7 Alasan Mengapa Pengunjung Website Tidak Beralih Menjadi Customer

86
27 Januari 2016
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Setiap pebisnis yang memiliki website sendiri pasti pernah berhadapan dengan masalah satu ini.

“Mengapa banyak pengunjung pada website Anda tetapi mereka tidak melakukan purchase?”

Padahal Anda sudah mengeluarkan uang lebih banyak untuk membangun traffic, berfokus untuk meningkatkan konversi yang bisa menghasilkan ROI yang lebih baik.

Ternyata terdapat alasan yang masuk akal mengapa pengunjung meninggalkan web Anda begitu saja tanpa ada melakukan purchase.

Jika tidak ditanggulangi dan dibiarkan terus-menerus akan berdampak besar pada bisnis Anda ke depan.

Oleh karena itu, kali ini Anda akan diajak untuk mengetahui serta memahami apa yang sebenarnya membuat para pengunjung melakukan hal tersebut.

Mari kita mulai saja.

Mengapa Orang-orang Tidak Beralih Menjadi Customer?

Untuk dapat menghasilkan konversi yang lebih baik dan dapat mengetahui audience Anda, maka yang harus Anda ketahui serta pahami adalah alasan mereka tidak melakukan konversi.

Jawaban yang paling jelas adalah mereka tidak tertarik dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Hal ini tidak dapat Anda cegah.

Tapi sebenarnya di luar itu, ada bawaan dari mereka berupa rasa takut berlebih atau ketakutan yang mencegah mereka untuk mengklik tombol.

Jika Anda bisa memahami rasa takut yang mencegah para pengunjung untuk tidak mengklik tombol, maka Anda dapat dengan mudah meningkatkan konversi Anda.

Mari kita teliti beberapa alasan berikut ini secara lebih rinci.

  1. Merk yang Tidak Terpercaya

Ketakutan pertama ini yang paling menimbulkan ambigu dan membuatnya paling sulit untuk diidentifikasi serta diperbaiki.

Kebanyakan pengunjung akan melihat merk sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk Anda atau tidak.

Sebuah nama besar seperti Lazada atau Groupon, akan langsung meningkatkan kepercayaan orang.

Pengunjung yang repeat biasanya percaya atau tidak percaya pada sebuah merk berdasarkan pengalaman mereka sebelumnya.

Artinya, jika Anda melakukan tugas Anda dengan baik, maka Anda dapat membangun kepercayaan konsumen dari waktu ke waktu.

Lalu bagaimana jika Anda baru memulai bisnis?

Anda perlu meningkatkan rasa percaya para pengunjung kepada merk Anda dengan cara apapun yang sekiranya bisa Anda lakukan.

Banyak cara yang dapat Anda terapkan. Seperti :

  • Menampilkan daftar afiliasi Anda.
  • Menampilkan review dan feedback dari customer.
  • Menggunakan gambar seseorang yang dapat meningkatkan rasa percaya pengunjung lain.

  1. Produk yang Tidak Memiliki Value

add_value1

Ini adalah masalah yang sulit untuk dipecahkan, karena ia datang dari begitu banyak proses mutasi.

Bisa jadi munculnya produk atau jasa Anda tidak berguna untuk para pengunjung. Mungkin Anda terlalu mirip dengan produk pesaing atau yang sudah ada. Atau, produk Anda mungkin terlalu mahal.

Kalau Anda dapat mempersempit kemungkinan ini, Anda akan memiliki kesempatan yang lebih baik dalam memperbaiki masalah kepercayaan.

Jika tidak, maka Anda harus melakukan perbaikan dalam beberapa hal.

Seperti, meringkas value unik dari produk Anda.

Jelaskan alasan kenapa mereka perlu membayar dan mempertimbangkan apa yang Anda tawarkan dengan produk sejenis yang tersedia di pasaran.

Anda harus menunjukkan apa yang membuat produk Anda unik dan bernilai.

Dan jika Anda tidak bisa, maka Anda memiliki masalah yang lebih besar dari sekedar tingkat konversi.

  1. Produk yang Diiklankan Tidak Sesuai dengan Kenyataan

Siapa saja bisa menulis naskah untuk membuat sebuah produk terlihat menarik.

Misalnya, “Buku ini adalah cetakan terakhir!” terdengar sangat baik, tetapi konsumen yang modern akan berpikiran bahwa kata-kata itu terlalu sempurna untuk sebuah produk.

Jika Anda ingin memenangkan kepercayaan dari pengunjung Anda, maka jangan mencoba untuk melakukan klaim dari diri sendiri.

Yang dapat Anda lakukan adalah to the point dan jadilah transparan.

Jelaskan benefit dan manfaat dari produk Anda, dan termasuk menggunakan gambar nyata atau video.

Tampilkan produk Anda yang digunakan dalam wujud demo (peragaan cara penggunaan atau sejenisnya). Tidak menjadi masalah jika tidak terlihat sempurna.

Jika Anda jujur dan terbuka, orang akan lebih mempercayai pesan Anda. Mereka juga mungkin bisa jadi konversi.

  1. Tidak Ada Garansi atau Jaminan

money-back-guarantee

Konsumen sangat menyukai situs yang aman. Jika mereka tidak melihat tanda keamanan tersebut, sudah pasti mereka akan menghindar dari awal.

Cobalah tempatkan diri Anda pada posisi pengunjung web Anda sejenak.

Jika Anda memesan sebuah produk dan tidak datang, atau produk rusak atau tidak sempurna ketika sampai, pilihan apa yang Anda miliki?

Hal ini merupakan salah satu pemikiran yang cukup menakutkan untuk mencegah beberapa pengguna.

Namun Anda dapat dengan mudah mengatasi hal ini dengan memasukkan beberapa kepastian – dengan memberikan jaminan atau garansi kepada customer Anda.

Bentuk jaminan bisa dengan pengembalian uang secara penuh atau penggantian barang yang sama.

Sentuhan kecil seperti ini pun dapat membuka jalan untuk membuat customer Anda merasa nyaman.

  1. Harga di Tempat Lain Lebih OK

r94_0_2957_1610_w1200_h678_fmaxAda juga kemungkinan, bahwa pengunjung web Anda tidak mengkonversi karena mereka bisa mendapatkan harga yang lebih baik atau produk yang lebih baik di tempat lain.

Di sini, langkah pertama Anda adalah untuk memastikan bahwa Anda menyampaikan nilai produk jelas dan efektif.

Penawaran Anda harus memiliki nilai dan unik di pasar. Jika tidak, hal itu perlu diubah.

Di luar itu, Anda dapat membandingkan beberapa produk sejenis untuk menunjukkan kepada pengunjung.

Apa yang akan mereka dapatkan atau tawarkan harga dengan jaminan. Hal ini akan membuat pesaing Anda kewalahan menghadapi produk Anda.

  1. Bertindak Sekarang akan Menjadi Impulsif

keputuasana

Saat pengunjung ragu-ragu, konversi sebagus apapun akan hilang.

Mereka takut dampak dari tindakan yang cepat, kemudian mereka menunda-nunda keputusan, dan mereka akhirnya tidak pernah membeli.

Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menggunakan kalimat yang terdengar mendesak.

Seperti “waktu untuk penawaran sangat terbatas” atau kata-kata yang kuat yang memaksa tindakan yang cepat.

Ini dapat mengatasi rasa takut mereka dengan membuat keputusan impulsif yang lebih dapat diterima.

Ini juga ide yang baik untuk membuat proses secepat dan sesederhana mungkin.

Semakin sulit Anda menetapkan langkah dalam proses atau membuat hal-hal yang rumit, semakin banyak kesempatan bagi pengunjung Anda untuk menentukan keputusan.

  1. Tidak Ada Keamanan Informasi

Keamanan informasi dapat merujuk ke berbagai kebutuhan yang berbeda dan memiliki konsekuensi.

Jika Anda ingin pengunjung Anda untuk mengkonversi, maka Anda perlu untuk meyakinkan mereka bahwa informasi mereka berada di tangan yang tepat.

Anda dapat mulai dengan menambahkan lapisan enkripsi SSL untuk situs Anda, dan bekerja dengan gateway pembayaran yang terpercaya.

Tujuannya, untuk meyakinkan customer bahwa informasi mereka sedang ditangani dengan benar.

Gunakan segel yang dapat dipercaya untuk menunjukkan kepada pengunjung bahwa website Anda aman.

sealtrust

Selain itu, Anda dapat menyertakan kebijakan privasi atau komitmen lainnya kepercayaan untuk memenangkan hati calon customer Anda.

Selanjutnya?

Setelah Anda memahami dan mengambil tindakan untuk 7 alasan ketakutan customer potensial ini, Anda akan melihat tingkat konversi mulai naik.

Tetap berusaha dan pantang menyerah adalah kunci yang membuat Anda sukses dalam meningkatkan konversi.

Baca juga >>> 7 Rahasia Sukses Ini Yang Digunakan Para Top Entrepreneur Dalam Membangun Bisnisnya <<<

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik dan ingin disampaikan, Digitalmarkerter.id akan sangat antusias jika Anda berbagi pengalaman Anda pada kolom di bawah ini.


Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>