Ini Dia Penempatan Opt-In Strategis yang Mampu Jaring Banyak Subscriber

Ini Dia Penempatan Opt-In Strategis yang Mampu Jaring Banyak Subscriber
22 Juli 2015

Salah satu komponen penting yang dapat mendongkrak pertumbuhan bisnis Anda adalah, dengan membangun sebuah website. Ya, website ini dapat berarti sebuah toko online, ataupun hal-hal informatif yang membagikan konten secara gratis kepada calon customer Anda. Membangun website bisnis memang terasa mudah. Terlebih, sekarang banyak yang menawarkan jasa pembuatan desain website dan Anda sebagai pelaku bisnis hanya menerima beres saja.

Namun belum cukup sampai di situ saja, masih banyak PR yang wajib untuk Anda kerjakan agar website Anda bekerja secara maksimal. Bayangkan, apa jadinya website Anda tanpa pengunjung? Untuk itu, traffic adalah hal utama yang harus Anda dapatkan terlebih dulu. Pada artikel sebelumnya, DigitalMarketer,id pernah membahas tentang bagaimana cara mendapatkan traffic untuk website Anda.

Setelah Anda mengetahui bagaimana cara mendapatkan traffic, selanjutnya adalah mengubah traffic tersebut menjadi subscriber. Seperti yang kita tahu, subscriber adalah seseorang yang menyerahkan alamat emailnya kepada Anda dan selanjutnya dapat Anda prospek ke dalam strategi email marketing untuk meningkatkan konversi penjualan produk bisnis Anda.

Sebelumnya, Buat Lead Magnet Anda

Sebelum Anda mengetahui bagaimana mengubah pengunjung menjadi subscriber, Anda perlu terlebih dahulu untuk membuat penawaran menarik agar seseorang berminat untuk menyerahkan alamat emailnya. Hal ini seperti barter atau pertukaran yang saling menguntungkan antara Anda sebagai pelaku bisnis dan customer Anda.

LP PD

Intinya, Anda memberikan penawaran yang menguntungkan bagi customer Anda dan itulah yang nantinya menjadi magnet agar customer Anda rela menyerahkan alamat email kepada Anda.

Umumnya, lead magnet ini dapat berupa ebook, video ulang webinar, potongan harga, dan masih banyak lagi lainnya.

Ubah Traffic Jadi Subscriber

Sekarang kita akan masuk ke step berikutnya yaitu, mengubah traffic menjadi subscribers. Sekarang Kita telah mempunyai Lead Magnet, namun bagaimana agar orang lain atau calon customer dapat menerima Lead Magnet kita?

Ada banyak cara agar orang dapat menerima Lead Magnet anda. Di sini saya berikan 9 posisi yang ampuh dalam menempatkan Lead Magnet Anda pada website Anda.

♛ Feature Box Opt-in

Opt In 1

Feature Box Opt-In merupakan salah satu opt-in yang banyak digunakan, terdapat di bawah header website yang menjadi pusat pertama saat membuka website. Jika Anda menerapkan cara ini untuk menempatkan formm subsriber Anda, maka hal tersebut akan sedikit menguntungkan. Karena, letaknya yang berada di tempat strategis, sehingga pengunjung akan segera memperhatikan dan kemungkinan pengunjung untuk mengisikan alamat email sangat besar.

♛ Side Bar Opt-In

Opt In 2

Seperti namanya, opt-in ini terletak di samping kanan atau kiri website Anda. Misalnya seperti contoh di atas.Namun, gambar di atas adalah contoh sidebar Opt-In yang kurang mencolok mata. Namun, keberadaannya masih dibutuhkan sebagai media untuk menjaring pengunjung, namun bukan mengarah kepada conversion.

Opt In 2.1

Sidebar Opt-In yang seperti ini lebih baik dibandingkan dengan contoh sebelumnya. Melalui contoh tersebut, akan mampu memberikan benefit dan kejelasan pada pengunjung agar lebih mengerti akan mendapat apa setelah mereka melakukan subscribe.

Fake Banner Opt-In

Opt In 3

Banyak juga yang lebih mengklaim bahwa dengan menempatkan side banner adalah cara terbaik untuk memperoleh banyak subscriber. Tampilannya yang lebih variatif dengan memaksimalkan pesan yang ingin disampaikan adalah salah satu penyebabnya. Memang, pada model sidebar banner ini tidak terdapat form opt-in. Namun, ketika pegunjung meng klik banner tersebut, akan keluar pop-up yang selanjutnya akan mengarahkan pengunjung mengisi form opt-in.

♛ Fafe Post Opt-In

Opt In 4

Terlihat seperti postingan biasa. Namun Anda jangan terkecoh. Sebenarnya itu merupakan Opt-In, namun saat di klik, akan muncul light box seperti yang ada pada fake banner opt-in. Jadi ketika artikel yang dibaca cukup menarik dan ketika mereka mengklik, akan muncul opt-in. Hal itu berlaku pada setiap artikel yang di klik oleh pengunjung.

In Post Opt-In

Opt In 5

Model opt-in ini biasanya mengandalkan ketertarikan pengunjung terlebih dahulu. Jadi, ketika pengunjung membuka dan membaca artikel pada postingan website Anda, maka pada tempat paling bawah akan ada perigatan untuk mengajak menjadi subscriber atau form Opt-In. Bisa juga, bermodelkan banner pemberitahuan untuk opt-in, kemudian jika pengunjung melakukan klik, akan muncul light box yang berisi form untuk menjadi subscriber.

♛ Lightbox Opt-In

Opt In 6

Pernahkah Anda ketika mengunjungi website, lalu setelah selang beberapa detik website itu terbuka dan menampilkan sebuah pop-up opt-in? Ya, hal tersebut tentu pernah Anda temui. Hal ini pula lah yang terjadi ketika Anda menggunakan model Lightbox Opt-In. Pop-up akan terbuka di awal pengunjung membuka website Anda. Meski tampaknya hal tersebut sangat menyebalkan bagi pengunjung, namun cara ini terbukti cukup ampuh untuk mendapatkan subscriber.

♛ Bar Opt-In (Top)

Opt In 7

Meskipun model ini menunjukkan ukuran yang sangat kecil untuk Opt-In Anda, namun tempatnya yang strategis berada di atas header membuatnya cukup efektif. Hal ini terkait dengan kebiasaan pengunjung yang membaca pesan mulai dari atas ke bawah. Dan model ini menjadi salah satu yang dapat Anda terapkan untuk menempatkan opt-in Anda pada website.

♛ Bar Opt-In (Down)

Opt In 8

Model ini kebalikan dengan model Bar Opt-In dengan penempatan yang berada di bawah. Namun, apabila Anda tertarik untuk memilih model ini sebagai opt-in pada website Anda, alangkah baiknya jika Anda menempatkan lebih dari satu opt-in untuk memaksimalkannya.

♛ Welcome Gate Opt-In

Opt In 9

Welomce gate opt-in merupakan opt-in yang muncul sebelum mereka masuk ke website Anda. Sehingga, Anda dapat menawarkan subscribe sebelum memasuki website Anda.

Bagaimana, cukup menarik bukan? Anda dapat memilih model-model penempatan opt-in di atas untuk Anda terapkan pada website Anda. Terlepas dari sembilan model yang DigitalMarketer.id rekomendasikan di atas, apakah Anda mempunyai usulan lain? DigitalMarketer.id sangat antusias untuk mendengar pendapat Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Related Posts