6 Poin Jitu untuk Menggunakan Content Marketing Pada Bisnis Anda

68
29 Desember 2015
Bagikan artikel ini
  • 29
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares

Bagikan artikel ini :

Orang yang menjalankan bisnis dalam dunia digital, pasti pernah (atau sering) mendengar kata content marketing.

Saat ini, content marketing menjadi model pemasaran yang paling disenangi para pebisnis online.

Mengapa demikian?

Sebenarnya apa itu content marketing?

Lalu bagaimana content marketing dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis?

Artikel berikut ini akan membahas tentang dasar dari content marketing.

Bukan hanya itu saja, Anda akan mendapatkan kejutan jika membaca artikel ini sampai akhir.

Mari kita mulai.

6 Pertanyaan Umum Mengenai Content Marketing

Jenis-Konten-Blog-yang-Mudah-Dibuat

Content marketing ada di mana-mana. Di postingan blog, ebook, aplikasi dan subscriptions.

Untuk beberapa, content marketing merupakan kata buzz yang menjadi tren.

Content marketing merupakan realitas dan kebutuhan bagi pemilik usaha kecil saat ini.

Berikut ini ada pertanyaan umum dari pemilik usaha kecil. Dan akan membuat Anda siap untuk terjun ke dalam content marketing.

  1. Apa Itu Content Marketing Sebenarnya?

Content yang dibuat + mekanisme untuk distribusi ke audiens yang ditargetkan = content marketing.

Content marketing adalah teknik pemasaran dalam menciptakan dan mendistribusikan konten yang bernilai, relevan serta konsisten untuk menarik serta memperoleh audien yang jelas.

Tujuannya adalah menggiring customer untuk bertindak dan menjadi hal yang menguntungkan.

  1. Apa yang Bukan dari Content Marketing?

Ada yang mengira kalau content marketing merupakan iklan tradisional.

Kalau Anda salah satu yang berpikir demikian, Anda salah besar.

Content marketing bukanlah bagian dari iklan tradisional yang akan mengganggu para audiens Anda, apalagi meminta mereka untuk membeli.

Penciptaan konten akan membantu audiens Anda untuk menggunakan blog, media sosial dan alat-alat lain sebagai sarana mendistribusikan pesan Anda.

Coba Anda bayangkan, content marketing sebagai pemasaran tradisional yang menjadi rekan kerja.

Di dalam strategi pemasaran yang kuat, jika gabungan dari yang baru dengan lama bekerja secara hand to hand, akan menciptakan pertumbuhan dan menghubungkan audiens ke sales funnel Anda.

  1. Tetapi Saya Tidak Ingin Menjadi Content Marketer (Haruskah Saya?)

Anda tidak perlu menginvestasikan waktu dan energi Anda ke dalam content marketing strategy.

Lagipula, jika Anda adalah pemilik bisnis kecil, dan Anda mempunyai lebih dari cukup untuk mengisi kalender Anda.

Tapi, mengabaikan potensi content marketing untuk bisnis kecil Anda tidak hanya akan menempatkan Anda dalam minoritas.

Anda juga akan kehilangan kesempatan yang besar untuk menciptakan pengikut yang setia, membangun kesadaran merek dan mendorong kampanye penjualan yang sukses.

content-marketing

Mungkin Anda tidak sadar. Sebagai pebisnis kecil dengan adanya internet dan jejaring sosial, Anda sudah menjadi content markerter.

Jika Anda membuat konten dan terlibat dalam percakapan untuk membantu membangun merek Anda, berarti Anda sudah setengah jalan.

Lalu bila Anda telah mencoba podcast, video, ebook atau infografis, Anda lebih berpengalaman daripada yang Anda tahu.

Dengan menerapkan strategi yang solid, target yang terukur dan kalender editorial Anda akan berada di jalan untuk menjadi seorang ahli content marketing.

Bagaimana Cara Mengetahui Konten Apa yang Harus Dibuat?

Anda mungkin bertanya-tanya apa jenis konten yang harus Anda buat.

Untuk setiap proyek yang Anda lakukan, Anda harus menentukan 3 hal berikut:

  • Topik
  • Format
  • Platform

Untuk menentukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu.

Langkah 1 : Listen

listen

Ini adalah saat di mana Anda luangkan waktu untuk mendengarkan dan melacak target audiens Anda dan kompetisi online.

Jika Anda ingin memperhatikan topik, format, dan platforms biasanya waktu yang paling pas adalah siang hari.

Pertanyaan untuk dijawab:

  1. Pertanyaan seperti apa yang pernah ditanyakan sebelumnya tentang perusahaan saya?
  2. Topik apa yang menarik customer saya sehingga mereka terlibat dalam diskusi?
  3. Jenis konten / format seperti apa yang customer saya sharing dan di mana?
  4. Hal apa yang berjalan untuk kompetisi saya?
  5. Hal apa yang telah berjalan untuk saya di masa lalu? Apa hal tertinggi yang saya konversikan untuk konten?
  6. Pertanyaan apa yang customer ajukan kepada saya secara langsung?

Tip: Review kembali balasan Anda terhadap email yang dikirimkan oleh customer. Perhatikan pesan dan bentuk web pengiriman.

Langkah 2 : Ask

audiens

Jika Anda ingin mendapatkan sumber yang paling valid, datanglah ke customer Anda.

Karena tidak peduli seberapa banyak atau sedikitnya customer dan audiens saat ini, dari merekalah Anda mendapatkan base baru untuk content marketing strategy.

Tanyakan langsung kepada mereka, apa yang mereka sukai. hal ini dilakukan agar Anda dapat mempelajari tentang apa, format seperti apa, dan platforms perantara apa yang lebih baik menurut mereka.

Tip: Customer yang Anda tanya sebenarnya memiliki presentase lebih tinggi untuk diinvestasikan perusahaan Anda dibandingkan customer yang tidak ditanya.

Langkah 3 : Plan

business-plan

Anda harus memiliki daftar pertanyaan yang kuat, topik, dan ide konten yang potensial. Serta pemahaman tentang daya konsumsi dan kebiasaan sharing dari customer yang menjadi target Anda.

Latihan :

  1. Ambil masing-masing dari keseluruhan tema yang telah Anda identifikasikan dalam penelitian dan tuliskan pada kertas kosong. Diskusikan mengenai cara yang potensial untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang ada. Termasuk ide untuk menghubungkan headline atau judul, bentuk format atau platform yang ideal.
  1. Tuliskan ide setiap orang di bagian depan post-it dan termasuk catatan tambahan di bagian belakang.
  2. Sediakan kalender untuk bulan-bulan mendatang dan jadwalkan ide konten yang paling layak untuk publikasi dan distribusi.
  3. Jadilah realistis mengenai jadwal produksi dan bantuan dari luar yang Anda akan perlukan pada setiap fase selama proses pembuatan konten.

Tip : Jika Anda bekerja lebih baik di layar komputer daripada di atas kertas, coba tools manajemen proyek seperti Trello dan content marketing editorial online seperti Coschedule untuk WordPress.

banner-FB-tanpa-link-CTA

  1. Bagaimana Membuat Konten yang Baik Walaupun Bisnis Saya Tidak Begitu Menarik?

Faktanya, 47 % dari makerter B2B mengungkapkan bahwa membuat konten yang menarik adalah tantangan tersendiri untuk mereka. Jadi Anda tidak perlu khawatir mengenai hal ini.

Bagaimana cara Anda dapat melewati ketakutan ini, serta bisa membuat konten yang berpotensi baik?

Jawabannya hanya 1 kata. Kreatif.

Anda mungkin sudah terbiasa berpikir tentang bisnis Anda dari sudut pandang yang sama.

Tapi content marketing akan membuat Anda out of the box dalam melihat bisnis dari berbagai sudut pandang.

Bayangkan Anda menjalankan bisnis.

Anda dan tim menjual produk dan alat-alat terbaik, yang dilakukan hanyalah menjual dan menjual.

Akan menjadi sangat mudah, untuk mengimajinasikan bahwa Anda tidak memiliki jalan lain untuk membuat konten menarik serta menghubungkan konten dengan topik.

Sebagai pemilik bisnis, Anda dapat tergoda untuk lepas tangan dan mengakui bahwa tidak memerlukan content marketing.

Tip : Sebaiknya tidak dilakukan!

Bersenang-senanglah dengan Hal itu

Dari contoh di atas, Anda sudah mendapat gambaran yang membosankan mengenai bisnis yang dijalankan.

Untuk mengantisipasi hal seperti itu, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah diskusikan hal ini dengan tim secara tatap muka.

Anda juga bisa menggunakan salah satu dari banyak tools online untuk berdiskusi. Tujuannya untuk menemukan topik yang sejenis dengan bidang usaha Anda.

Jadilah Orang yang Benar-benar Membantu

Orang-orang mengajukan pertanyaan tentang topik Anda. Dijamin. Gunakan Yahoo answers untuk melakukan riset pasar Anda sendiri.

Beberapa pertanyaan dan jawaban yang Anda temukan mungkin memicu ide bagus untuk sebuah konten yang benar-benar diingin serta dibutuhkan oleh customer Anda.

Jika Anda membuat konten yang berbicara langsung ke pengguna produk atau jasa Anda berdasarkan pengalaman dan pain points, mereka jauh lebih mungkin untuk terhubung dan terlibat.

Buat Menjadi Visual

Konten visual itu penting. Karena sangat bersahabat dengan media sosial dan dapat meningkatkan brand Anda.

94%

Gambar dan video lebih banyak diberi like dan share. Dengan membuat visual dari konten, orang-orang menjadi tertarik untuk melihatnya walaupun hanya sekilas.

Buat Secara Personal

Tunjukkan pribadi Anda. Gunakan bahasa yang sama dengan customer Anda dan undang mereka untuk mengenal Anda dan merek Anda.

Pertimbangkan untuk mengundang blogger atau membuat webinar dengan pemilik bisnis di mana Anda dapat menjawab pertanyaan customer.

Buat Menjadi Ekslusif

Semua orang sangat menyukai jika mereka dianggap spesial.

Bisakah Anda mengemas konten dengan cara yang dapat memunculkan rasa ekslusif?

Bagaimana jika melihat bagian belakang layar yang spesial saat proses dan industri?

  1. Saya Bukanlah Ahli Dalam Menulis, Desain Web, dll. Bagaimana Mungkin Dapat Membuat Itu Semua?

Ya, memang Anda bukan, tidak ahlinya, dan tidak pada semua bidang tersebut.

Tetapi ada cara yang dapat Anda lakukan untuk memanfaatkannya.

Menggunakan trik dan tools untuk belajar keterampilan baru. Serta menemukan ahlinya untuk hal yang Anda benar-benar tidak dapat lakukan.

  • Outsources

Anda dapat mencari orang yang mau bekerja dengan sistem outsourcing (terikat kontrak dengan jangka waktu tertentu) atau freelance (tidak terikat kontrak) untuk membantu Anda.

  • Join Forces

Jalin hubungan dengan pemilik usaha kecil lainnya di industri yang saling melengkapi.

Misalkan Anda seorang copywriter. Cari seorang desainer grafis yang mungkin bersedia untuk membantu Anda dengan menciptakan sebuah web secara bersama-sama.

Akan menjadi hal yang menarik jika menggabungkan 2 skill yang berbeda pada saat bersamaan.

  • Free Tools

Sekarang banyak bermunculan tools gratis untuk membantu Anda terlihat seperti pro.

Coba Canva atau Piktochart untuk grafis dan infografis, dan Directr untuk video.

Jika Anda perlu membuat itu, ada cukup kemungkinan tools yang tersedia untuk membantu Anda melakukan hal itu.

  • Refresh. Reconfigure. Reuse.

Untuk setiap bagian dari konten, diskusikan mengenai semua konfigurasi yang potensial.

Sebuah presentasi dapat di-upload ke Slideshare, ditranskripsi menjadi postingan blog, yang disusun menjadi sebuah ebook dan digunakan untuk membuat grafik.

Memeriksa materi yang lama, menyegarkannya dengan statistik baru dan repackage untuk audiens baru.

Jangan lupa nilai kurasi dan kemasan konten yang bernilai dari sumber lain.

  1. Saya Sudah Memiliki Konten, Lalu Apa?

Tentu saja. Jika Anda salah satu dari sedikit yang beruntung dengan daftar email, memiliki pembaca setia dan pasukan fans yang setia, Anda tidak perlu khawatir.

Jika Anda seperti kebanyakan pemilik usaha kecil, perjuangan menarik traffic dan lead mungkin merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari Anda.

Jika Anda ingin lebih tahu lebih lanjut cara content marketing dapat meningkatkan traffic, KLIK >> 8 Cara Ampuh Content Marketing untuk Meningkatkan Traffic!

Layaknya orang berpacaran. Isi diibaratkan dengan pemesanan mawar, makan malam dan nonton film adalah koneksi, keinginan yang tulus itu untuk membantu Anda agar terus berhubungan.

Setelah Itu…

Ada beberapa poin yang perlu Anda ingat setelah memiliki konten:

  • Email itu tidak ketinggalan jaman.

Daftar email Anda telah mengundang Anda untuk berkomunikasi – mereka sudah terlibat dalam apa yang Anda sampaikan.

  • Jangan khawatir dengan memasang iklan yang berbayar.

Jika Anda sudah dalam tahap berkembang dan ingin menjadi lebih besar lagi, tidak usah cemas mengeluarkan dana lebih untuk beriklan. Dengan melalui iklan berbayar, Anda akan mendapat akses lebih untuk meluaskan bisnis Anda.

  • Jadilah orang yang suka bersosialisasi.

Tujuan orang dalam bersosialisasi adalah mendapatkan kenalan atau teman. Mereka yang mengenal Anda akan menjadi link bisnis Anda di masa depan. Jagalah hubungan dengan mereka.

  • Meminta bantuan.

Tidak usah malu atau takut meminta bantuan orang lain jika Anda memiliki kesulitan dalam bisnis. Anda dapat bertukar pikiran dengan mereka yang lebih berpengalaman dan meminta bantuan mereka seperti memberikan solusi atau lainnya.

Intinya adalah jangan pernah takut untuk gagal dan jangan takut untuk mencoba. Karena segala sesuatu yang besar berasal dari yang kecil.

Begitu pula bisnis. Jika saat ini bisnis Anda masih kecil, selalu ada harapan untuk menjadi besar. Semoga bermanfaat.

banner-FB-tanpa-link-CTA

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik dan ingin disampaikan,Digitalmarkerter.id akan sangat antusias jika Anda berbagi pengalaman Anda pada kolom di bawah ini.

Bagikan artikel ini :

Bagikan artikel ini
  • 29
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>