Banting Setir Menjadi Entrepreneur Itu Ternyata Bisa Membuat Kita Sukses!

BRP Ballroom
17 November 2017
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagikan artikel ini :

Anda sering dengar kalimat, “jalan hidup seseorang tidak ada yang tahu.” Yes, memang dalam perjalanan hidup manusia selalu muncul hal yang tidak terduga dan ditebak.

Begitu juga yang dialami Sagaf Basry. Lulus dari kuliahnya Politeknik UI dengan jurusan Elektro (D3), saat ini ia malah sukses sebagai seorang entrepreneur.

Sebenarnya sebelum sukses seperti sekarang ini, awalnya Sagaf pernah bekerja sebagai IT consultant dan sempat membangun bisnis IT.

Namun karena gagal dalam bisnisnya yang pertama itu, ia kembali lagi bekerja sebagai pegawai di distributor buku pada tahun 2004.

Dengan penuh harapan serta bermodal nekat dan tekat, ia kembali membangun bisnis keduanya yaitu penerbitan buku.

Tapi ia diuji lagi. Tahun 2012 merupakan masa yang suram untuk Sagaf dan ia menerima kenyataan kalau dirinya harus gulung tikar.

Seolah tidak kapok, ia mencoba membuka bisnis lagi. Kali ini ia beralih ke bidang kuliner. Ia dan istrinya berjualan bubur sehat. Kali ini bisnisnya tidak bertahan lama, hanya 1 tahun saja.

Waktu itu dia belum terlalu melirik usaha yang dimiliki keluarganya yang berjalan di bidang Wedding Organizer yang bernama BRP Ballroom.

brp ballroom

Ketika ia sadar kalau sebenarnya peluang usaha WO ini merupakan sebuah bisnis yang menjanjikan dan bisa mengantarkan dirinya menjadi sukses, Sagaf mulai memfokuskan diri dan ikut ambil bagian untuk mengurus dan menjalankan bisnis ini.

“Sebenarnya di BRP Ballroom ini kita bisnis keluarga ya… kebetulan saya berkesempatan untuk mengelola bisnis ini di tahun 2015. Bisnisnya sudah dimulai sejak 2006 & 2007.” Ucap Sagaf.

Kalau dulu, memang kebanyakan sebuah acara pernikahan pasti diurus oleh orangtua, tapi sekarang ini jaman sudah berubah. Anak muda yang ingin mengadakan acara pernikahan dituntut mandiri, mengurus segala sesuatunya sendiri.

Sudah pasti mereka akan kebingungan dan untuk itulah ada yang namanya jasa wedding organizer.

Berkaitan dengan kebutuhan itulah, kali ini Sagaf tepat dalam memutuskan untuk menjalankan bisnis WO.

Ia memberikan service konsultasi sampai menyiapkan segala sesuatunya untuk kebutuhan klien.

Semua berjalan dengan lancarnya? Tidak juga, Sagaf sempat mengalami stuck karena bisnisnya ini menawarkan service yang harganya tidak murah.

Belum lagi risiko yang harus dihadapi ketika ia harus menyewa ballroom baru, ia perlu mengeluarkan dana lebih untuk merenovasi ruangan. Jumlah uang untuk itu tidaklah sedikit.

Untuk menutupi biaya renovasi dan mengembangkan bisnisnya, ia harus mendapatkan prospek sebanyak mungkin untuk memasarkan produknya.

Bukan cuma itu, saat itu ia belum punya tim untuk membantunya berpikir bagaimana caranya supaya orang-orang tahu tentang BRP Ballroom ini.

Dari sini lah ia mulai berpikir untuk mencari cara dan strategi yang tepat untuk mengembangkan bisnisnya dan ia butuh mentor.

Mulailah ia mencari sosok mentor tersebut dan suatu hari, ia menemukan sosok mentor yang ia inginkan lewat social media Twitter. Dan orang itu adalah Denny Santoso.

Rasa penasaran untuk belajar membuat Sagaf terus mengikuti informasi tentang Denny Santoso, sampai akhirnya ia memutuskan untuk belajar lebih lanjut dengan mengikuti Workshop DM Elite.

dalam proses sampai akhir pembelajaran, Sagaf mendapat pencerahan.

“Aha! Ini yang dicari!” merupakan sebuah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kegembiraannya.

Ia mendapatkan solusi dan cara untuk mengembangkan bisnisnya BRP Ballroom.

“Tahun 2015, itu memang strateginya masih konvensional. Artinya prospek yang didapat dari telepon, datang dan lewat pameran.”

Setelah belajar mengenai digital marketing di workshop, pikirannya semakin terbuka. Ia bisa menggunakan media online untuk mengambil market secara digital.

Namun bukan berarti gaya konvensional ia tinggal, baik offline dan online saat ini berjalan seiringan. Hal ini membantunya untuk mengembangkan bisnis ke depan.

Selain itu ada lagi hal penting yang ia dapatkan selama pembelajaran. Lewat digital, ia bisa memperkenalkan bisnisnya dengan berbagai cara.

Sagaf mengungkapkan, “Banyak prospek di luar sana yang belum mengenal kita (BRP Ballroom). Akhirnya kita belajar tentang FB Ads, email marketing, kita diberitahu juga tentang Google Ads, Adword dan Adsense.”

Usai belajar, ia menerapkan apa yang ia dapatkan ke dalam bisnis yang dijalankannya saat ini.

Hasilnya? Kini ia sudah memiliki tim untuk kegiatan marketing dan promosi di dunia digital dan semua berjalan lancar.

Selain itu ia mengalami peningkatan sales dan mendapatkan banyak prospek dan klien setelah menggunakan digital marketing.

Dari situ, Sagaf memperkirakan ke depannya bisnis yang sedang berjalan ini akan 70% menggunakan digital marketing karena memberikan dampak yang cukup signifikan.

Di tahun 2017, BRP Ballroom telah mengelola 4 gedung yang berlokasi di Depok dan Jakarta sebagai balai pertemuan dan pernikahan.

Tidak sampai di situ, BRP Ballroom juga sudah bekerjasama dengan 200 vendor mulai dari tatarias, catering, dekorasi, sampai hal detail untuk membantu klien mereka mengurus keperluan acara dan pernikahan.

Menurutnya, belajar di DM Elite benar-benar telah membuka dan memperluas pandangannya tentang dunia digital. Dari hal yang sebelumnya tidak tahu, menjadi tahu.

Sagaf berpesan, jika ingin sukses, Anda harus membuka pikiran dan terus belajar.

“Ketika apa yang kita lakukan gagal, lakukan gagal, tidak apa-apa. Dari kegagalan itu kita sedang dalam proses menuju sukses ya… Jadi lakukan saja, kerjakan. Kalau belum tahu, pelajarin. Kalau masih gagal, itu bukanlah hal yang sia-sia. Itu akan menjadi data dan pengalaman yang pasti kalau kita tekuni, akan membuahkan hasil.”

Jadi apa yang bisa kita petik dari kisah sukses Sagaf Basry ini?

Latar belakang Pendidikan tidak mempengaruhi profesi Anda. Tidak perlu minder kalau orang-orang sekitar bilang kalau Anda banting setir.

Semua keputusan Anda yang memegangnya dan Anda sendiri yang tahu kalau dengan keputusan itu, Anda bisa mencapai kesuksesan.

Dalam proses menuju sukses, kita harus terus mencoba dan terus berusaha. Tidak peduli seberapa sering kita jatuh, ingatlah goal Anda dari awal bahwa Anda ingin sukses.

Seperti pepatah Jepang, 7 kali jatuh, 8 kali bangkit!

Fakta Tentang Sagaf Basry :

Ternyata Sagaf pernah melanjutkan kuliahnya di SBM ITB dan menyelesaikan S1 pada tahun 2013 lalu.

Saat ini, selain menjalankan bisnis BRP Ballroom, ia dan istrinya berencana untuk membangun bisnis lagi di bidang kuliner.

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>