Bisnis Online: Mengenal Istilah Dasar Sebelum Memulainya

Memulai Bisnis Online
23 Maret 2015
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jika kita baru melakukan transaksi atau sedang merintis dan memulai bisnis online dari awal, maka kita akan menemui berbagai istilah-istilah asing yang belum pernah akrab di telinga. Istilah-istilah dalam bisnis online ini berguna untuk memudahkan mereka pelaku yang terlibat dalam bisnis online untuk melakukan transaksi. Mungkin beberapa di antara istilah-istilah yang ada sebelumnya memang pernah kita dengar.

Berikut adalah beberapa istilah yang akrab di telinga kita ketika melakukan transaksi bisnis online:

  • Seller: Penjual atau pemilik dari toko online
  • Buyer: Sebutan untuk para pembeli atau customer
  • Suplier: Orang yang memberikan pasokan barang pada penjual
  • Reseller: Sebutan bagi penjual yang menjualkan barang orang lain.
  • Reject: Istilah untuk barang yang tidak dalam kondisi baik atau cacat.
  • Ready Stock: Barang tersedia
  • Restock: Barang yang diperjualbelikan telah tersedia kembali
  • Out of Stock: Istilah untuk menjelaskan persediaan barang di penjual atau supplier telah habis.
  • Cash on Delivery (COD): Cara pembelian di mana penjual dan pembeli bertransaksi dengan tatap muka. Pembayaran dilakukan saat saling bertemu.
  • Shipping: Proses pengiriman pesanan

Tentu, istilah-istilah di atas merupakan istilah yang akrab di telinga kita. Bahkan, tanpa dijelaskan dengan penjelasan secara panjang-lebar, Anda sudah mengetahuinya. Namun istilah dalam bisnis online tak hanya sebatas istilah-istilah di atas. Masih banyak istilah yang harus Anda ketahui dan hal tersebut membutuhkan penjelasan yang lebih lengkap untuk bisa dimengerti. Hal ini penting bagi Anda yang ingin memulai bisnis online atau Anda yang biasa terlibat dalam transaksi toko online. Berikut adalah istilah-istilahnya:

1.) Online Presence

Online Presence sendiri adalah, berbagai macam cara berbeda yang dapat digunakan untuk merepresentasikan bisnis online kita. Online Presence ini membantu kita untuk mengarahkan traffic ke website kita. Tanpa adanya Online Presence, website kita akan tersembunyi dibalik jutaan website lain. Untuk itu, agar tujuan dari website kita tercapai, ada beberapa cara untuk  meningkatkan Online Presence untuk kebutuhan bisnis online kita. Berikut adalah caranya:

  • Tentukan tujuan tujuan dari bisnis, sehingga Anda dapat menentukan channel yang sesuai dengan bisnis Anda.
  • Bangun website dengan platform yang tepat dan isi dengan konten-konten yang sesuai dengan target.
  • Pastikan website punya user interface yang baik, sehingga pengunjung yakin dengan bisnis Anda.
  • Pilih CMS yang tepat, dan terus berikan konten yang bermanfaat, sehingga konsumen akan berkunjung kembali.
  • Integrasikan website dengan media sosial yang ada,
  • Pantau terus Online Presence agar tahu apa yang perlu ditingkatkan dan sejauh mana efektivitasnya.

2.) Call To Action (CTA)

CTA adalah sebuah kata-kata dalam iklan yang bertujuan untuk mendorong pembaca agar mengambil action. Apa action-nya? Actionnya yakni dengan membeli produk atau jasa yang telah kita tawarkan. Berikut adalah cara-cara yang tepat untuk membuat CTA:

  • Menggunakan kata ‘Gratis’ untuk penawaran menarik.
  • Menggunakan kalimat Tanya dan kalimat negatif.
  • Ciptakan urgensi dengan memberikan deadline penawaran menarik.
  • Gunakan action words, misalnya: cek Kesehatan Anda dengan Smartphone
  • Gunakan kata-kata yang simpel dan jelas

3.) Konversi

Dalam dunia bisnis online, konversi terjadi apabila seseorang mengunjungi toko online (visitor)  Anda, kemudian mengambil tindakan dari upaya pemasaran yang sebelumnya telah Anda lakukan. Misalnya pada saat pembelian online. Untuk meningkatkan konversi, Anda dapat melakukan cara-cara berikut ini:

  • Mengoptimalkan navigasi website
  • Memberikan lebih dari 1 opsi pembayaran.
  • Mempercepat loading pada website
  • Menambah testimoni customer.
  • Mengoptimalkan sosial media sebagai pemasaran.
  • Menjaga kualitas produk.

4.) Remarketing

Remarketing merujuk pada kepada para customer yang pernah melakukan transaksi pembelian produk Anda. Remarketing dimaksudkan untuk membangkitkan rasa ketertarikan mereka lagi terhadap produk Anda. Intinya, ini merupakan fitur dari periklanan digital yang memungkinkan Anda untuk menampilkan iklan ke orang yang pernah mengenal kita (masuk ke website kita).

5.) Affiliate Marketing

Affiliate Marketing adalah memasarkan produk orang lain dan sebagai gantinya, Anda akan mendapatkan komisi dari penjualan produk tersebut. Cara kerjanya adalah, dengan mendaftar pada suatu program affiliasi. Selanjutnya, Anda harus mempromosikan link affiliasi. Apabila ada pembeli melalui link tersebut, maka Anda akan mendapatkan komisi. Untuk memudahkan Anda dalam mengerti apa itu Affiliate Marketing, berikut adalah beberapa tahapannya:

  • Mendaftar terlebih dahulu pada program affiliasi dan mendapatkan link affiliasi.
  • Menyebarkan link affiliasi (web, blog, dan media sosial).
  • Pengunjung melihat produk dan membeli website dari toko online melalui link Anda.
  • Toko online melakukan pengecekan atau validasi.
  • Jika valid, maka Anda akan mendapatkan komisi dari toko online terkait.

6.) Referral

Referral adalah sistem di mana kita akan membawa pengunjung atau customer ke situs tertentu. Biasanya, sistem ini dalam bentuk sebuah link website. Inilah mengapa Referral sangat erat kaitannya dengan affiliate marketing. Dalam hal ini, Anda juga harus mengenal istilah downline dan upline. Downline sendiri adalah pusat dari program affiliate yang diibaratkan sebagai kepala, dan downline ibaratnya sebagai kaki yang menjalankan program affiliate tersebut dengan menyebarkan link referral.

7.) Customer Acquisition Cost (CAC)

CAC sendiri adalah biaya akuisisi customer yang mengacu pada jumlah pendapatan yang dihabiskan untuk memperoleh customer baru. Misalnya Anda menggunakan jasa atau layanan pemasaran untuk membantu Anda mendapatkan customer baru. Dengan menggunakan jasa tersebut, katakanlah Anda mengeluarkan biaya 10 juta. Dan melalui jasa pemasaran tersebut, Anda berhasil mendapatkan lima customer baru. Dengan perolehan ini, maka CAC untuk upaya pemasaran Anda adalah 2 juta.

Intinya, tujuan akhir Anda adalah pelanggan customer baru dan hasil pendapatan yang Anda peroleh. Hal ini penting untuk memahami berapa banyak biaya yang Anda keluarkan untuk upaya pemasaran Anda. Tentunya, dengan CAC akan membantu Anda mengevaluasi usaha pemasaran Anda.

8.) Customer Lifetime Value (CLTV)

Dalam dunia bisnis, tentunya kita tidak ingin membangun hubungan jangka pendek dengan customer. Hal ini juga berlaku ketika Anda memulai bisnis online. Anda harus melakukan upaya agar customer terus membeli produk dari bisnis online Anda. Untuk itulah, perhitungan CLTV sangat diperlukan. CLTV sendiri adalah periode di mana customer kembali lagi dan lagi untuk membeli dan menggunakan produk dari bisnis online Anda. Untuk mendapatkannya, Anda harus memahami keuntungan apa yang anda dapat dan manfaat apa yang anda berikan kepada customer agar anda dapat menjalin hubungan jangka panjang dan mendalam dengan customer.

9.) Cloud Computing

Dalam bahasa Indonesia, Cloud Computing diartikan sebagai Komputasi Awan. Banyak definisi yang berbeda-beda dalam mengartikan Cloud Computing ini. Singkatnya, Cloud Computing mengacu pada tersedianya semua sumber daya komputasi melalui internet.  Ini berarti, sebuah komputer yang terhubung ke jaringan Cloud Computing akan memiliki semua data dan program pada hosting yang biasa terhubung setiap saat. Ini berarti, Cloud Computing bertugas untuk memberikan layanan, dan kita adalah user (pemakai). Kita tidak perlu memikirkan bagaimana jasa layanan Cloud Computing memenuhi kebutuhan kita. Kita hanya diharuskan untuk membayar berdasarkan pemakaian kita. Berikut adalah fungsi dari Cloud Computing:

  • Merupakan langkah pemasaran cerdas dan terjangkau untuk memperbarui dan mengintegrasikan layanan apa pun.
  • Anda tak perlu membeli perangkat lunak yang mahal, untuk itu Anda dapat menghemat biaya dengan memilih layanan Cloud Computing.

10.) Dropship

Dropship adalah sistem di mana kita hanya meminta resseler atau supplier untuk mengirimkan barang order-an dari customer Anda. Ini artinya, Anda sebagai pengecer tidak perlu menyimpan barang dalam bentuk stock, melainkan hanya mentransfer pesanan produk dari customer dan rincian pengirimannya kepada grosir. Sistem ini melibatkan rantai jual beli antara grosir, pengecer, dan pembeli. Sistem ini lebih dianggap mudah dan menguntungkan, sebab:

  • Tidak memerlukan modal besar dalam memulai bisnis online Anda
  • Tidak perlu memiliki stock barang untuk menjual produk
  • Tidak perlu repot untuk packing dan mengirim produk
  • Menghemat tenaga dan waktu Anda.

Tentunya dengan mengetahui istilah-istilah di atas, Anda menjadi lebih tahu dan akan memudahkan Anda dalam memulai bisnis online ataupun hanya sekadar melakukan transaksi dalam bisnis online. Untuk itu, tidak ada salahnya bagi Anda untuk selalu menambah istilah-istilah baru terkait dengan online marketing tersebut. (gie)


Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>