Menciptakan dan Me-maintain Budaya Content Marketing

Menciptakan dan Me-maintain Budaya Content Marketing
7 Maret 2016
Bagikan artikel ini :

Ada saatnya sebuah organisasi perusahaan berhenti untuk ‘menambal’ masalah pemasaran.

Atau lebih spesifiknya, ke masalah content marketing.

Jika Anda adalah salah satu dari banyak pebisnis yang hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis Anda dengan mengandalkan keahlian yang Anda miliki, maka kini saatnya Anda untuk mengembangkan budaya content.

Mengapa perlu mengembangkan budaya content?

Lalu bagaimana cara untuk menciptakan dan me-maintain budaya content?

Apakah sulit?

Semua pertanyaan Anda akan terjawab dalam artikel kali ini. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda membaca sampai akhir.

Mari kita mulai.

Apa Itu Budaya Content?

People team in hands

Budaya content adalah lingkungan organisasi dan sikap yang merangkul serta penyebaran tentang pentingnya content marketing.

Selain itu, budaya content juga tentang berbagi pengetahuan internal di seluruh perusahaan.

Sebuah bisnis yang mencapai budaya internal konten adalah salah satu yang menginspirasi karyawan (bukan hanya mereka dalam pemasaran) untuk membuat konten yang dikonsumsi internal dan eksternal.

Ada sebuah contoh cerita sebelum kita masuk pada pokok pembahasan.

Susan adalah seorang marketing manager untuk sebuah perusahaan software.

Untuk men-drive traffic situs dan lebih mendapat lebih banyak lead, dia melakukan penelitiannya pada content marketing.

Ia yakin bahwa itu merupakan cara yang cerdas untuk pertumbuhan departemen dan visibilitas brand perusahaannya.

Jika seseorang seperti Susan menyediakan waktunya, dia bisa meyakinkan manajemen pada setidaknya untuk ikut ke dalam permainan content marketing ini.

Namun ia tidak berhasil.

Mereka bisa mengatakan “Kerja yang bagus, Susan. Tapi kita memiliki produk lain yang harus diluncurkan juga untuk berikutnya. Kita perlu semua resources. Tulislah beberapa postingan blog di waktu luang Anda, dan laporkan kembali kepada kami berapa banyak lead yang Anda dapatkan.”

Sekarang, Susan menjalankan program content marketing sendirian.

Pihak manajemen tidak menyediakan  resources, waktu, atau anggaran untuk jenis pendekatan baru ini yaitu customer-centric.

Jadi apa yang harus ia lakukan?

Kebanyakan marketing manager di posisi Susan harus menjadi lebih kreatif.

Mempekerjakan beberapa penulis freelance dan designer, dan mengawasi pembuatan content selama beberapa bulan ke depan.

Lalu, apa tantangan yang ia hadapi?

  1. Frequency : dengan anggaran kecil dan waktu yang terbatas, dia hanya mampu mengembangkan 6 content selama 3 bulan. Yang tidak cukup untuk menarik perhatian atau men-drive hasilnya.
  2. Authenticity : kontennya tidak otentik, karena banyak orang dari eksternal yang telah membuat konten tersebut.
  3. Alignment : rekan kerja dan pihak manajemen Susan tidak menyadari akan usaha dan pelajaran yang telah didapatkannya.
  4. Buy-In : pihak manajemen tidak melihat hasil yang cukup dari program yang dijalankan Susan.

Menyedihkan bukan?

Mengapa Kita Harus Mengembangkan Budaya Content?

Menciptakan dan Me-maintain Budaya Content Marketing

Content marketing dapat menekan biaya sebanyak 62 %  dibandingkan dengan marketing tradisional dan menghasilkan lead 3 kali lebih banyak.

Selain itu, brand yang menggunakan program content marketing memiliki tingkat konversi lead 7 kali lebih tinggi.

Untuk menghindari situasi seperti Susan di atas, Anda perlu membuat catatan bahwa setiap orang dalam organisasi dapat (dan harus) memainkan peran dalam program content marketing Anda.

Termasuk dari pihak eksekutif, direktur, sales, marketing, customer service, dan R & D.

Terdapat 3 tujuan utama dari budaya content, yaitu :

  1. Memberitahukan semua orang di seluruh perusahaan tentang content marketing dan mengapa Anda melakukannya
  2. Hal ini akan mendorong pertukaran ide, mengembangkan karyawan untuk lebih memahami perusahaan dari berbagai aspek.
  3. Memungkinkan setiap orang untuk diinvestasikan dalam keberhasilan perusahaan, karena mereka dapat memberikan kontak melalui content mereka.

Ketika dilakukan dengan benar, content marketing akan membantu menjawab pertanyaan prospek pada setiap tahap perjalanan mereka.

Apakah Anda tahu, content jauh lebih besar dari semua departemen yang ada.

Anda dinilai gagal jika yang menjalankan program content marketing Anda hanyalah tim kecil yang terdiri dari beberapa pekerja atau bahkan orang magang.

Yang Anda perlu lakukan adalah menjadi otentik, menunjukkan sikap leadership dalam pemikiran, dan transparan.

Ini adalah nilai-nilai yang banyak audience cari di dunia online.

Jadi sebaiknya Anda tidak mengambil konten dan menanganinya secara sendiri atau individual, karena hanya akan menghasilkan konten biasa-biasa saja dan tidak dapat men-drive hasilnya.

Menggunakan Leadership untuk Lead Budaya Content Marketing

move-people-to-action

Content marketing adalah perubahan paling dasar dalam organisasi Anda. Lalu, bagaimana Anda bisa mengajak semua orang untuk berada di sisi Anda?

Cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mulai dari manajemen.

Memahami goal perusahaan secara keseluruhan, dan selaraskan content marketing atau strategi lapangan dengan goal tersebut.

Buat catatan bisnis untuk content marketing Anda dengan mengikuti langkah-langkah ini:

  • Menceritakan story : diskusi dengan tim senior Anda melalui studi kasus hipotetis, di mana konten yang menarik dapat menarik customer dan berakhir dengan penjualan bagi perusahaan.

Berikan sorotan pada permainan konten yang akhirnya berubah menjadi keputusan membeli bagi prospek.

  • Mengedukasi : para eksekutif menyadari bahwa banyak perusahaan yang melakukan content marketing, tetapi Anda perlu menunjukkan kepada mereka tentang nilai bisnis pendekatan customer-centric.

Mengumpulkan wawasan industri, tren, dan statistik seperti yang dilakukan oleh Hubspot.

  • Menghadapi Keberatan : bekali tim Anda dengan kecerdasan dan komitmen untuk sukses ketika keberatan muncul.
  • Buat Strategi : kembangkan 3 langkah rencana berdasarkan strategi konten, implementasi, dan pengukuran.

Mulailah dengan mengakhiri permainan dalam pikiran, dan gambarkan seperti apa sukses yang terlihat dalam setahun ini.

  • Menyusun Presentasi : Sekarang gunakan semua data pendukung yang telah terkumpul untuk membuat pitch, soroti poin utama Anda, disertai dengan contoh-contoh content marketing, visual, dan statistik.
  • Meminta Buy-In : Seperti disebutkan sebelumnya, pendekatan baru ini akan membutuhkan anggaran dan resource di belakangnya. Perhitungkan semua hal internal maupun eksternal.

Leader Anda dapat “menjual” content marketing di seluruh perusahaan. Eksekutif dapat membantu Anda berbagi visi content marketing Anda dengan menjawab jenis pertanyaan :

  • Mengapa bisnis kami melakukan content marketing?
  • Apa yang kita capai?
  • Apa yang kita ingin bagikan dengan audience kita?
  • Bagaimana proses ini dapat bekerja dan siapa yang akan terlibat?

Cara Me-maintain Budaya Content

Menciptakan dan Me-maintain Budaya Content Marketing

Apa langkah berikutnya? Menurut Contently, “antusiasme perusahaan untuk content marketing tidak terwujud dalam semalam. Hal ini membutuhkan komunikasi yang terus-menerus dan bantuan. “

Sebagai penyebar konten, peran Anda adalah untuk mendemonstrasikan kepada rekan kerja Anda bahwa setiap saat merupakan content opportunity.

Beritahu rekan-rekan Anda bahwa setiap dari mereka memiliki potensi untuk menjadi publisher.

Perkuat ide-ide Anda dengan melakukan hal berikut :

  1. Mengadakan pertemuan presentasi minimal 60 menit. Sampaikan ide-ide Anda, antusiasme content marketing Anda, serta visi Anda.

Dorong audiens internal Anda untuk bertanya, dan tunjukkan nilai dari pendekatan ini.

Bantu mereka memahami mengapa kontribusi mereka dalam upaya content marketing Anda akan memberikan keberhasilan bagi semua orang.

  1. Share strategi konten yang akan disusun untuk diterapkan. kaitkan konten dengan tujuan departemen.
  2. Membentuk tim content marketing untuk mengawasi pembuatan konten dan editorial.

Anda mungkin mempertimbangkan untuk meng-hire seorang redaktur full-time.

Adakan pertemuan dengan perwakilan konten dari seluruh perusahaan untuk membahas kalender konten, ide-ide yang akan datang, progres dan hasil.

  1. Soroti konten yang menarik dan sukses dengan mengirimkannya melalui email untuk semua staf. Hal ini dilakukan sebagai informasi serta membuat tim semakin bersemangat!
  2. Menjadwal training workshop agar rekan tim Anda memahami strategi yang sedang berjalan, bentuk pratik yang terbaik, dan bagaimana cara berkontribusi.

Anda harus ingat, content marketing bukan hanya tentang blogging.

Ini tentang mengumpulkan dan menyebarkan informasi yang bernilai.

Jadi membantu rekan kerja sama halnya seperti membantu diri Anda, dengan cara mengambil keuntungan dari keterampilan mereka.

Tidak semua orang adalah seorang writer atau seorang designer, tapi semua orang dalam organisasi Anda memiliki beberapa jenis skill dan knowledge khusus yang dapat berguna untuk menarik customer potensial.

Anda dapat mengetahui lebih dalam soal itu di >>> Bagaimana Menarik Lebih Banyak Customer dengan Content Marketing? <<<

Dorong rekan tim Anda untuk:

  • Menuliskan ide-ide konten secara teratur.
  • Tuliskan pertanyaan yang mereka dengar secara langsung dari customer atau prospek.
  • Tuliskan outline untuk postingan blog yang potensial.
  • Melakukan checklist untuk proses mereka.

Kesimpulan

Anda membaca artikel ini sampai selesai? Selamat, berarti ilmu Anda tentang budaya content marketing telah bertambah lagi.

Dalam menciptakan dan me-maintain budaya content marketing untuk sebuah organisasi perusahaan, Anda tidak dapat bekerja secara sendiri.

Anda perlu bantuan orang lain untuk bertukar pikiran mengenai ide atau hal apapun yang berhubungan dengan content marketing.

Dan dengan mendapatkan dukungan 100% dari organisasi Anda untuk kegiatan content marketing, merupakan salah satu tindakan penting yang Anda ambil pada tahun 2016 untuk kelangsungan hidup organisasi perusahaan Anda.

Mungkin Anda akan mengalami banyak kendala (sudah pasti tidak ada jalan yang terlalu mulus), dan jika sampai Anda merasa ingin berhenti saat itu juga selalu ingatlah mengapa Anda memulainya.

Semoga bermanfaat!

Baca juga >>> 6 Poin Jitu untuk Menggunakan Content Marketing Pada Bisnis Anda <<<

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik dan ingin disampaikan, Digitalmarkerter.id akan sangat antusias jika Anda berbagi pengalaman Anda pada kolom di bawah ini.

Bagikan artikel ini :

Related Posts