Launching Produk Pertama Anda Gagal? Lakukan Recovering!

Melaunching Produk
17 Februari 2017
Bagikan artikel ini
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

Bagikan artikel ini :

Melaunching produk merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan dalam berbisnis.

Anda sebagai pebisnis pastinya sudah tidak sabar ingin segera sampai hari H dimana kegiatan melaunching produk akan segera terlaksana.

Tapi seringkali kita menghadapi sesuatu yang tidak terduga, seperti gagal pada saat melaunching produk.

Ini merupakan mimpi buruk yang datangnya mendadak lalu memukul para pebisnis dan ternyata gagal dalam melaunching produk juga pernah dialami oleh brand-brand besar.

Tahun 1985, Coca Cola gagal dalam melaunching produk baru mereka ‘New Coke’. Selain itu, Amazon juga mengalami kegagalan dalam melaunching produk ‘Fire Phone’.

Artikel kali ini akan mengajak Anda untuk melakukan recover terhadap kegiatan launching produk yang sebelumnya gagal.

Penasaran bagaimana caranya?

Mari segera kita bahas.

Melaunching Produk tapi Gagal? Gunakan Strategi Berikut!

Langkah 1 : Autopsi

Loh? Autopsi? Itu bukannya istilah untuk membedah mayat untuk mencari penyebab kematian ya? Apa hubungannya dengan kegiatan recover launching produk?

Jangan salah, kegiatan autopsi yang dimaksud di sini juga sama, yaitu untuk mencari tahu suatu sebab, tetapi ke arah mengapa kegiatan melaunching produk bisa gagal.

Biasanya, ada alasan yang nyata dan pastinya terukur untuk sebuah kejadian tidak terduga seperti itu.

Yang perlu Anda lakukan adalah menginvestigasi dan menemukan penyebabnya.

Menganalisis Data

Analisis Data Penelitian

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menganalisis setiap bagian dari data seputar kegagalan produk yang Anda launching.

Mengapa? Karena bisa jadi produk Anda bukan alasan terjadinya kegagalan, mungkin di sekitar customer journey.

Kalau Anda menggunakan Google Analytic atau platform analisis lainnya, Anda pastinya ingin mulai untuk menginvestigasi metric berikut ini :

  • Bounce Rate

Bounce rate adalah sebuah presentase dari pengunjung yang mendarat di page, dan kemudian keluar sebelum mereka mengunjungi page lain di web Anda.

Dengan menyelidiki bounce rate di web Anda secara per-page, Anda bisa mengidentifikasi page yang paling lemah dan kemudian memikirkan cara untuk mengimprove guna mempertahankan traffic Anda.

Untuk mengecek bounce rate menggunakan GA, klik Audience > Overview.

  • Exit Pages

Mengetahui di mana Anda kehilangan audiens adalah kuncinya.

Sebagai contoh, kebanyakan dari traffic Anda meninggalkan web di bagian page checkout, Anda bisa menyelidiki proses checkout lebih lanjut.

Anda bisa mengevaluasi page yang mengalami kebocoran dengan membuka bagian Users Flow di dashboard GA Anda.

  • Entry Pages

Kegiatan evaluasi bukan selalu untuk hal yang buruk. Dengan mencari tahu page mana yang paling sering dikunjungi audience, Anda bisa mengoptimalkan bagian tersebut!

Anda bisa mengakses metric ini dengan ke bagian Site > Landing Pages.

Bicara dengan Audience Anda

bicara dengan audiens

Selanjutnya, bangun engage dengan audience Anda untuk mencari tahu apa yang membuat mereka tidak tertarik pada saat melaunching produk.

Memanfaatkan email list adalah cara yang paling umum untuk menjangkau dan mensurvei audience Anda.

Sangat mudah mengirimkan request ke customer Anda untuk meminta mereka untuk mengisi survei singkat yang ada di platform seperti SurveyMonkey.

Di survei, Anda bisa mengajukan pertanyaan seperti :

  • Apa yang tidak Anda sukai dari ‘nama produk’?
  • Apa fitur dari ‘nama produk’ yang Anda sukai?
  • Apakah Anda memilki saran untuk meningkatkan ‘nama produk’?

Atau pertanyaan lain yang akan membantu Anda lebih memahami mengapa kegiatan melaunching produk bisa gagal.

Anda juga bisa menawarkan diskon produk lain kepada customer atau pengunjung yang mengisi survei.

create-a-survey

Anda juga bisa mencapai audience Anda di social media dengan mengajukan feedback via Facebook dan Instagram, atau mengadakan polling via Twitter.

Anda bisa terus menjangkau orang lain dengan mengundang audience untuk berbincang dengan Anda (melalui video chatting).

Ini akan memudahkan mereka dalam menjelaskan masalah yang dialami mereka ketika menggunakan produk Anda. Mereka juga akan memberikan usul kepada Anda.

Menjangkau Para Expert

Ask-Our-Expert

Walaupun audience yang ada akan memberikan usul kepada Anda soal kegagalan dalam launching produk, ada baiknya juga Anda mendengarkan saran dari para ahli dalam bidang industri Anda.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman Anda lebih jauh.

Web seperti ExpertFile bisa membantu Anda dalam menemukan nama-nama ahli yang berpengalaman dalam industri Anda.

Setelah Anda mengurangi sebagian daftar nama para ahli yang bisa membantu Anda dalam meningkatkan produk.

Anda bisa menjangkau mereka secara personal dengan mengirimkan produk Anda ke mereka secara gratis untuk memperoleh masukan dari mereka.

Langkah 2 : Merombak

Setelah Anda mendapat data dari autopsi, kini waktunya untuk mengubah strategi marketing untuk produk baru yang diimprove.

Terapkan Semua Perubahan yang Diperlukan

_90276990_change

Setelah Anda mengumpulkan data dari audience, dan feedback yang Anda terima dari para ahli, sekarang yang harus lakukan adalah menerapkan perubahan yang diperlukan untuk produk Anda.

Perubahan spesifik yang Anda butuhkan tergantung pada jenis produknya, tapi ada yang satu yang harus Anda ingat, sebaiknya tidak terburu-buru.

Karena biasanya ketika seseorang sudah menerima data dan feedback mereka ingin cepat-cepat diterapkan tapi persiapan masih belum cukup matang.

Kembali ke Audience

audience-clipart-smaller-crowd-rdc-color-hi

Masih ingat dengan pembahasan sebelumnya mengenai berbicara dengan audience dan mengatur meeting untuk mendapatkan feedback?

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk kembali lagi dan menunjukkan pada mereka perubahan yang telah Anda terapkan.

Anda bisa menampilkan fitur baru dan mendemostrasikan produk. Kalau mereka mengupdate opini yang positif, maka Anda sudah berada di jalan yang tepat.

Tapi kalau mereka masih ragu tentang produk, Anda bisa meminta feedback lagi dari mereka dan menyempurnakan produk Anda.

Anda juga harus ingat untuk tidak meninggalkan visi yang dari awal telah Anda tetapkan.

Meminta pendapat orang lain seperti para ahli memang layak untuk dicoba, tapi Anda akan mendapatkan hal yang berbeda ketika terjun langsung dan berhadapan dengan audience.

Identifikasi Target Market Anda

target market

Agar berhasil melaunching produk berikutnya, Anda harus mengidentifikasi target market Anda dengan tepat.

Ada beberapa cara sederhana untuk melakukannya.

Buka dashboard GA Anda yang dapat memperlihatkan usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan lokasi audience Anda saat ini.

Anda dapat menggunakan layanan berbayar seperti Alexa untuk mendapatkan informasi keywords apa yang sering digunakan oleh pesaing Anda.

Tool lain yang mudah digunakan adalah Ahrefs, tool ini bisa Anda gunakan untuk mengidentifikasikan audience dari pesaing Anda.

Hunter.io juga akan berguna untuk mendapatkan email dari individu dalam organisasi yang bisa diajak kerja sama, seperti influencer yang akan berbicara tentang produk Anda pada saat melaunching produk.

Tapi Anda juga harus hati-hati dengan email yang tidak diinginkan dengan tidak melakukan spamming inbox orang.

Gambar.

Tentukan Keyword Anda

keywords-research

Setelah audience Anda telah teridentifikasi, Anda bisa mulai untuk menentukan keyword dan bisa di-copy ke dalam konten dan marketing Anda.

Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan

  1. Ciptakan kata dasar : mulailah dari sekitar produk. Misalnya, jika produk Anda adalah furniture, Anda bisa menggunakan keyword seperti “meja makan kayu jati”
  2. Perluas dengan tools research keyword : gunakan tools seperti Google Trends dan Google Keyword Planner untuk memperluas keyword Anda.
  3. Mengecek pesaing : dan akhirnya, Anda pasti ingin mengecek keyword mana yang difokuskan oleh pesaing Anda. Mungkin kedengarannya sulit, tapi ada beberapa tools yang perlu Anda ketahui dan bisa digunakan untuk membantu Anda untuk melakukan hal itu.

Setelah punya daftar keyword, Anda disarankan untuk menggunakan Google Keyword Planner untuk mengecek keyword mana yang paling menghasilkan traffic.

Jadi Anda bisa langsung memfokuskan diri untuk melakukan upaya marketing dengan menggunakan keyword tersebut.

Memilih Saluran Marketing Anda

social media

Kalau Anda kesulitan untuk mencari tahu saluran marketing yang cocok untuk melaunching produk Anda nanti, ini petunjuknya untuk Anda : Facebook, Twitter, Instagram, Snapchat, YouTube, Pinterest.

Anda harus mempertimbangkan kegiatan marketing menggunakan saluran itu.

Neil Patel, seorang marketing veteran menganjurkan setidaknya Anda aktif memposting tentang produk Anda setidaknya sekali dalam sehari.

Anda juga harus berhati-hati dalam memilih social media, pastikan kalau platform yang Anda pilih sering digunakan oleh target market Anda dan memiliki basis user yang baik.

Langkah 3 : Pelajaran Penting

Sekarang Anda telah menginvestigasi secara menyeluruh kegagalan dari launching produk kemarin dan menangani setiap lubang dalam marketing campaign Anda.

Saatnya untuk mengumpulkan point yang Anda pelajari untuk menjadikannya referensi di masa mendatang.

Point dari pembelajaran, saran dari ahli, dan feedback dari customer yang diperoleh harus disusun menjadi sebuah strategi marketing sebelum Anda melaunching produk baru berikutnya.

Strategi marketing merupakan sebuah panduan untuk aktivitas tim sales dan marketing Anda.

Tim dan Anda akan menjadi lebih siap dalam melaunching produk baru.

Pelajaran dari kegagalan sebelumnya menjadi pengalaman yang berharga untuk ke depannya.

Tetap semangat dan sampai jumpa di artikel lainnya!

Baca juga artikel menarik lainnya seperti :

Bagi cerita dan pengalaman Anda tentang kegiatan melaunching produk atau yang berhubungan dengan topik ini dengan DMID dan para pembaca lainnya. Anda dapat menuliskannya di kolom bawah ini!

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>