Alasan Anda Perlu Menguasai Social Media Advertising dalam 3 Tahun Kedepan

Social Media Advertising
26 September 2015
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagikan artikel ini :

Pada artikel ini kita akan membahas mengapa Anda perlu mempelajari social media advertising secepatnya.

Social Media Advertising dalam 3 tahun ke depan akan menjadi trend dalam dunia periklanan.

Display ads atau dikenal dengan banner advertising dan paid search yang pada umumnya menggunakan search engine seperti Google. Keduanya memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing. Tapi melihat pertumbuhan yang terjadi, DigitalMarketer.id setuju bahwa social media advertising dengan cepat akan menjadi pemain kuat di dunia advertising online.

Alasan Anda Perlu Mengenal Social Media Advertising!

Social Media

Social media advertising meroket hanya dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Ketika Facebook meluncurkan opsi advertising pertamanya pada Mei 2005, saat itu tidak ada yang bisa meramalkan bahwa hari ini pada tahun 2015, pendapatan social media advertising diperkirakan mencapai $8.400.000.000. Ya, hal tersebut didapatkan hanya dalam kurun waktu sepuluh tahun setelah fitur advertising ini diperkenalkan.

Sebuah angka yang fantastis untuk sebuah periklanan di internet.

Online advertising adalah pilihan yang mutlak untuk bisnis modern, tapi setelah penurunan efektivitas advertising menggunakan banner, pebisnis mulai mencari alternatif online advertising yang lain.

Bedanya Social Media Advertising dan Paid Search

Paid search adalah media online advertising yang baik untuk membawa pengunjung ke website Anda berdasarkan ‘intent’ pengguna (keyword yang dicari oleh pengguna).

Tapi bagaimana jika customer Anda tidak pernah memikirkan sama sekali produk Anda, sehingga mereka tidak akan menulis keyword tersebut pada kotak pencarian Google?

Mereka tidak akan menemukan penawaran bisnis Anda, karena mereka merasa tidak membutuhkannya. Oleh karena itu, mereka tidak akan datang ke website Anda.

Sebagai contoh, ketika Supplier.id berusaha menjual pengering sepatu.

Apakah pernah terlintas di pikiran Anda bahwa terdapat sebuah alat yang dapat mengeringkan sepatu dengan mudah dan sangat terjangkau dari segi harga hanya dengan 100 ribu? Hal tersebut akan sia-sia jika Supplier.id berusaha menggunakan Google untuk menjualnya.

Alasannya, produk tersebut sangat jarang sekali terpikirkan oleh banyak orang.

Lalu, bagaimana bila tujuan advertising bisnis Anda bukan demi intent pengguna, melainkan untuk menciptakan brand awareness?

Pada intinya, social media advertising membantu bisnis untuk menemukan pelanggan baru yang potensial dengan menggunakan informasi pengguna social media tersebut untuk mengidentifikasi interest mereka.

Daripada menargetkan pengguna yang mencari istilah tertentu dengan intent mereka, social media advertising secara proaktif dapat menargetkan pengguna yang relevan dengan interest yang kita sudah atur, bahkan jauh sebelum mereka memulai pencarian.

Perbedaan social media advertising dengan paid search secara mendasar adalah pada social media advertising. Kita menampilkan iklan dihadapan orang yang memiliki interest seperti yang telah kita atur. Lalu, apakah iklan ini nantinya berpotensi mengganggu user?

Jawabannya tidak!

Karena, iklan yang kita tawarkan tidak kita sebar secara bebas. Tapi, kita menyebarnya dengan lebih tertarget. Misalnya, jika Anda menyukai digital marketing, maka Anda tidak akan keberatan bukan untuk melihat iklan tentang DigitalMarketer.id?

o-SEARCH-facebook

Sedangkan pada paid search kita menarget orang yang sudah memiliki pemikiran tentang keyword apa yang akan dicari.

Ingat dengan contoh dari produk pengering sepatu Supplier.id yang sempat disinggung di atas?

Pada akhirnya, Supplier.id menggunakan strategi social media advertising di Facebook untuk menjual pengering sepatu.

Hasilnya, stock pengering sepatu habis dalam 1 minggu.

Hal ini disebabkan momen yang sangat tepat. Karena, pada waktu itu sedang musim hujan dan produk tersebut sangat tepat jika ditawarkan kepada customer secepatnya.

Kelebihan dan Kekurangannya Masing-masing

Kelebihan pada paid search adalah konversi yang dihasilkan rata –rata lebih tinggi dibandingkan dengan social media advertising. Alasannya, karena pengguna sudah memiliki intent untuk membeli atau mencari tahu tentang sesuatu yang dicarinya. Sedangkan kekurangannya, kita tidak bisa melakukan scale up pada paid search. Alasannya, karena seseorang hanya terbatas melakukan search pada suatu keyword.

Kita tidak dapat menambah kuantitas orang yang melakukan search pada suatu keyword tertentu.

Sedangkan kelebihan pada social media Advertising adalah, kita bisa menarget orang yang lebih banyak dengan batasan semua pengguna social media tersebut. Hal ini dilakukan, agar lebih tertarget.

Anda perlu memahami strategi Social Media Advertising dengan fitur targeting. Dan jika Anda telah memahami kelebihan dari fitur targeting, maka hal tersebut adalah sebuah keuntungan besar bagi anda. Karena, fitur ini didukung dengan fitur targeting interest, conversion tracking, dan prevalensi pada perangkat mobile.

Opsi Advanced Targeting

Karena social media memiliki seluruh data penggunanya, maka social media mampu menargetkan audience dalam scope yang lebih luas dari pada platform online lainnya, seperti letak geografis lokasi pengguna.

Social Media Advertising telah membuka pintu interest yang lebih dalam.

audience-targeting-infographic

Anda dapat menggunakan metode targeting berdasarkan kebiasaan user (misal, page yang di-like) dan siapa yang menjadi teman orang tersebut. Tentunya jika Anda tertarik dengan digital marketing, maka Anda akan berusaha mengikuti dan menambahkan orang yang expert di bidang digital marketing ke social media Anda.

Dengan begitu, targeting ini dapat meningkatkan relevansi advertising kepada pengguna atau calon customer Anda, sekaligus memberikan tingkat personalisasi pengguna yang tidak dapat dicapai pada media advertising lainnya.

Berikut adalah empat fitur targeting yang lebih advanced:

  • Targeting Interest

Menarget audience secara spesifik dengan melihat kebiasaan yang banyak dilakukan. Misalnya, seperti interest, kegiatan, keterampilan/ skills, dan halaman/ page yang mereka like, serta masih banyak lainnya.

Penargetan interest sering berhubungan juga dengan keyword targeting. Sehingga, beberapa platform akan memungkinkan Anda untuk memasukkan keduanya. Penggunaan interest dapat dipakai untuk umum. Misalnya, seperti sebuah industri (misalnya industri otomotif) atau lebih spesifik seperti produk (misalnya mebel).

Terdapat pada saluran social media: Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest.

  • Behavior/ Connection Targeting

Dengan penargetan behavior, Anda dapat menjangkau orang-orang berdasarkan perilaku pembeli atau jenis gadget yang dimiliki. Dengan connection targeting, Anda dapat menargetkan orang-orang yang memiliki ketertarikan pada halaman, aplikasi, grup, atau peristiwa lainnya. Kedua jenis penargetan mengambil kebiasaan dari user.

Terdapat pada saluran social media: Facebook, Twitter, dan LinkedIn.

  • Targeting:

Menargetkan iklan dengan cara meng-upload list alamat email, nomor telepon, ID pengguna, atau nama pengguna. Facebook menyebut custom targeting ini dengan nama Custom Audience, sementara Twitter menyebutnya dengan Tailored Audience.

Social media biasanya didasarkan pada konsep yang sama: jika Anda memiliki list database dan ingin menargetkan orang tersebut di social media, maka Anda cukup meng-upload database tersebut dan targeting ke mereka secara langsung (social media akan mencocokkan data yang Anda upload dengan profil mereka di social media tersebut).

Terdapat pada saluran social media: Facebook dan Twitter.

  • Lookalike Targeting

Menargetkan orang baru yang profilnya mirip dengan audience yang telah Anda targetkan. Penargetan Lookalike membantu bisnis memperbesar target mereka untuk mencapai orang yang baru. Tentunya, dengan interest yang mirip. Bagi bisnis yang ingin memperoleh customer baru melalui social media advertising, Lookalike Targeting dapat menjadi alat akuisisi customer yang fantastis.

Terdapat pada saluran social media: Facebook dan LinkedIn.

Peningkatan Conversion Tracking

Dengan semua pilihan baru untuk targeting pengguna, melacak performa campaign social media advertising Anda adalah yang lebih penting. Hal ini dilakukan untuk memastikan biaya yang Anda keluarkan agar tertarget dan terkonversi dengan baik.

Jenis advertising yang Anda lakukan cukup beragam. Misalnya, seperti pay-per-klik orang yang menuju situs web Anda, lalu mengukur keberhasilan iklan Anda.

Tracking

Untuk itulah social media sekarang menawarkan fitur Conversion Tracking Website.

Social media advertising membuat pengguna untuk mengambil tindakan yang dapat diukur. Misalnya, seperti membeli produk atau mendaftar.

Hal tersebut benar-benar dapat diukur seberapa efektif ads itu dalam membuat konversi.

Tentunya, hal ini dapat dilakukan selama Anda mengonfigurasi ads tersebut dengan benar. Tracking conversion memerlukan tambahan tracking code ke halaman situs website Anda, di mana konversi akan berlangsung, sehingga, hal tersebut memerlukan sedikit kemampuan teknis dan usaha ekstra.

Jika anda mengalami kesulitan, jangan khawatir, karena social media akan memberikan tracking kodenya. Anda hanya perlu menaruhnya pada page website Anda yang hanya akan muncul pada user yang mengonversikan sesuatu, misalnya di thank you page.

Conversion tracking akan membantu bisnis Anda untuk memasang dan membuat strategi iklan yang baik dan menghasilkan.

Jika ads menerima banyak klik, tetapi tidak menghasilkan konversi, berarti iklan tersebut hanya investasi yang sia-sia. Informasi ini akan memungkinkan Anda untuk lebih mengoptimalkan copywriting ads dan targeting.

Hal inilah yang mengakibatkan social media advertising akan terus berkembang.

Berbagai fitur terus dikembangkan pada social media advertising yang memudahkan Anda sebagai advertiser untuk membuat iklan yang sesuai target Anda. Dari sisi social media, mereka pun senang, karena mendapatkan revenue dari iklan ini. Pengguna social media pun sampai sekarang masih terus bertambah, bahkan bermunculan yang baru.

Itu artinya, target market Anda pun semakin luas.

Setelah Anda memahami konsep dan ide besarnya, sekarang waktunya Anda memanfaatkan konsep ini dengan mengaplikasikannya langsung.

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>