6 Tips dalam Mendesain Landing Page agar Menarik dan Mengkonversi

Mendesain Landing Page
23 Desember 2016
Bagikan artikel ini
  • 32
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    32
    Shares

Mendesain landing page agar web terlihat menarik dan mengkonversi adalah hal yang menyenangkan, tapi bukan berarti menjadi pekerjaan yang mudah.

Apalagi kalau Anda baru dalam bisnis dunia online dan ingin membuat website untuk mendukung kegiatan marketing dan promosi produk bisnis Anda.

Oh iya, Anda pernah masuk ke sebuah website yang tampilannya terkesan biasa saja bahkan bisa dikatakan jelek, tapi menjual?

Itu membuktikan kalau junk mail dan taktik hot marketing bekerja dengan baik. Tapi itu dulu!

Kalau untuk sekarang ini, taktik seperti itu kurang efektif lagi. Terutama ketika waktunya untuk mendesain landing page.

Landing page yang unik dan menarik juga dapat meningkatkan konversi pengunjung website dan Anda memiliki kesempatan untuk mengubah mereka menjadi customer.

Lalu bagaimana cara agar dapat mendesain landing page unik, tapi Anda juga mendapat drag-and-drop page builder yang memberikan kebebasan dalam membuat apa pun yang Anda inginkan?

Artikel kali ini akan memberikan beberapa tips jitu dari web designer professional yang akan membantu Anda dalam mendesain landing page website agar terlihat menarik.

Penasaran? Mari segera kita mulai pembahasannya.

Mendesain Landing Page yang Menarik dengan Tips Berikut ini!

1. Terus Mengikuti Tren Desain

Kapan terakhir kali Anda masuk ke dalam webpage yang berisi foto, video, informasi tertulis dan meminta informasi tentang Anda?

Semua dikemas lengkap ke dalam sebuah page dan secara tidak sadar Anda memberikan alamat email atau membeli produk yang dijual?

Sekali lagi, mungkin bisa bekerja sementara, tapi page yang terlalu banyak memberikan informasi sudah ketinggalan jaman.

Grafik desainer professional, Travis Moore menjelaskan “Saat ini, tren desain datar dan minimalis. Gradient yang ekstrem dan drop shadows sudah jadul.”

Anda mungkin tidak ingin melakukan apa yang semua orang lakukan saat ini hanya untuk bebaur dengan mereka.

Yang perlu Anda ingat adalah ini bukan tentang mencocokkan diri Anda, tapi soal terus mengikuti tren desain untuk page Anda agar tidak terlihat jadul!

Tujuan dari desain web yang simpel adalah waktu loading yang cepat dan tampilan pagenya Anda terlihat rapi di mobile device.

Kalau page Anda terlihat ketinggalan jaman dan tidak rapi, hal itu akan menjatuhkan konversi Anda.

“Poin utama yang ingin saya sampaikan adalah pastikan page Anda tidak terlalu jadul atau aneh bagi viewer karena bisa menurunkan konversi. Semua tentang keseimbangan,” Kata Travis.

Untuk mendapatkan lebih banyak konversi, pastikan kalau waktu loading page Anda juga cepat.

Menurut Kissmetrics, 1 detik delay pada respon page bisa menurunkan konversi sampai 7%. Jadi, keep it simple!

2. Berikan Ruang Ekstra!

Kunci untuk seni keindahan yang simpel ini adalah whitespace (atau ruang kosong kalau page Anda tidak putih).

Web designer Leadpages, Kayla Sawtelle menanggap ini penting dan menyebutnya sebagai “ruang bernafas”.

Ruangan ini bukan hanya membuat tampilan page Anda terlihat lebih modern dan mempercepat load page, tetapi juga tidak membuat pembaca kewalahan melihat page yang full.

Di template landing page non-profit elegan miliknya, Kayla membuat semuanya menjadi simpel dengan berfokus pada foto yang bagus dan call to action.

Kemudian dia memberikan sedikit jarak sebelum teks “Help Us Reach Our Goal.”

Foto hutan yang digunakan memberikan kesan tenang dan luas tidak akan mengalihkan perhatian lead potensial.

1“Hal yang bagus kalau memberikan jarak atau space untuk bagian atas dan bawah karena membantu mata Anda agar tidak kewalahan kalau membaca terlalu banyak. Ini akan mem-pause mata Anda untuk beberapa menit untuk melihat hal baru.” Kata Kayla.

Bagian yang paling menarik perhatian mata adalah pada call to action dan kemudian ke opt in.

3. Menggunakan Elemen Desain untuk Mengorganisir Informasi

Terkadang, Anda tidak cukup hanya membuat semuanya menjadi lebih simpel dan memberikan informasi kepada lead Anda.

Bukan dengan memberikan mereka sejumlah teks yang membiarkan mereka tahu, gaya penulisan, atau mengapa mereka membutuhkan produk Anda.

Anda harus memecah dan membuatnya menjadi lebih mudah untuk dibaca.

Pertama, cari tahu mana informasi yang menjadi prioritas Anda, dan kemudian cek ulang apakah memang informasi tersebut sudah cocok berada di bagian yang Anda tentukan.

Pikirkan bagian mana yang dapat dipecah menjadi poin yang lebih kecil, dihubungkan dengan ide, dan menggabungkannya menjadi satu.

Kayla merekomendasikan untuk mempertebal bagian main poin. Dia juga berkata kalau grafik bisa sangat membantu untuk memecah teks atau bahkan menggantikan teks yang kurang relevan.

2Pada template page konsultasi gratis ini, ia mengorganisir teks dalam berbagai cara.

Ia menarik perhatian dengan teks di paragraf pertama dengan menempatkannya pada bagian depan dan tengah, ia juga memecah dan memasukkan bagian kedua ke page berikutnya.

Ketika sudah waktunya berbicara soal layanan bisnis, Kayla membantu para pengunjung dengan cepat untuk menemukan informasi yang paling relevan dengan menyediakan ruang untuk ikon yang menunjukkan materi.

Coba Anda bayangkan, membaca semua teks tanpa ada ruang untuk headline, paragraf lain, dan gambar? Anda pasti akan pusing dan buru-buru pindah ke page yang lebih mudah dimengerti.

4. Untuk Pemilihan Warna, Lebih Sedikit Lebih Baik

Travis dan Kayla cepat menyadari kalau salah satu kesalahan terbesar yang mereka lihat dalam mendesain landing page adalah terlalu banyak menggunakan warna atau warna yang digunakan tidak cocok.

Semakin banyak warna yang Anda miliki, semakin Anda harus mempertimbangkan artinya di balik warna tersebut.

Secara mental, warna membantu Anda dalam memprioritaskan informasi.

Misalnya, Anda menggunakan konsep warna yang sebagian abu-abu dengan beberapa aksen biru dan warna merah untuk call to action.

Berarti sebenarnya Anda sudah menyiapkan konsep warna yang mengutamakan CTA box, semua warna abu-abu pada page register sebagai prioritas paling akhir, dan biru sebagai warna pengantar pesan.

Disarankan untuk menggunakan satu warna untuk tombol CTA. Hal ini akan membantu Anda dalam menonjolkan CTA dari background dan lebih menekankan pada tindakan apa yang Anda ingin para pengunjung ambil setelah mereka membaca pesan yang disampaikan.

Intinya, CTA harus cukup kontras agar tetap lebih menonjol dari background landing page Anda.

Anda bisa mengecek contoh template website yang dibuat Travis di bawah ini.

3Tombol dengan warna oranye terlihat menonjol dengan background ungu, langsung segera mengarahkan mata Anda ke call to action “Buy Now” dan segera mengambil tindakan.

Warna, juga bisa membantu membangun brand dan otoritas Anda, jadi pastikan untuk menggunakan warna brand Anda.

Warna itu penting dalam menciptakan pengalaman untuk customer karena melalui warna, kepercayaan terhadap brand Anda akan terbentuk.

Kalau mereka datang dari sebuah iklan di suatu tempat, Anda pasti ingin memastikan untuk menjaga warna agar tetap konsisnten sehingga lead yang potensial tidak beralih ke page lain.

Warna merupakan cara termudah untuk memastikan kalau lead sudah berada di tempat yang tepat agar mereka mendapatkan informasi yang seusai dengan apa yang mereka cari.

Masalah lain dari teks adalah ketika susah dibaca. Kalau informasinya penting, Anda harus mengecek dua kali untuk memilih kombinasi warna dan ukuran agar mudah untuk dilihat dan dibaca.

5. Menggunakan Gambar yang Mendukung Content Anda

Salah satu hal yang paling mengesalkan adalah ketika masuk ke dalam landing page adalah melihat gambar yang tidak ada hubungannya dengan penawaran.

Biasanya hal ini terjadi ketika seseorang menggunakan gambar yang memiliki daya tarik besar tapi ia tidak memikirkan tujuannya pada page.

Misalnya begini, Anda melihat sebuah iklan liburan ke pantai tapi begitu Anda klik dan masuk ke dalam landing page penawaran yang ditampilkan adalah tentang software akutansi.

Selain tidak ada hubungannya antara gambar dengan penawaran, menggunakan background pantai tidak mungkin memperkuat otoritas atau citra brand Anda.

Gambar harus mendukung apa yang Anda jual, kalau Anda meletakkan gambar pada page, coba tanyakan pada diri sendiri kenapa Anda memilih gambar tersebut dan apa tujuannya.

Pada template landing page yang dibuat oleh Travis di bawah ini, gambar yang digunakan bekerja dengan sangat baik dan memberikan informasi yang jelas kepada para pembaca.

4Gambar telah mewakili teks, refleksi pohon palem pada kacamata membuat orang ingin mengambil liburan ke pantai, dan foto-foto kecil yang berada di bawah juga berfungsi sebagai pendukung.

Foto juga bisa menjadi petunjuk visual halus yang mengarahkan pembaca untuk mengambil sebuah tindakan.

Anda bisa menggunakan gambar atau foto dengan ukuran yang besar, tapi ingat untuk pastikan waktu loading Anda tetap cepat dengan mengubah ukuran file foto menjadi lebih kecil.

6. Mendesain Landing Page untuk Semua Ukuran

Faktanya, sekarang ini orang-orang lebih aktif dan membaca sesuatu melalui mobile phone mereka. Ini akan menajdi pertimbangan Anda untuk mendesain landing page untuk mobile phone.

Sebelum melakukan publikasi, Anda harus selalu mengecek bagaimana tampilan page sekali dibuka pada layar yang kecil.

Menurut Monetate dalam analisis belanja online, tingkat konversi global smartphone pada Q1 tahun 2016 sekitar 1.43%, dibandingkan dengan 3.89% pada desktop biasa.

Anda melakukan perjuangan yang berat untuk menghasilkan konversi di mobile phone, so, Anda harus yakin desain landing page Anda bekerja dengan baik.

Kalau Anda ingin mengecek tampilan landing page di mobile phone, LeadPages juga membantu Anda untuk melakukan preview.

Saat Anda mengedit landing page dalam builder, Anda bisa dengan mudah melakukan preview tampilannya di tablet dan phone.

5Waktu di klik pada “phone”, Anda bisa melihat bentuk tampilan landing page secara mobile. Semua informasi masih ada dan tidak ada yang terlalu besar atau kecil pada layar.

6Apakah sudah beres? Belum, selalu ada masalah yang sering dihadapi juga seperti informasi yang bisa terpotong, teksnya tidak terbaca, dan gambar tidak resize dengan benar pada layar.

Kendala seperti ini memang bisa Anda untuk mengkonversi lead potensial. Solusinya?

Anda bisa mengubah spacing, ukuran untuk gambar atau foto, dan tinggi untuk headline Anda.

Selanjutnya?

Sekarang kita sudah di penghujung artikel tentang mendesain landing page agar terlihat mernaik dan unik.

Anda sudah mendapatkan tips jitu dan apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?

Apakah langsung mempraktikkannya atau menggali lagi lebih dalam soal ini?

Semua kembali lagi pada pilihan Anda!

Yang terpenting dalam mendesain landing page adalah bukan hanya terlihat menarik, tetapi juga harus bisa mengkonversi lead untuk mendukung kegiatan marketing di website Anda!

Namun kembali lagi, semua butuh waktu dan proses. Jadi tetaplah belajar, bersabar dan tekun!

Sampai jumpa di artikel menarik lainnya!

Baca juga mengenai :

banner-FB-tanpa-link-CTA

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik atau pengalaman dalam mendesain landing page, sampaikan saja ke Digitalmarkerter.id dan pembaca lainnya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.


Bagikan artikel ini
  • 32
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    32
    Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>