Kebiasaan Pengunjung Website yang Perlu Diketahui untuk Menulis Konten

Kebiasaan Pengunjung Website yang Perlu Diketahui untuk Menulis Konten
11 Oktober 2016

Untuk sebagian besar, kebiasaan pengunjung website cukup bisa Anda ketahui dengan mudah.

Hal ini akan memberikan Anda, para bisnis owner, keuntungan yang sangat besar. Apakah itu? Aspek psikologi!

Jika Anda memahami psikologi, kecenderungan, dan pola pengunjung Anda, Anda dapat mengedit konten Anda untuk memanfaatkan kebiasaan mereka.

Berikut adalah beberapa kebiasaan pengunjung website yang dapat mempengaruhi pendekatan Anda untuk menulis konten.

Orang membaca di perangkat mobile

Sebuah studi dari Nielsen Grup menemukan bahwa kebanyakan orang melihat website dalam pola berbentuk F dimana mereka cenderung mendukung sisi kiri layar.

Hal tersebut memang masih terjadi ketika para pengunjung sedang menjelajahi sebuah website di perangkat desktop, laptop ataupun notebook. Namun ada sebuah perubahan besar yang cukup berpengaruh pada kebiasaan pengunjung website.

Apa yang menjadi perubahan besar tersebut? Itu adalah perangkat mobile seperti smartphone.

Ada miliaran perangkat mobile di dunia.

kebiasaan pengunjung website 1

Untuk di Indonesia, TechinAsia dalam salah satu artikelnya membahas tentang riset dari lembaga riset digital marketing Emarketer. Emarketer memperkirakan pada tahun 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia akan mencapai lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

kebiasaan pengunjung website 2

Kebiasaan pertama pengguna website yang Anda perlu pahami adalah mereka kecanduan smartphone. Kemungkinan mereka membaca konten Anda pada perangkat mobile tersebut.

Untuk mengetahui berapa persentase pembaca yang mengakses website Anda dari perangkat mobile, Anda bisa menggunakan Google Analytics.

Kebiasaan Pengunjung Website

Bagaimana Anda menanggapi para pengguna samrtphone ini? Anda bisa elbih mengenal mereka.

  • Sebagian besar pembaca melalui smartphone ini membaca dengan apa yang disebut scanning daripada membaca setiap kata-katanya.
  • Pembaca melalui smartphone lebih suka membaca konten dengan style akordeon. Style Akordeon adalah elemen desain yang isinya akan memanjang ke bawah untuk mengekspos beberapa informasi tersembunyi.
  • Pembaca smartphone cenderung mengkonversi atau membaca lebih lanjut berdasarkan seberapa menarik konten di atas-the-kali lipat Anda

Ketika Anda membuat konten atau desain website Anda, pikirkan para pengguna smartphone juga.

Pengguna Scan Informasi, mereka tidak membaca setiap kata

Akan jarang sekali para pengunjung website menggunakan waktu mereka untuk secara mendalam membaca seluruh  konten. Seperti yang telah disinggung sebelumnya,  kebiasaan pengunjung website adalah melihat poin-poin dan membaca cepat (scan) sebuah konten.

Untuk itu, sub-header dengan beberapa poin bullet akan membantu dan paragraf pendek dengan maksimal tiga kalimat juga bisa membantu pengunjung untuk membaca konten Anda dengan cepat.

Kebanyakan orang tidak sabar

Anda mungkin pernah mendengar bahwa orang-orang sekarang memiliki perhatian lebih singkat daripada ikan mas. Anda hanya memiliki 8 detik untuk mendapatkan perhatian pengunjung.

Jika Anda tidak menawarkan navigasi yang mudah digunakan dan tidak segera memenuhi harapan pengunjung, mereka akan “bouncing” meninggalkan website Anda.

Tips: Buat konten Anda mudah dicerna. Manfaatkan judul yang singkat. Tulis paragraf pertama yang kuat dan to the point.

Pembaca suka white space

White space sering disebut sebagai ruang negatif. ruang positif adalah ruang yang berisi semua elemen di website Anda, sedangkan ruang negatif adalah semua ruang kosong di antara ruang yang terisi.

Meskipun namanya ruang negatif, sebenarnya adalah hal positif  dalam desain website, karena tanpa itu website Anda tidak dapat  dibaca dan tidak dapat digunakan.

Jadi dengan menggunakan banyak ruang putih di antara blok teks, Anda dapat membuat sebuah tampilan yang gampang untuk dibaca. Whitespace membuat lebih mudah untuk mata pembaca.

Meningkatkan Konversi pada Website

Orang melihat sebuah daftar dengan bullet

Sebuah riset dari Nielsen Group (sebagaimana dimaksud dalam kebiasaan # 1 di atas) menemukan bahwa “Orang-orang melihat daftar dengan bullet lebih sering daripada yang tidak ( 70 persen vs 55 persen).”

Bagi orang-orang akan merasa lebih mudah untuk membaca sebuah konten berbentuk list atau daftar dalam format bullet-bullet, bukan dipisahkan dengan koma dalam suatu paragraf teks.

Intinya di sini adalah bahwa lebih baik untuk membuat konten dalam poin-poin dengan bullet daripada blok paragraph yang panjang.

KATA-KATA DENGAN HURUF KAPITAL MENARIK PERHATIAN

Apakah sub-header di atas menonjol dan menarik perhatian Anda lebih daripada daftar yang lain? Itu karena menggunakan menggunakan huruf kapital di kata-kata yang tepat cenderung menghasilkan lebih banyak ketertarikan.

Bahkan juga menurut riset Nielsen Grup, “Orang-orang melihat 29 persen dari kata-kata yang semua berbentuk huruf kapital.”

Pengunjung suka sesuatu yang rapi

Pengunjung cenderung akan merespon dengan baik bila sebuah konten diatur secara rapi. Hal ini membuat mereka merasa nyaman saat browsing, dan tidak membebani otak mereka.

Konten yang terorganisir terdiri dari dua hal:

  • Konseptual. Isinya jelas, urutannya logis, dan dengan argumen pendukung yang sejalan
  • Visual: format teks yang jelas, termasuk paragraph yang pendek, nomor, , judul yang jelas, dan list dengan bullet

Gunakan blok teks dengan hati-hati, Anda harus memastikan mereka ditempatkan dengan baik, rapi diformat, dan dengan warna yang tepat.

Hindari blok teks yang menakutkan seperti di bawah ini.

kebiasaan pengunjung website

Pembaca suka konsistensi

Sebuah struktur konsep yang konsisten adalah kunci mendapatkan pengunjung untuk mengunjungi website lebih lama dan membuat mereka datang mengunjunginya kembali.

Apapun gaya spesifik menulis konten Anda  yang memang ternyata bekerja pada pengunjung, tetap dengan gaya itu. Jika tidak, Anda bisa mengeditnya sampai konten tersebut bekerja dengan baik.

Kebiasaan pengunjung website yang tertarik dengan video

Riset eye-tracking dari Moz yang melihat pada suatu hasil pencarian google, untuk menentukan berapa banyak pengaruh dari thumbnail video pada perhatian orang-orang.

kebiasaan pengunjung website 5

Dari riset mereka, jelas bahwa orang-orang secara alami memusatkan perhatian mereka pada thumbnail video dalam pencarian tersebut.

Bagaimana hal ini berhubungan dengan menulis sebuah konten?

Hal ini menunjukkan bahwa strategi embedding atau menyematkan video dalam konten Anda dapat langsung menarik perhatian dan mendapatkan lebih banyak klik.

Orang Menanggapi Untuk Warna

Menurut Suzanne Martin dari Worcester Polytechnic Institute , “Warna adalah salah satu elemen paling kompleks dalam mencapai komunikasi visual ayang sukses. Jika digunakan dengan benar, dapat menjadi alat yang ampuh untuk komunikasi. ”

Anda bisa membaca tentang psikologi warna pada artikel berikut ini:

Psikologi Warna dalam Marketing dan Branding

5-17-emotion

Jika Anda mencoba untuk menekankan sesuatu seperti Call to Action, akan sangat bagut untuk menggunakan warna yang kontras.

Atau jika Anda mencoba untuk membuat struktur konten yang menarik, Anda bisa bereksperimen dengan warna yang berbeda untuk sub-header Anda.

Pengunjung ingin mereka yang mengontrol

Salah satu cara yang paling umum untuk memaksa pengunjung untuk melihat sesuatu adalah menggunakan popup.

Memang benar bahwa popup dapat sangat efektif dan bahkan dapat menghasilkan banyak subscriber,tetapi  popup harus digunakan dengan hati-hati.

Pengunjung website ingin merasa seolah-olah mereka yang mengontrol sendiri pengalaman browsing mereka.

Jika mereka scroll ke bawah melalui konten Anda dan tiba-tiba menemukan popup, itu bukan kemauan mereka sendiri. Hal ini dapat sangat bermasalah ketika tidak ada sebab yang jelas mengapa pop-out tersebut keluar. Jadi Anda harus berhati-hati dalam menempatkan popup tersebut.

Pengunjung melihat bagian bawah website

Banyak orang yang mengatakan bahwa kebiasaan pengunjung website akan melihat hanya pada konten yang di bagian lipatan atas website, bagian yang dapat dilihat oleh pengunjung dengan ukuran standar tanpa perlu scroll ke bawah.

Hal Itu tidak selalu terjadi. Memang pertama orang  melihat bagian lipatan atas dari sebuah website, itu jelas. Jika mereka melihat sesuatu yang menari, maka mereka akan scroll ke bawah.

Yang dimaksud dengan “lipatan” berbeda sesuai dengan ukuran perangkat dan tingkat interaksi diperlukan untuk halaman tertentu.

Kebanyakan ahli user experience website setuju bahwa menempatkan CTA di bagian lipatan bawah sebuah website adalah ide yang buruk.

Kebiasaan Pengunjung Website

Namun, ada juga yang lain menemukan bahwa tingkat klik untuk CTA meningkat ketika diposisikan di bagian lipatan bawah.

Perbedaan tersebut sebenarnya tergantung pada konteks. Jika Anda memiliki nilai yang tinggi atau penawaran yang cukup rumit, Anda ingin membuat pengguna untuk membaca dan kemudian klik, sehingga Anda ingin menempatkan CTA di bagian bawah.  Kadang-kadang menggunakan konten yang sedikit pada bagian atas membuat pengunjung ingin tahu apa yang ada selanjutnya, menyebabkan mereka untuk scroll ke bawah.

Intinya di sini adalah, konten berdurasi panjang masih akan mendapatkan perhatian, dan Anda tidak perlu terobsesi menjaga konten Anda harus di bagian lipatan atas. Anda juga perlu fokus pada kualitas konten.

Orang lebih merespon bahasa yang objektif

Jika konten Anda terdengar seperti seorang sales sebuah produk dan menjadi terlalu promosi dapat menjadi boomerang bagi Anda.

Menurut studi lain dari Nielsen Grup , “menggunakan bahasa netral ketimbang subjektif, sombong, atau bahasa yang berlebihan penting untuk memenangkan hati pembaca.”

Bahasa yang terlalu promosi membuat pembaca memprosesnya lebih lama untuk mendapatkan fakta-fakta yang sebenarnya

Untuk alasan ini, Anda harus selalu menahan diri untuk menggunakan konten promosi yang bisa sangat menjengkelkan bagi pengunjung.

Kesimpulan

Memahami perilaku atau kebiasaan pengunjung website sangat penting untuk menurunkan bouncing rate Anda, meningkatkan interaksi, dan akhirnya menghasilkan konversi.

Dengan mengetahui kebiasaan pengunjung website Anda dan menyesuaikan strategi, Anda dapat meningkatkan efektivitas konten secara dramatis.

Bagaimana menurut Anda? Apakah ada kebiasaan pengunjung website lainnya yang perlu menjadi perhatian untuk membuat konten? Anda bisa berbagai bersama DigitalMarketer.id tentang kebiasaan pengunjung website pada kolom komentar di bawah ini.

Related Posts