Cara Membangun Landing Page yang Dapat Mengkonversi

cara membangun landing page
24 Juni 2016
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagikan artikel ini :

Cara Membangun Landing Page

Anda seorang pebisnis yang berniat untuk membuat dan memasang campaign di platform tertentu guna meningkatkan penjualan?

Kalau begitu ada yang perlu Anda perhatikan sebelum membuat dan memasang campaign.

Yaitu coba Anda pertimbangkan untuk menghubungkan campaign dengan landing page.

Apa itu landing page dan apa gunanya, serta bagaimana cara membuatnya?

Artikel kali ini akan mengajak Anda untuk memahami lebih dalam mengenai landing page dan mengapa landing page itu perlu dibuat.

Mari kita mulai

Bagaimana Cara Anda Mengumpulkan Data?

Untuk Anda yang sudah pernah membuat campaign dan memasangnya di platform, sekarang kita akan flashback terlebih dahulu untuk memberikan gambaran kepada yang baru akan mulai.

Bagaimana cara Anda selama ini mengumpulkan semua data lead yang melihat dan mengklik campaign Anda?

Apakah Anda meminta mereka untuk meng-add aplikasi chat mobile seperti whatsapp, line, bbm yang Anda cantumkan dalam campaign?

Ok, cara ini sudah sangat konvensional dan berisiko tinggi. Mengapa berisiko tinggi? Bisa Anda bayangkan jika semua data yang ada dalam aplikasi mobile Anda tiba-tiba hilang karena ada kerusakan pada mobile phone? Hal ini pasti akan membuat Anda frustasi dan mulai lagi dari awal untuk mengumpulkan data lead.

Kini saatnya Anda belajar dari pengalaman yang telah berlalu. Di jaman serba canggih seperti sekarang ini, Anda tidak perlu takut jika data-data yang Anda peroleh dari campaign hilang.

Ada banyak cara untuk menyelamatkan data, seperti membuat backup ke komputer dan hard disk. Namun bukan berarti menyimpan data seperti itu sepenuhnya aman.

Mungkin sekarang Anda bertanya, “Bagaimana cara yang paling baik untuk mendapatkan lead serta meminimalisir data yang dapat hilang tanpa bisa kita perkirakan?”

Jawabannya adalah dengan membangun landing page yang kemudian akan dihubungkan dengan campaign.

Memahami Landing Page

Landing page merupakan sebuah halaman website yang bertujuan agar mereka masuk ke sales funnel.

Bukan hanya itu, landing page juga akan menangkap data pengguna sehingga Anda dapat terhubung dengan prospek dan menciptakan lead yang berkualitas.

Setelah mendapatkan lead, Anda dapat menyuguhkan campaign lain (selain yang dipasang pada platform) yang sudah dipersiapkan untuk menarik perhatian mereka.

Siapa pun dapat membuat landing page, namun tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik, dengan baik di sini maksudnya adalah menghasilkan konversi.

Sebelumnya, Anda perlu mengetahui bahwa landing page bukanlah bagian dari website. Dan untuk membuat landing page, Anda harus membuat website terlebih dahulu. Jadi, traffic yang masuk ke landing page dapat diarahkan ke website dan sebaliknya.

Landing page merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari strategi inbound marketing.

Sekitar 96% dari orang-orang yang tiba di website Anda belum siap untuk langsung membeli, disinilah gunanya landing page.

Landing page penting untuk membangun pengalaman positif dan membantu calon customer menemukan apa yang mereka sebenarnya mereka butuhkan.

Setiap campaign harus memiliki landing page yang nantinya dapat dikustomasi dan sebagai pusat upaya mengarahkan lead.

Setelah Anda mengetahui hal yang paling dasar mengenai landing page, mari kita lanjutkan ke bagian selanjutnya yaitu bagaimana cara membangun landing page yang dapat mengkonversi.

  1. Home Page Bukanlah Landing Page

Landing Page on Blue in Flat Design.

Pengunjung tidak akan tiba di home page Anda karena kebetulan – mereka mungkin sudah familiar dengan merk Anda jika mereka mencari merk Anda melalui Google atau mengetik URL Anda secara langsung ke dalam address bar.

Secara umum home page bertujuan untuk memperkenalkan merk Anda, ini merupakan hal yang baik untuk orang-orang yang sudah mengetahui siapa Anda dan apa yang Anda tawarkan, namun kurang ideal untuk orang yang masih ditahap pengenalan dengan merk Anda.

Sebuah landing page akan membiarkan Anda untuk,

“Mempersempit fokus Anda dan menghapus kekacauan yang akan mengalihkan pengunjung Anda dari pengambilan tindakan yang Anda ingin mereka ambil.”

Quicksprout

Dengan kata lain, mereka akan mengijinkan Anda untuk mengambil kontrol interaksi dan mengarahkan mereka ke informasi yang mereka butuhkan tanpa harus membuat mereka mencarinya ke seluruh situs website Anda.

Pengunjung harus mencapai landing page setelah mengklik pada campaign, untuk mendapat infomarsi lebih tentang peluncuran produk, untuk mendownload potongan konten, atau mendaftar untuk mendapatkan newsletter.

Menyederhanakan interaksi pertama ini akan menghemat waktu pengunjung Anda dan menciptakan hubungan yang positif dengan merk.

Bonus – Menginvestasikan waktu di landing page tidak akan membantu pengunjung Anda untuk mendapatkan informasi yang mereka cari, namun juga berdampak positif untuk menaikkan peringkat pencarian Anda.

  1. Sedikit itu Lebih Baik

Jangan membanjiri pengunjung Anda dengan visual yang kacau dan terlalu banyak teks.

Desain landing page yang minimalis akan langsung mengarahkan mata pengunjung ke informasi yang relevan.

Visual memang penting, tetapi tidak boleh mengganggu penglihatan mata pengunjung. Pastikan gambar dan video yang dipasang untuk meningkatkan pesan campaign Anda, tidak boleh lebih dari itu.

Ada yang perlu Anda perhatikan, semakin banyak visual yang Anda gunakan, semakin lama waktu yang diperlukan page untuk load.

Menurut HubSpot, jika terjadi delay selama 1 detik pada waktu loading page akan membuat 11% page viewer menjadi lebih sedikit, 16% penurunan dalam kepuasan customer, dan 7% kehilangan konversi.

Jadilah selektif terhadap gambar yang Anda pilih. Bukan hanya untuk mengurangi kekacauan tetapi juga akan meningkatkan konversi.

Bukan hanya visual saja yang dapat membuat rate bounce website Anda meninggi, tetapi juga terlalu banyak teks yang membanjiri atau membuat bosan pengunjung.

Pada tahun 2000, rentang perhatian manusia rata-ratanya sekitar 12 detik. Namun pada 2013, sudah terjadi penurunan menjadi 8 detik. Artinya, rentang perhatian kita sudah menjadi lebih pendek!

Inilah mengapa penting untuk memastikan teks Anda pendek dan engaging. Pengunjung akan melakukan scan pada page untuk mendapatkan informasi yang relevan, jadi jagalah teks Anda agar tetap jelas dan ringkas.

Hindari “jargon marketing” yang kosong dan gunakan stylistic tools seperti header, sub-header, poin-poin serta italics untuk menyorot informasi penting. Bukan hanya itu, penggunaan stylistic tools bertujuan menjaga pesan yang disampaikan agar mudah untuk dimengerti oleh para pengunjung.

Kissmetrics menggunakan landing page MailChimp sebagai contoh yang baik dari sebuah merk yang langsung mengarahkan pengunjung ke titik poin.

NTz6D5wU_zV7dbNCeDflAesC5GcrEm4rvPIuh-VsQ7ceiUBW9ZVIzyWFT_KWV7ZGmlMEpIJoxpk7XqDq8-KUIoyxKJCh919Jt9VqLLWX_dnDsv2ujLGkaehZ-nOmyG2902B4uaxR

Mereka membedakan diri dari kompetisi dengan menggunakan headline yang besar, jelas, dan berani.

Teks pendukung lebih minimal dan langsung ke poin dengan menggunakan kata-kata sesedikit mungkin.

Page juga dilengkapi dengan 1 gambar yaitu maskot MailChimp untuk menyeimbangkan teks dan memfasilitasi pengenalan merk.

  1. Perhatikan Layout dan Format

Sebuah layout yang logis dan format yang baik adalah sebuah pondasi dari pengalaman user yang mulus.

Menurut Kissmetrics, 61% perusahaan melakukan tes pada landing page mereka sebanyak 5 kali / bulan. Meskipun layout merupakan faktor utama dalam performa landing page, sebaiknya Anda tidak terjatuh ke dalam jebakan ini. Pastikan Anda menguji layout sampai Anda menemukan salah satu yang terbaik dan dapat bekerja.

Jaga font dan struktur informasi agar tetap simple sehingga mudah untuk skim. Lihatlah landing page H.Bloom di bawah ini.

tdamt0AXV1w-5RTdfJiq9pi0UH4uo_pujjvAS7MFt6a-G8KhOtwuwROBF7ZJuvKfvLrE_TlCTQ_e7Ffh4MbmAiGtcOVKCQbjdoCmgKgYMUoy34ScYz8VpW3XS5A24orukjRguiiV

Landing page H.Bloom memiliki judul yang jelas, bentuknya singkat, dan tombol CTA cerah.

Page ini juga dilengkapi dengan tataan yang jelas dan 3-langkah penjelasan dari proses pemesanan sehingga pengguna tahu persis untuk apa mereka melakukan pendaftaran.

Struktur landing page mudah untuk dipahami dan menginspirasi kepercayaan, yang akhirnya akan memberikan lebih banyak konversi.

Landing page ini juga menjaga bentuk yang singkat, sederhana, dan di atas flip. Dengan tetap berpegang pada prinsip, Anda mengurangi jumlah waktu pengunjung dalam melakukan tanya jawab dan dapat memastikan tingkat konversi yang lebih tinggi.

Ada yang perlu Anda ingat, sekarang penelusuran mobile telah mengalahkan pencarian desktop pada Google, jadi yang perlu Anda lakukan adalah memastikan bahwa layout dan desain untuk tampilan mobile sudah pas. Pastikan juga bahwa landing page Anda sudah dioptimalkan untuk mobile.

  1. Memiliki CTA yang Kuat (dan Sering Mengujinya)

“Sebuah ciri umum yang ada pada semua top landing page adalah penawaran sangat unik yang akan membantu mereka terlihat menonjol dalam industrinya masing-masing.”

Search Engine Land

Jika CTA Anda tidak menarik walaupun layout dan format Anda sudah baik maka tetap saja tidak akan mengkonversi.

Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan CTA unik, Anda perlu tahu apa yang dicari oleh target audiens Anda.

Cari tahu apa poin rasa sakit mereka dan bagaimana Anda dapat mengatasinya. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan meminta mereka langsung dengan menambahkan extra form atau mencari jawaban di social media.

Jadilah kreatif dan uji beberapa CTA yang berbeda. Hal ini akan membantu Anda memaksimalkan konversi Anda.

Ini juga penting untuk memastikan bahwa CTA Anda terlihat jelas. HubSpot merekomendasikan menggunakan warna-warna kontras untuk mengarahkan mata pembaca ke CTA.

Mereka menggunakan contoh berikut untuk menekankan bagaimana kontras warna (biru dan putih) dapat membuat headline menjadi terlihat, dan warna menonjol (biru dan merah) yang langsung mengarahkan mata ke tombol ‘submit’ dan CTA.

CDtEZNKDb1-7kYGc4LpjWZQj498kNRuxfNQV_RhCwXzuEooh8OM7sFUrlQr7B3iFUsnvrNHJzLc2UthysEcdMUPs1-Gjk2tlqQW6UU8ReQIX1is5KS-SK6X_o-sCNC2ilEMtvwjU

Atau Anda juga dapat menggunakan warna yang menonjol seperti yang digunakan DigitalMarketer.id untuk setiap campaignnya.

contoh DMID 1

  1. Membangun Kepercayaan

Landing page yang baik akan menggabungkan “sinyal kepercayaan”. Seperti konten relevan yang pertama kali Anda gunakan agar dapat meyakinkan pengunjung bahwa Anda dapat dipercaya.

Anda pasti ingin menampilkan logo merk terkemuka yang saat ini menggunakan produk atau jasa Anda untuk membiarkan pengunjung tahu siapa lagi yang percaya dan menggunakan produk atau jasa Anda.

Screen-Shot-2016-06-06-at-3.59.26-PM-570x167.png

Jika Anda menawarkan jasa untuk website, Anda dapat menampilkan orang-orang terpercaya seperti yang DigitalMarketer.id lakukan

contoh DMID 2

Jika Anda memiliki ruang di bagian bawah, lakukan percobaan dengan menggabungkan testimonial, link ke studi kasus, endorsemen, pengakuan, atau kutipan dari social media yang menganjurkan untuk menggunakan merk Anda.

Ingatlah untuk terus menjaga mereka tetap singkat dan to-the-point, dan pastikan bahwa semuanya fit saat masuk ke dalam layout Anda.

  1. Selalu Melakukan Tes A/B

AB-Testing

Anda akan jarang mendapatkan hal yang langsung cocok pada percobaan pertama. Itulah mengapa penting untuk terus melakukan tes A/B pada elemen yang berbeda dari landing page Anda untuk menghilangkan titik friksi.

Kalaupun Anda menerapkan semua tips sebelumnya ke dalam bentuk tindakan, tidak ada formula ajaib yang menjamin konversi. Anda harus terus mengoptimalkan sampai Anda menemukan formula yang tepat untuk audiens Anda.

Menurut Search Engine Land, jika Anda ingin masuk ke top 25% (dari mengkonversi landing page) Anda perlu menguji 4 landing page yang unik dengan berbagai tawaran, pesan, dan aliran.

Jika Anda ingin masuk ke top 10%, Anda perlu menguji setidaknya 10 page yang berbeda. Cara ini digunakan untuk mengetahui bagaimana page Anda akan menang dibandingkan dengan pesaing Anda.

Anda mungkin mempertimbangkan untuk mengubah pesan, tergantung di mana pengguna Anda akan tiba nantinya. Meyusun pesan Anda untuk segmen pemirsa yang berbeda akan membantu Anda mempersonalisasi pengalaman dan menghasilkan lebih banyak lead.

Berikut ini ada beberapa pertanyaan yang akan membimbing untuk diaplikasikan kepada diri Anda sendiri :

  • Apakah headline saya besar dan to-the-point?
  • Apakah teks sudah jelas dan ringkas?
  • Adalah form saya sudah sesingkat mungkin?
  • Apakah CTA sudah jelas? Apakah saya menggunakan warna untuk menyorot posisinya di landing page?
  • Apakah CTA saya menarik? Apakah itu cukup untuk memotivasi pengunjung untuk mengisi form atau klik-melalui?
  • Apakah pengunjung harus scroll ke bawah untuk mencari CTA atau informasi penting?
  • Apakah visual meningkatkan pesan, atau malah mengalihkan pengguna dari pesan?

Dengan setiap tes A/B, Anda akan belajar hal baru yang dapat diterapkan untuk landing page yang akan datang dan menghilangkan hambatan untuk mendapatkan konversi!

Kesimpulannya…

Dari semua pembahasan artikel kali ini tentang landing page, poin yang bisa Anda ambil adalah landing page bukanlah tool untuk penjualan. Landing page adalah sarana membangun kepercayaan dan hubungan yang ideal dengan customer Anda.

Ini bukanlah tentang penyampaian pesan secara detail untuk produk Anda, tetapi lebih mengarah pada kesempatan untuk memberikan pengunjung sesuatu yang bernilai.

Membuat kesan baik yang solid dan tidak menekan pengunjung Anda akan membuat mereka kembali karena kemauan mereka sendiri dan mereka yakin kalau Anda sangat bermanfaat!

Buatlah landing page Anda secara professional dan menarik dengan menerapkan semua wawasan yang telah Anda dapat dari artikel ini dan langsung praktikkan!

Jika Anda masih bingung mengenai cara membangun landing page, Anda dapat membaca Cara Praktis Buat Landing Page Profesional dengan ClickFunnels dan 7 Tools Simple Untuk Membuat Landing Page.

banner-FB-tanpa-link-CTA

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik dan ingin disampaikan, Digitalmarkerter.id akan sangat antusias jika Anda berbagi pengalaman Anda pada kolom di bawah ini.

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>