Buat Tombol CTA Lebih Menarik untuk Meningkatkan Konversi

Buat Tombol CTA Lebih Menarik untuk Meningkatkan Konversi
29 Juni 2015

Marketing modern memiliki tujuan yang sama yaitu terhubung dengan audiens dan mendorong para member untuk mengambil suatu action yang berarti. Dalam dunia digital, action tersebut biasanya adalah cukup satu klik pada mouse (atau tap pada layar) yang mengarah ke sebuah konversi.

Tetapi hal yang sering diabaikan adalah apakah semua orang benar-benar mengklik tombol Calls to Action (CTA)?

Apakah Anda tahu bahwa ada beberapa warna dan bentuk yang dapat merangsang otak untuk mengklik tombol tersebut? Selama bertahun-tahun, marketer yang cerdas menggunakan ilmu psikologi untuk mengembangkan campaign yang menarik perhatian. Berikut adalah empat tips untuk membuat tombol CTA Anda lebih menarik para pengunjung website Anda.

Warna yang Menarik

Warna adalah hal penting, 85 persen orang mengatakan warna adalah alasan utama mereka membeli suatu produk. Berikut adalah infografik tentang bagaimana warna mempengaruhi suatu pembelian.

color-purchases-lrg

Mungkin Anda dapat memilih warna yang kontras dengan desain website Anda untuk membuatnya lebih menonjol atau gunakan warna yang menunjukkan suatu perasaan tertentu. Misalnya, oranye mendorong suatu tindakan yang cepat. Anda bisa memilih warna oranye untuk CTA seperti mendaftar, membeli atau bergabung segera. Oranye juga mempunyai keterkaitan dengan suatu barang yang murah.

Anda mungkin sudah tahu jika warna hijau berarti “go” cukup berguna untuk mendorong CTA yang Anda inginkan. Warna hijau juga adalah warna yang mudah diproses oleh mata, sehingga sering digunakan untuk sesuatu yang rileks, santai dan mendorong suatu pertumbuhan.

Salinan (copy) yang Dapat Diklik

Tujuan seluruh CTA adalah mendorong seseorang untuk segera mengambil suatu tindakan (action), jadi cobalah untuk menulis salinan (copy) yang tidak terhindarkan untuk diklik. Hal tersebut harus spesifik, misalnya “Download panduan” lebih efektif daripada “Klik di sini”. Anda bisa menggunakan kata kerja aktif seperti “mulai” dan “dapatkan”. Kata kerja yang berbentuk pasif membuat orang malas mengklik mouse mereka, kata kerja aktif dapat mendorong para pengunjung untuk mengklik tombol CTA.

Sebuah studi menemukan bahwa tingkat konversi 90 persen lebih baik jika menggunakan bahasa orang pertama, misalnya, “Start my free trial” dengan “Start your free trial”. Selain itu, hanya menambahkan kata “sekarang” untuk tombol CTA dapat meningkatkan konversi, karena hal tersebut dapat menciptakan tingkat urgensi yang lebih.

Bentuk dan Ukuran

Bulat, besar, dapat disentuh (tappable) dan teruji: Keempat hal tersebut harus menjelaskan setiap tombol CTA. Tombol persegi panjang memang jauh lebih populer, tapi karena otak kita diprogram untuk menghindari bentuk-bentuk yang runcing atau bersudut, jadi hindari bentuk-bentuk yang bersudut. Tombol CTA juga harus cukup besar untuk dapat memudahkan ketika disentuh pada ponsel,namun juga jangan terlalu besar karena dapat merusak keseluruhan desain.

Penempatan yang Menonjol

Tombol CTA tidak harus bersaing untuk mendapat perhatian. Anda harus membuatnya dengan jelas secara sekilas tindakan (action) apa yang Anda inginkan untuk dilakukan oleh pengunjung website Anda. Bila Anda menempatkan tombol tersebut di bagian halaman website Anda tanpa perlu scroll ke bawah (above the fold), para pengunjung akan melihat tombol tersebut. Para pengunjung suatu website menghabiskan hampir 80 persen dari waktu mereka di bagian above the fold, sehingga Anda akan menangkap orang-orang yang siap untuk bertindak segera tanpa memaksa mereka untuk membaca atau menyaring konten terlebih dahulu untuk menuju ke tombol tersebut. Berikut ini adalah contoh penempatan yang pas untuk tombol CTA.

Buat Tombol CTA Lebih Menarik untuk Meningkat Konversi

Bagian di sekitar tombol yang berwarna putih juga dapat membuatnya menonjol, hal tersebut seperti memberi banyak ruang pada tombol tersebut untuk muncul. Tetapi jangan sampai melenceng dari keseluruhan desain. Tombol tersebut harus menarik mata para pengunjung, jangan sampai tidak terlihat menonjol.

Setiap pengunjung berbeda, sehingga Anda harus menguji warna-warna sebuah salinan (copy), bentuk dan penempatan tersebut untuk menemukan kombinasi yang tepat dari tombol yang dapat membuat tingkat konversi Anda melonjak. Sebuah tes yang mencoba sampel A dan B dapat menguji sampel mana yang lebih baik dalam meningkatkan konversi dan sampel mana yang akan Anda gunakan selanjutnya.

Warna, bentuk dan keseluruhan desain sangat menentukan apakah CTA Anda berhasil pada para pengunjung website Anda. Sekarang, Anda telah mengetahui empat tips untuk membuat tombol CTA Anda lebih menarik para pengunjung website Anda. Apakah Anda sudah menerapkan tips tersebut atau mungkin ada tips lain yang ingin Anda bagi? DigitalMarketer.Id sangat antusias untuk mendengar komentar Anda pada kolom di bawah ini.

Related Posts