer yang baik dimulai dari persiapan, seperti :

  • Mengidentifikasi customer ideal Anda.
  • Goal Anda.
  • Funnel untuk mengakuisisi customer Anda.
  • Dan metrics
  1. Tentukan Customer Ideal Anda

Dimulai dengan mengidentifikasi profil customer ideal Anda.

Dari menemukan siapa mereka dan bagaimana untuk menjangkau mereka, bagaimana untuk berbicara dan menjual kepada mereka.

Menarik customer yang benar akan membuat semuanya menjadi lebih mudah. Jadi, carilah definisi customer yang menurut Anda ‘tepat’.

  1. Tentukan Goal

Strategi, taktik dan fokus setiap hari dibentuk dari goal Anda.

Penting bahwa Anda perlu fokus kepada 1 atau 2 goal dalam waktu tertentu.

Untuk mengakuisisi customer, goal Anda mungkin ingin mendapat banyak pengunjung, mengkonversi pengunjung menjadi leads, dan mengkonversi leads untuk mengarahkannya menjadi customer yang membayar.

Jadi tentukanlah goal Anda.

  1. Tentukan Funnel Akuisisi Anda

Dengan mengarahkan leads menjadi customer yang membayar akan membantu Anda mengidentifikasi funnel mana yang cocok.

Pikirkan semua funnel kecil yang memiliki kemungkinan, lalu saring semua funnel dan persempit. Hasil akhir akan keluar dan tinggal Anda putuskan untuk menggunakan funnel yang mana.

  1. Mengetahui Metrics Anda

Mencari tahu metrics bisnis utama Anda adalah inti dari rencana.

Tanpa mengetahui kunci metrics, Anda mungkin tahu “Saya perlu meningkatkan traffic”, tetapi Anda tidak yakin apa yang Anda butuhkan untuk mendapatkannya.

Ketika mengetahui metrics Anda, secara otomatis Anda akan dibimbing untuk mengambil strategi yang tepat.

  1. Meng-track Semua

Rencana akuisisi customer yang terbaik memiliki strategi pengukuran yang dilaksanakan dari awal.

Kebanyakan pemula tidak memulai proses ini diawal, dan mereka akan melakukannya nanti.

Walaupun Anda tidak membutuhkan data untuk sekarang, hal ini akan menjadi sangat berharga ketika Anda memiliki waktu untuk menggali ke dalamnya.

Tidak menjadi masalah jika Anda menggunakan tools yang berbayar, atau Google Analytics. Karena memiliki data yang dari awal akan membantu Anda untuk ke depannya.

Jadikan Diri Sebagai Arsitek untuk Pertumbuhan Bisnis Anda

Sekarang Anda sudah mengetahui goal dan metrics Anda.

Anda dapat menggabungkannya dengan proses pertumbuhan untuk menyelesaikan rencana Anda.

Tidak semua orang menggunakan cara yang serupa, tetapi pada dasarnya mereka menerapkan ide yang sama. Umumnya mereka menggunakan langkah berikut :

growth_process_diagram_title

Dengan menggunakan goal jangka panjang dan metrics saat ini, Anda dapat mencari tahu dimana harus fokus dalam usaha yang sedang Anda jalankan.

Carilah hambatan yang ada dalam metrics Anda : apakah rating pengunjung trial Anda rendah? Apakah Anda perlu untuk mengarahkan traffic?

Jika Anda ingin meningkatkan metrics tertentu, cobalah mencari tahu pada bagian apa dari funnel penjualan yang paling mempunyai dampak.

Lakukan brainstorming pada area itu dengan ide-ide untuk di-test. Anda akan menemukan banyak jalan untuk meningkatkannya.

Mulai dengan pertanyaan:

Untuk mencapai goal kita, apa yang perlu kita tingkatkan sekarang?

Bagaimana cara kita meningkatkannya?

Jika traffic Anda rendah, fokuskan pada taktik yang akan meningkatkan pengunjung.

Jika rating akun member Anda rendah, fokuskan pada taktik yang meningkatkan signups.

Dari hal ini, Anda dapat menghasilkan taktik agar dapat mengeksekusi. Tapi kali ini taktik yang Anda terapkan tidaklah secara acak alias sudah spesifik.

  1. Buat Daftar Ide Pertumbuhan Anda

list

Daftar semua ide yang dapat meningkatkan metrics Anda pada setiap tahap funnel.

Asal ide taktik Anda bisa berasal dari membaca atau mendengar. Atau dari melihat taktik yang pernah dipraktikan sebelumnya dan ternyata sukses. Bisa juga dari brainstorming.

Ini akan menjadi wadah untuk setiap taktik yang memiliki kemungkinan dalam bisnis Anda.

Taktik merupakan cara yang spesifik untuk mengeksekusi startegi Anda.

Anda mungkin memiliki strategi untuk menjalankan iklan di Facebook, tapi taktik Anda mungkin :

Gunakan custom audiences, mengoptimalkan untuk click-through, mengiklankan blog-posting, atau mengiklankan suatu webinar yang akan datang.

Semua ini berasal dari strategi khusus dan tujuan, yang diidentifikasi melalui proses.

Keluarkan semua apa yang terlintas di benak Anda, dan masukkan semuanya ke dalam to-do list Anda.

  1. Prioritaskan Ide Anda

20100912prioritas390x250

Ketika semua dimulai, Anda berkeinginan untuk melakukan banyak hal sekaligus yang menurut Anda menarik.

Sebaiknya tidak dilakukan, karena akan membuat Anda stress dan fokus menjadi terpecah.

Pilih salah satu taktik untuk mengeksekusi, kirimkan melalui funnel dan lihat sampai akhir.

Mana yang Anda fokuskan?

Jika Anda tahu dan yakin bisa meciptakan konten yang baik, maka fokuslah pada bagian itu. Akan memerlukan banyak waktu jika Anda ingin belajar hal baru.

Baca juga >>> Bagaimana Menarik Lebih Banyak Customer dengan Content Marketing?

Jadi gunakan apa yang Anda miliki sekarang dan ketika Anda berhasil dalam funnel kecil, sebelum Anda mencoba cara yang baru.

Mungkin Anda tidak menyadarinya. Ketika Anda sedang suntuk atau dalam keadaan jenuh, sebenarnya Anda dapat memanfaatkan waktu untuk berpikir.

Jika tujuan Anda adalah meningkatkan traffic, maka fokuskan pada email marketing yang dapat membawa orang untuk berkunjung ke website Anda.

  1. Jalankan Rencana Anda

execute-feature-image

Ini merupakan bagian di mana Anda menerapkan taktik khusus Anda.

Pertama kali Anda menguji ide baru dalam funnel, mungkin tidak berdampak besar. Tidak apa-apa, hal ini berguna untuk mengetahui apakah ide dapat bekerja.

Suatu yang berdampak kecil inilah yang akan membimbing Anda untuk mencapai yang besar ke depannya.

  1. Menganalisis : Bagaimana Caranya Menjadi Berbeda dari Mayoritas Marketer?

BusinessAnalysis

Bagian penting dari proses Anda adalah menganalisis hasil kampanye Anda berdasarkan hipotesis, menarik semua hal tersebut dan dijadikan pembelajaran, jadikan tindakan atau pengalaman baru.

Hasil dari percobaan sebelumnya akan memandu Anda ke siklus marketing berikutnya. Semua berdasarkan dari pembelajaran Anda.

Ini adalah bagian penting dari proses yang paling sering membaut marketer gagal dalam mengeksekusi.

Pada akhir percobaan, yang Anda lakukan kembali dan bertanya pada diri sendiri: “Apakah percobaan ini berhasil? Jika berhasil, mengapa bisa? Jika tidak, mengapa tidak? Apa yang harus kita pelajari dan apa yang bisa kita lakukan untuk berikutnya di waktu yang berbeda? “

Pelajari hal ini, buat menjadi ide yang baru dan untuk siklus berikutnya.

  1. Optimalkan dan Formalkan Metode Anda

up-clip-art--up-clipart-14

Sebuah proses akan dikatakan baik jika metodenya didefinisikan baik juga.

Setiap kali Anda melakukan percobaan pemasaran, selalu dokumentasikan usaha Anda. Garis tujuan Anda, hipotesis, kerangka waktu, dan bagaimana Anda melaksanakannya.

Setelah percobaan selesai, kembali ke dokumen. Masukkan hasilnya, pembelajaran Anda, dan apa yang akan Anda lakukan selanjutnya.

Menyimpan semua rincian dari usaha Anda dalam folder Google Drive.

Tingkat dokumentasi ini bukanlah sesuatu yang biasanya terpikir untuk pemula Tapi ini penting. Dengan menyimpan catatan, Anda dapat meninjau kemajuan dan membuat perbaikan terus-menerus.

Menyeimbangkan Rencana Akuisisi Customer Dengan Pengembangan Produk

Sebagai pemula, sebagian besar waktu Anda harus dihabiskan untuk mengakuisisi customer dan pengembangan produk (hal – hal yang akan menggerakkan Anda maju).

Namun, pastikan bahwa rencana akuisisi customer Anda tidak begitu jauh di depan pengembangan produk Anda, atau lebih jauh di belakang pengembangan produk Anda.

Misalnya, jika pemasaran Anda terlalu jauh di depan produk Anda, Anda akan mendapat lead yang sangat banyak. Tapi, karena produk tersebut tidak mendukung, maka semua usaha Anda akan menjadi sia-sia.

Demikian juga, jika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu pada pengembangan produk, Anda tidak akan memiliki cukup pelanggan yang membawa uang untuk membayar sumber daya pembangunan.

Sehingga berisiko kritis dari kurangnya pendapatan.

Intinya, jika antara rencana akusisi customer dan pengembangan produk tidak seimbang, maka pada akhirnya akan membuat bisnis Anda akan menjadi berantakan.

Sebuah rencana akusisi customer memberikan kesempatan yang terbaik untuk mencapai goal Anda. Tapi rencana itu hanya awal.

Kemampuan menganalisis, melaksanakan rencana, dan terus belajar untuk selanjutnya perlu dipersiapkan agar bisnis Anda terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar.

Semoga bermanfaat!

Anda ingin menjadi seorang arsitek bisnis yang merancang strategi dan tepat dalam mengekseskusinya? Kalau begitu Anda perlu tahu tentang informasi ini!

square_dm_elit(slot)-01

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik dan ingin disampaikan, Digitalmarkerter.id akan sangat antusias jika Anda berbagi pengalaman Anda pada kolom di bawah ini.


Bagikan artikel ini

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>