Out of The Box : Cara Berpikir yang akan Membantu Anda dalam Mengembangkan Bisnis

out of the box
6 November 2017
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagikan artikel ini :

Sebagai seorang pebisnis, Anda sering kebingungan untuk mencari ide – ide baru untuk bisnis Anda, bukan? Apalagi ide out of the box yang bisa membantu Anda dalam mengelola bisnis Anda.

Kesulitan dalam menemukan ide baru, memang tidak pernah memandang jenis bisnis.

Yang jelas, kebingungan selalu ada ketika kita mencari ide. Dalam artikel ini, kami lebih berfokus pada jenis bisnis di sosial media.

Seperti kita tahu bahwa selalu ada pembaruan di sosial media setiap saatnya. Begitu juga dengan bisnis – bisnis sosial media yang kian bertambah.

Itu sebabnya tidak sedikit pebisnis di sosial media yang kebingunan mencari ide untuk mengelola bisnisnya.

Ide – ide yang bisa membuat bisnis Anda terlihat berbeda dari yang lain. Bisnis yang selalu di ingat oleh audience Anda.

Untuk menemukan ide – ide tersebut, saatnya kini Anda keluar dari zona nyaman Anda!

Bagaimana caranya? Anda perlu memahami beberapa hal yang akan dibahas pada artikel kali ini.

Mari kita mulai saja!

3 Aliran Pemikiran dalam Mengembangkan Strategi Sosial Media

Tahukah Anda, ternyata ada 3 aliran pemikiran yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan strategi sosial media. Apa saja?

1. Fokus Memperbarui Taktik yang Ada

Maksudnya, mereka menggunakan taktik lama yang kemudian di ubah sedikit sebagai bentuk pembaruan.

Pemikiran yang pertama sepertinya diterapkan oleh Marketing Land. Dalam kontennya, mereka membahas tentang mengatasi masalah perubahan yang terjadi di industri.

Marketing Land SC

Konten yang diubah sedikit tersebut ternyata menjadi sesuatu yang berharga untuk audience mereka.

2. Tried and True

Pemikiran yang kedua adalah dimana mereka tidak terlalu mementingkan pembaruan. Mereka cenderung menggunakan metode Tried and True yang telah terbukti kebenarannya.

Seperti yang dilakukan oleh Buffer pada konten – kontennya.

buffer

Memang, meraka pasti terinspirasi oleh kejadian – kejadian saat ini untuk membuat konten. Akan tetapi, mereka lebih fokus untuk membahas tren – tren saat ini.

Pada pemikiran pertama, Anda akan fokus pada hal – hal baru yang mungkin terjadi di bisnis sosial media Anda. Berarti, strategi sosial media Anda terus berkembang dan mengalami perubahan.

Sementara pada pemikiran yang kedua, lebih menawarkan hasil. Meskipun tidak menentu, akan tetapi banyak yang sudah membuktikan hasilnya.

2 pemikiran sudah kita bahas singkat sebelumnya. Itu berarti, kita akan masuk ke pembahasan pemikiran yang ketiga.

3. Out of The Box

fotolia_51372373_subscription_xxl-web-large

Pemikiran yang ketiga ini yang akan kita bahas detail disini. Di mana, pemikiran ini adalah strategi yang unik namun kurang dimanfaatkan.

Lalu, apa ide out of the box dalam pemikiran ketiga ini?

Hal apa saja yang termasuk dalam pemikiran Out of The Box?

Berikut ini penjelasannya :

a. Ide Out of The Box : Cobalah Bergabung dan Membuat Grup Facebook Bisnis

group

Jika Anda baru mengenal dunia bisnis di sosial media, tentu Anda belum terlalu paham tentang cara berbisnis pada media ini.

Jika iya, mungkin selama ini Anda memanfaatkan sosial media hanya untuk sarana komunikasi dengan banyak orang.

Anda belum bisa memanfaatkan keunggulan sosial media untuk berbisnis. Memanfaatkan Facebook contohnya.

Di Facebook, banyak sekali grup – grup entrepreneurship yang bisa Anda masuki. Ini adalah cara yang pertama yang harus Anda lakukan untuk menemukan ide out of the box.

Selain Anda bisa mendapat cerita dari pengalaman sesama anggota grup tersebut, Anda juga akan mendapatkan link baru yang biasanya akan membantu mengembangkan bisnis Anda.

Dengan begitu, peluang Anda untuk diikuti banyak orang di sosial media terbuka lebar. Namun ingat, banyak pengikut tidak menjamin kesuksesan penjualan.

Bisa jadi, pengikut Anda sebagian adalah fake account (akun palsu) atau yang lainnya.

Untuk mengetahui anggota grup atau pengikut kita itu fake account  atau bukan,

Silakan baca ini : Cara Mudah Mengetahui Akun Facebook yang Palsu atau Asli

Memposting produk – produk Anda secara berkala di akun Facebook, membuat customer yang tergabung dalam grup Anda semakin yakin kalau Anda adalah penjual terpercaya.

Namun, apakah Anda tahu hal yang lebih baik dari itu?

Cobalah untuk berkomunikasi bersama dengan anggota grup Anda.

Sehingga dalam perbincangan tersebut akan berlanjut ke sebuah diskusi yang akan membahas tentang inovasi, produk baru, pemikiran umum, gagasan, ide out of the box dan lain sebagainya.

Ini merupakan sebuah solusi sederhana untuk  masalah komunikasi dan hubungan Anda dengan customer.

Jika Anda mulai belajar berbisnis dengan menanfaatkan group Facebook, mungkin Anda bisa jadi selangkah lebih maju dari para pesaing Anda.

 b. Ide Out of The Box : Menulis Postingan yang Agak Panjang di Akun Facebook Anda

Social-Media_Content-Marketing

Mungkin sebagian besar dari Anda akan takut untuk menulis konten promosi yang terlalu panjang, bukan?

Alasannya, Anda takut pembaca akan merasa bosan degan postingan Anda.

Padahal, jika Anda perlu menyampaikan sesuatu yang penting dan detail, sampaikan saja meskipun itu agak panjang. Misalnya, Anda ingin menyampaikan hasil riset.

Hal tersebut bertujuan agar pembaca tidak memperoleh informasi setengah – setengah. Lebih baik memberikan informasi secara langsung daripada membagi – baginya dalam bentuk artikel lain.

Rata – rata, orang yang kurang fokus itu cepat bosan. Sehingga mereka akan menganggap bahwa konten yang panjang adalah membosankan.

Akan tetapi, orang yang memiliki selera keingintahuan yang tinggi tentang suatu topik, ia akan membaca dari awal sampai akhir pembahasan topik tersebut.

Alasannya, pembaca ingin benar – benar mendapatkan ide dari topik yang sedang dibacanya.

Ada beberapa alasan mengapa Anda harus mencoba membuat postingan yang lebih panjang :

  • Jika Anda melakukan sebuah riset, Anda pasti harus menyampaikan informasi yang detail meskipun itu panjang. Karena, bagaimanapun Anda wajib memberikan informasi sedetail mungkin.
  • Konten Anda berpeluang besar untuk di-hyperlink oleh artikel lain. Sehingga akan semakin banyak orang yang akan membaca postingan Anda.
  • Dengan penjelasan yang agak panjang, mungkin akan memancing audience untuk bertanya. Dari situ, Anda bisa memulai sebuah diskusi dengan audience.

Kesimpulan

Ide out of the box bisa Anda dapatkan selama Anda melakukan interaksi dengan customer dan kolega Anda. Salah satunya berinteraksi di sosial media seperti Facebook dan sebagainya.

Jika Anda terus menerus mencoba untuk mengikuti tren terbaru, atau Anda tidak mau keluar dari zona nyaman dan mencoba sesuatu yang baru, Anda akan kehilangan kesempatan besar untuk menonjolkan produk dan industri Anda.

Terlebih lagi, jika Anda baru merintis sebuah usaha.  Anda perlu mencoba beberapa hal yang pernah dilakukan oleh brand – brand yang sesuai dengan produk Anda.

Itu akan menambah pengalaman Anda sebagai pengusaha. Hal tersebut lebih berharga dari keuntungan awal, bukan?

Jangan lupa, Anda perlu meluangkan waktu sedikit untuk mempelajari seluk beluk platform media sosial Anda. Sehingga Anda akan lebih mengenal ‘medan’ yang akan Anda tempuh tersebut.

Demikian artikel tentang ide out of the box yang bisa Anda lakukan mulai dari sekarang.

Cobalah untuk menjalankan ide – ide out of the box yang baru saja kita bahas. Karena dengan kita mencoba dan mempraktekannya, apa yang kita dapat hari ini akan terasa lebih beguna.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya.

Baca juga artikel menarik lainnya dari DMID seperti :

Apabila Anda punya cerita atau pengalaman menarik lain tentang berpkir out of the box, Anda bisa share dan diskusikan di digitalmarketer.id dengan mengis kolom komentar di bawah ini ya!

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>