Belajar Bisnis Online: Berbagai Model Bisnis Terbaik

Belajar bisnis online
23 Maret 2015
Bagikan artikel ini
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

Bagikan artikel ini :

Meskipun bisnis online adalah peluang yang menjanjikan bagi kita, namun Anda tak dapat memungkiri bahwa bisnis ini telah dilirik oleh jutaan orang. Itu artinya, semakin banyak pula kompetitor dan semakin ketat pula persaingannya. Lalu, apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapinya? Caranya, yakni dengan memberikan unsur pembeda dan originalitas terhadap bisnis online Anda. Sebagai strategi untuk menjalankannya, Anda harus belajar bisnis online dengan mengenal terlebih dahulu model-modelnya.

Apa pentingnya belajar model bisnis online? Tentu sangat penting. Ibaratnya, ketika Anda membangun rumah, maka bisa dibilang model bisnis online adalah pilar-pilar yang menjaga agar rumah Anda tetap berdiri kokoh. Sama halnya dengan bisnis online, dengan belajar mengetahui model bisnis online, maka Anda akan lebih mengetahui gambaran ideal yang Anda jadikan sebagai dasar untuk membentuk atau melakukan bisnis online.

Berikut ini adalah beberapa model-model bisnis online yang wajib Anda ketahui!:

Broker: Merupakan seseorang yang merujuk pada tugas menyatukan pembeli dan penjual, serta memfasilitasi proses transaksi. Model penghasilannya terutama dari biaya persen per transaksi yang terjadi.

Advertising: Model advertising website adalah perluasan dari model siaran media tradisional. Di mana penyiar, dalam kasus ini adalah situs website, menyediakan konten (yang biasanya, tidak selalu gratis) dan layanan (service, misalnya seperti: email, blok, dll) yang dikombinasikan dengan iklan yang terletak di baner. Model ini hanya bisa berjalan apabila traffic dari website penyiar (broadcaster) cukup besar.

Infomediary: Data yang dikumpulkan secara mandiri dan berisi informasi tentang produk-produk dari produsen yang sangat berguna untuk konsumen ketika mempertimbangkan pembelian. Beberapa perusahaan berfungsi sebagai infomediaries (perantara informasi) untuk membatu penjual atau pembeli untuk mengenali pasar.

Merchant (Pedagang): Merupakan penyedia barang baik secara grosir maupun retail (ecer). Penjualan bisa melalui harga yang ada maupun melalui lelang.

Produsen: Produsen disebut juga dengan model langsung yang didasarkan pada kekuatan website untuk memungkinkan produsen (sebuah perusahaan yang memproduksi barang atau jasa) menarik pembeli secara langsung, sehingga produknya dapat didistribusikan.

Affiliate: Affiliasi ini merupakan usaha agar traffic website menjadi tinggi. Caranya, yakni dengan memasarkan produk orang lain dan sebagai gantinya, Anda akan mendapatkan komisi dari penjualan produk tersebut. Cara kerjanya adalah, dengan mendaftar pada suatu program affiliasi. Selanjutnya, Anda harus mempromosikan link affiliasi tersebut.

Komunitas: Keberlangsungan model bisnis online satu ini sangat bergantung pada loyalitas penggunanya. Pengguna memiliki keterikatan yang tinggi dengan masalah waktu dan emosi. Perolehan keuntungan didasarkan pada penjualan produk-produk tambahan dan layanan atau sumbangan sukarela. Misalnya, seperti halnya periklanan kontekstual dan berlangganan untuk layanan premium.

Berlangganan: Dengan model ini, pengguna akan dikenakan biaya harian, bulanan, tahunan secara berkala karena telang setuju melakukan layanan berlangganan.

Manufacturer: Pada model bisnis ini perusahaan brick and mortal, yang sudah mempunyai basis industri sendiri, mereka membuat website untuk beberapa tujuan yaitu untuk memperpendek rantai distribusi produk dengan mengakses langsung ke pemakai, meningkatkan pelayanan untuk pelanggan serta mengetahui kebutuhan pelanggan secara langsung.

Utility: Pengguna membayar berdasarkan bit informasi yang diakses.

 

Lalu, Model Bisnis Apakah yang Sering Banyak Digunakan?

Setelah mengetahui model-model bisnis online, sekarang yang wajib Anda ketahui adalah, mana di antara model-model bisnis online di atas yang banyak dipakai? Hal ini sebagai strategi untuk membangun bisnis online Anda agar semakin sukses. Untuk mewujudkannya, Anda harus mempunyai business plan yang di mana tujuannya untuk mengarahkan agar bisnis Anda menjadi jelas dan terarah dengan baik. Karena, kebanyakan mereka yang gagal membangun bisnis online tidak melakukan perencanaan dengan baik. Untuk itu, mulai dari sekarang, tentunya Anda sudah mempunyai gambaran. Ingin Anda konsep seperti apakah bisnis Anda nantinya? Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa model yang Anda gunakan sebagai media untuk mengembangkan bisnis online dengan cepat.

  • eCommerce atau Toko Online

Ecommerce ini merupakan model media yang tepat untuk membangun bisnis online. Dengan membentuk bisnis online dengan model toko online, maka Anda akan mampu lebih cepat memberikan penghasilan dan relatif mudah dilakukan selama Anda memiliki strategi pemasaran yang tepat. Coba lihat berapa banyak toko online yang ada di Indonesia. Puluhan, bahkan ratusan bisnis ini telah menjamur dan berkembang dengan baik. Mulai dari bisnis perorangan hingga mereka yang sudah memiliki legalitas usaha. Bagi mereka yang ingin untuk belajar cara bisnis online, maka model ini bisa Anda coba. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan, dengan menggunakan model toko online, maka Anda tidak memerlukan skill khusus. Anda hanya diharuskan untuk membuat toko online Anda sendiri.

Models Banyak

  • Display Ad

Jika Anda memilih model ini untuk media bisnis Anda, maka Anda harus mempunyai website atau blog yang memiliki traffic cukup banyak. Model bisnis dengan menggunakan media advertising ini hanya dapat bergerak jika Anda memiliki traffic yang cukup banyak per harinya. Dengan traffic tersebut, maka Anda dapat menjadikan website Anda publisher bagi mereka yang ingin memasang iklan (advertiser). Ini artinya, Anda akan mendapatkan keuntungan berdasarkan iklan yang telah Anda muat di website.

  • Content Creation

Jika Anda menggunakan model ini untuk bisnis online Anda, maka model binis ini akan memasukan pesan-pesan sponsor yang bersifat iklan dan disampaikan dengan lebih halus melalui konten-konten yang disajikan baik melalui tulisan, info grafik, maupun konten audio visual lainnya. Banyak pilihan yang dapat Anda lakukan jika menggunakan model ini. Misalnya, Anda dapat memilih konten seperti sponsored post, video based content, newsletter, dan content marketing. Beberapa contoh yang menggunakan model bisnis ini, misalnya seperti Kompas dan DuniaFitnes.com.

  • Marketplace

Jika Anda menginginkan model ini untuk menjalankan bisnis online, maka ini akan memakan banyak waktu di awal, akan tetapi memiliki peluang jangka panjang. Dengan memilih marketplace sebagai model untuk media menjalankan bisnis online Anda, tentunya ini bersifat fleksibel. Hal ini dikarenakan, selain  mempertemukan kedua belah pihak antara penjual dan pembeli, Anda juga dapat menawarkan beberapa cara untuk generate income dengan online advertising, sistem fee pay per sell, atau membership free. Contoh untuk marketplace ini dapat Anda lihat pada tokopedia, tokobagus.com (sekarang jadi olx.com),Rumah 123, dan yang lainnya.

Apakah traffic adalah satu-satunya penentu untuk mengembangkan bisnis online Anda?

Dari beberapa model bisnis online tersebut, sebagian besar mengandalkan kuantitas traffic sebagai penunjang. Tentunya, bagi Anda yang baru belajar bisnis online, sangat sulit sekali untuk mendapatkan traffic dengan cepat. Namun, Anda tak perlu khawatir, dengan hal ini. Anda dapat mengarahkan bisnis online Anda ke Niche Market. Apa itu Niche Market? Ya, niche market menurut Wikipedia adalah produk atau jasa yang dikhususkan untuk memuaskan pasar yang spesifik. Pendekatan ini dimaksudkan agar persaingan pasar semakin kecil. Inilah alasan mengapa banyak pengiklan rela merogoh budget-nya untuk media online yang belum berdiri lama dan belum banyak mempunyai traffic. Benar. Jawabannya terletak pada pemilihan segmen pasar yang jauh lebih sempit, yang disebut dengan niche market. Contoh media online yang menggunakan pendekatan Niche Market, misalnya seperti DuniaFitnes.com atau TalkMen.com. Lebih jelasnya, Niche Market ini akan dibahas pada artikel-artikel selanjutnya.

Bagaimana? Setelah Anda belajar bisnis online dengan mengetahui model-model bisnis online di atas, apakah Anda sudah menemukan model yang tepat? Rencanakan dengan benar, karena perencanaan awal dan perhitungan yang tepat akan membuat bisnis online Anda berkembang dengan pesat.

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

Related Posts

One thought on “Belajar Bisnis Online: Berbagai Model Bisnis Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>